Home / Travel / Panduan Kuliner Sehari di Tokyo: Menjelajahi Surga Makanan Tersembunyi Ala Kanae

Panduan Kuliner Sehari di Tokyo: Menjelajahi Surga Makanan Tersembunyi Ala Kanae

header 640x 51

Jika Anda hanya memiliki waktu sehari di Tokyo, fokuskan seluruh waktu tersebut untuk mencicipi berbagai kuliner lezat alih-alih mengunjungi menara turis yang padat. Mari ikuti rute penjelajahan jalan kaki yang mengungkap berbagai rahasia kuliner terbaik di kota ini.

Titik Awal: Perjalanan dimulai dari kawasan Yanaka yang memiliki suasana shitamachi (pusat kota lama) yang hangat dan bernuansa nostalgia.

Sarapan di Kayaba Coffee (08:00 – 09:00)

egg sandwich in tokyo during one day tour

Awali pagi hari yang santai di sebuah kafe kominka, yaitu kedai kopi yang bertempat di bangunan rumah tradisional berusia lebih dari 100 tahun yang telah direnovasi. Tempat ini bernama Kayaba Coffee.

Lantai pertama kafe ini memancarkan suasana kissaten bergaya retro, sementara lantai kedua menggunakan lantai tatami yang memberikan kenyamanan layaknya bersantai di rumah sendiri. Menu andalan di sini adalah tamago sando (sandwich telur) yang unik. Berbeda dari sandwich telur pada umumnya, isiannya berupa tamagoyaki (omelet gulung Jepang) bertekstur lembut dan berkuah kaldu, diapit oleh roti panggang yang sangat empuk dari toko roti terdekat.

Sebagai pendamping, secangkir kopi Rusia—campuran kopi dan kakao dengan perpaduan rasa pahit dan manis yang pas—menjadi pilihan minuman yang telah disajikan sejak tahun 1930-an.

Berjalan-jalan di Kawasan Yanaka (09:00 – 09:30)

wet streets of yanaka tokyo

Setelah sarapan, perjalanan dilanjutkan menuju Yanaka Ginza, sebuah distrik perbelanjaan atau shoutengai. Rute perjalanan melewati Pemakaman Yanaka yang bersejarah, tempat peristirahatan terakhir shogun terakhir, Tokugawa Yoshinobu.

Berjalan melalui rute ini akan mempertemukan pengunjung dengan rumah-rumah tua, kuil, toko lokal, serta kucing-kucing yang sering berkeliaran di lorong-lorong. Perjalanan santai ini memakan waktu sekitar 15 menit sebelum akhirnya tiba di kawasan pertokoan Yanaka Ginza.

Makanan Penutup di Himitsudō (09:30 – 11:30)

streets of yanaka ginza in tokyo

Destinasi berikutnya adalah menikmati kakigōri (es serut) di Himitsudō. Mereka menggunakan es alami yang dibekukan di Nikko dan diserut secara manual dengan mesin klasik.

Daya tarik utama tempat ini adalah sirup buatan sendiri yang terbuat dari buah-buahan segar dan musiman, bukan sirup botolan berpemberat buatan. Karena popularitasnya yang sangat tinggi, antrean panjang sering kali terlihat bahkan sebelum kedai dibuka. Berkunjung pada musim dingin dapat menjadi strategi yang baik untuk menghindari antrean panjang sekaligus menikmati menu musiman seperti ubi jambu, labu, dan susu stroberi.

kakigoori made with fresh fruit in tokyo

Sushi Terjangkau di Futabazushi, Ginza (11:30 – 13:00)

futabazushi sushi restaurant in ginza tokyo

Perjalanan berlanjut ke Ginza menggunakan kereta dari Stasiun Nippori menuju Stasiun Yurakucho untuk menikmati makan siang sushi.

