Saat bus melahap tikungan tajam dan memasuki kabut tebal, saya sempat bertanya-tanya di mana sebenarnya saya berada. Kendaraan tersebut seharusnya mengantar saya ke Manza Prince Hotel, tetapi jarak pandang yang buruk membuat saya ragu apakah sang pengemudi tahu rute yang benar. Berdasarkan Google Maps, kami memang meluncur ke arah destinasi, namun sinyal seluler yang buruk di pegunungan membuatnya sulit dipastikan. Ketika melirik ke luar jendela, sebuah mobil dari arah berlawanan mendadak muncul lalu lenyap seketika ditelan kabut. Saat itulah saya menyadari bahwa itu bukan sekadar kabut biasa, melainkan awan hujan yang terjebak di antara puncak-puncak gunung. Pantas saja Manza Onsen dikenal sebagai kawasan pemandian air panas tertinggi di Jepang!
Terletak di ujung barat Prefektur Gunma, kawasan ryokan dan hotel terpencil ini berada di ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan laut. Karena letaknya yang sangat tinggi, Manza Onsen sering kali tertutup badai rendah. Selain itu, sumber air panas di sini memiliki kandungan sulfur yang sangat tinggi di antara seluruh pemandian air panas di Jepang, menghasilkan cairan keruh berwarna keputihan. Walaupun aromanya sangat menyengat, air kaya sulfur ini dipercaya membawa banyak khasiat kesehatan, mulai dari memperlancar peredaran darah hingga meningkatkan metabolisme tubuh.
Kendati menjadi surga bagi para pecinta pemandian air panas, Manza Onsen tidak memiliki keramaian kota onsen tradisional seperti Kusatsu Onsen yang berada di seberang Gunung Shirane. Aktivitas di sini praktis hanya berpusat pada kegiatan berendam untuk melepas penat. Meski demikian, bagi pelancong yang mendambakan ketenangan setelah rentetan perjalanan bisnis, tempat ini terasa bagaikan oase. Selama menginap dua hari satu malam, saya menghabiskan waktu dengan berendam hingga tujuh atau delapan kali.
Bagi yang belum familiar dengan tata cara berendam, disarankan untuk mempelajari etika onsen terlebih dahulu agar tidak merasa canggung saat harus melepas busana bersama pengunjung lain.
Cara Menuju ke Sana

Meskipun secara teknis masih berada di wilayah Greater Tokyo, perjalanan menuju kompleks pemandian tersembunyi ini tidak bisa dibilang mudah. Kereta cepat tentu tidak dapat mendaki lereng curam begitu saja, sehingga Anda harus menaiki kereta menuju stasiun penghubung terdekat, lalu melanjutkan perjalanan mendaki setinggi 1.800 meter menggunakan bus. Alternatif lainnya adalah menyewa mobil, asalkan Anda sudah mahir berkendara di medan berat. Jika cuaca hujan dan berkabut pekat, jarak pandang akan sangat terbatas, sehingga menyerahkannya kepada pengemudi lokal yang lebih berpengalaman adalah pilihan bijak.
Mengandalkan transportasi umum sepenuhnya menuju Manza Onsen tidak begitu disarankan. Bus yang berangkat dari stasiun JR Manza Kazawaguchi sangat jarang dan jadwalnya sulit dipahami bagi non-penutur bahasa Jepang. Jika Anda tertinggal satu jadwal saja, waktu berharga Anda di Jepang akan terbuang sia-sia di stasiun yang minim fasilitas.
Sebagai solusi yang lebih nyaman, banyak hotel dan ryokan di Manza Onsen menyediakan jaringan transportasi khusus tamu. Sebagai contoh, Manza Prince Hotel dan properti saudaranya, Manza Kogen Hotel, menyediakan layanan antar-jemput bagi para tamu dari Stasiun Karuizawa di Prefektur Nagano. Meskipun perjalanannya memakan waktu sekitar sembilan puluh menit, cara ini jauh lebih praktis daripada harus memikirkan rute bus lokal yang membingungkan.
Pastikan Anda memesan akomodasi yang menyediakan layanan transportasi dari Karuizawa. Naiklah kereta cepat menuju Nagano atau Kanazawa—jika berangkat dari Tokyo, perjalanan ini dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Jangan lupa untuk menghubungi pihak hotel sehari sebelumnya guna mengamankan kursi bus penjemputan, karena tempat duduk disediakan berdasarkan siapa cepat dia dapat.
Hotel di Manza Onsen

Karena minimnya aktivitas di luar area penginapan, memilih hotel yang tepat menjadi kunci utama kesuksesan liburan Anda di Manza Onsen. Berikut adalah beberapa pilihan akomodasi populer yang bisa dipertimbangkan:
- Manza Prince Hotel
Hotel ini memiliki tiga kolam air panas terbuka campur (di mana pengunjung diperbolehkan mengenakan handuk penutup) yang menyuguhkan pemandangan alam menakjubkan, satu kolam khusus wanita, serta fasilitas indoor terpisah untuk pria dan wanita. - Manza Kogen Hotel
Dikelola oleh grup yang sama, resor ini menawarkan satu kolam outdoor besar serta tujuh kolam campuran, lengkap dengan pemandian indoor terpisah. Tamu yang menginap di Manza Prince Hotel atau Manza Kogen Hotel umumnya dapat mengakses fasilitas kolam di kedua properti tersebut. - Nisshinkan
Properti bergaya ryokan ini menyediakan fasilitas pemandian indoor dan outdoor yang sepenuhnya dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang menginginkan privasi lebih saat berendam.
Saya sendiri memilih untuk menginap di Manza Prince Hotel demi kemudahan logistik sekaligus menikmati pemandian luar ruangannya yang ikonik. Meskipun kabut sempat menutupi pemandangan selama saya berada di sana, sensasi berendam di tengah kepulan awan hujan justru memberikan pengalaman unik yang sulit dilupakan, sekaligus cara terbaik untuk mendinginkan tubuh setelah berendam di air sulfur yang panas.
Manza Onsen dapat dikunjungi kapan saja sepanjang tahun. Musim dingin menyuguhkan hamparan salju lebat yang sangat pas bagi penggemar ski dan seluncur salju hingga bulan April. Sementara itu, saat musim panas tiba, suhu di Manza Onsen jauh lebih sejuk dibandingkan Tokyo, menjadikannya tempat pelarian yang ideal dari cuaca terik. Di musim gugur, lereng-lereng gunung berubah warna menjadi kemerahan, menciptakan pemandangan yang luar biasa indah.
Atraksi Lain di Sekitar

Selain musim ski, pilihan aktivitas di luar penginapan di Manza Onsen tergolong sangat terbatas. Terdapat beberapa jalur hiking kecil di atas kota yang mengarah ke beberapa kuil kecil serta area yubatake (lapangan air panas) milik Manza Onsen. Dibandingkan dengan Kusatsu Onsen, yubatake di Manza berukuran jauh lebih kecil dan hanya berupa kolam penampungan air panas sederhana. Mengingat kawasan hutan di sekitarnya kerap menjadi habitat beruang, ada baiknya Anda segera kembali ke penginapan untuk menikmati sesi berendam berikutnya.
Jika Anda memiliki waktu luang lebih, disarankan untuk menaiki bus pagi kembali ke Karuizawa. Wilayah ini menawarkan jauh lebih banyak pilihan hiburan, termasuk berbelanja sepuasnya di Karuizawa Prince Shopping Plaza. Menyisihkan waktu barang satu jam untuk menjelajahi Karuizawa sebelum naik kereta cepat kembali ke kota besar akan menjadi penutup perjalanan yang sempurna.