Futabazushi merupakan salah satu restoran edomaezushi tertua di Tokyo yang didirikan pada tahun 1877. Bangunan kayunya dikerjakan oleh miyadaiku (tukang kayu kuil tradisional). Saat memasuki pintu, pengunjung akan disambut dengan ucapan sapaan kuno 「いらっしゃいま」 alih-alih 「いらっさいま」.

Untuk makan siang, tersedia pilihan menu nigiri atau chirashi dengan harga yang relatif terjangkau untuk standar Ginza. Ciri khas nasi sushi di tempat ini adalah penggunaan bumbu tanpa tambahan gula, begitu pula dengan jahe acar (gari) yang disajikan.

Belanja di Depachika (13:00 – 15:00)

fancy omiyage in a tokyo depachika

Waktu sore hari sangat cocok digunakan untuk berburu omiyage (oleh-oleh) di depachika, yaitu lantai bawah tanah pusat perbelanjaan Jepang yang khusus menjual berbagai produk makanan dan minuman.

Dua pusat perbelanjaan yang direkomendasikan di area Ginza adalah Matsuya Ginza dan Mitsukoshi Ginza. Beberapa gerai yang menarik untuk dikunjungi meliputi:

1. Mameya Kanazawa Bankyu

Menyajikan camilan berbahan dasar kacang. Produk unggulannya adalah shimimi, yaitu kerupuk beras berisi kacang hitam yang dilumuri cokelat dan tepung kedelai (kinako), dikemas dalam kotak berbentuk kacang dengan ilustrasi lukisan tangan yang menarik.

2. Gateau Festa Harada

Toko spesialis rusk (biskuit kering panggang). Varian yang dilapisi cokelat putih pada musim dingin menjadi salah satu camilan yang sangat digemari.

Menjelajahi Harajuku dan Omotesando (16:00 – 18:00)

crowded shopping street in harajuku

Untuk menyeimbangkan aktivitas makan sepanjang hari, berjalan kaki menyusuri kawasan Harajuku, Omotesando, dan Shibuya adalah pilihan yang tepat.

Dimulai dari Stasiun Harajuku, rute melewati Jalan Takeshita yang ramai dengan budaya anak muda, lalu berlanjut ke Jalan Omotesando. Alih-alih ikut mengantre di gerai makanan jalanan yang panjang, perjalanan dapat diteruskan melalui Cat Street yang lebih tenang menuju kawasan Shibuya.

Makan Malam di Shibuya (18:00 – 21:00)

horumon entrail meat grilling in shibuya

Kawasan Shinsen dan Maruyamacho di dekat Shibuya menawarkan berbagai restoran berkualitas dengan suasana yang lebih santai dibandingkan pusat keramaian stasiun.

Menu makan malam yang patut dicoba adalah horumon (jeroan sapi atau babi panggang). Horumon Club Ajikura merupakan salah satu restoran barbekyu kasual di distrik tersebut yang menyajikan potongan jeroan segar dengan bumbu berkualitas tinggi yang diracik oleh para staf profesional.

Koktail Bertema Film di Bar (21:00 – 23:00)

backlit sign for cocktail bar in shibuya tokyo

Setelah menyeberangi Persimpangan Shibuya yang ikonik, perjalanan malam dapat dilanjutkan menuju Hachigatsu No Kujira, sebuah bar unik di Jalan Center Shibuya yang menyajikan koktail bertema judul film dan aktor terkenal.

olaf the snowman cocktail from a one day in tokyo tour

Pengunjung dapat memesan koktail berdasarkan film favorit mereka, bahkan untuk judul yang tidak tercantum dalam menu tertulis. Suasana bar yang akrab membuat para pengunjung dapat saling berinteraksi membicarakan film dan minuman.

Es Krim Konbini sebagai Penutup (23:00 – 23:30)

japanese seven-eleven convenience store in tokyo

Sebagai penutup rangkaian tur kuliner seharian, mampir ke toko kelontong (konbini) seperti 7-Eleven untuk menikmati es krim Jepang dengan harga terjangkau dan kualitas rasa yang prima merupakan cara terbaik untuk mengakhiri hari di Tokyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *