Home / Travel / Karakter Makanan Jepang yang Kawaii: Sejarah Lezat di Balik Karakter Unik dari Kuliner

Karakter Makanan Jepang yang Kawaii: Sejarah Lezat di Balik Karakter Unik dari Kuliner

header 640x 21

Sanrio, pencipta Hello Kitty yang mendunia, beberapa waktu lalu memperkenalkan karakter terbarunya kepada publik. Seperti karakter pada umumnya, Kirimi-chan memiliki wajah yang menggemaskan, lengkap dengan berbagai produk pernak-pernik yang bisa dibeli. Namun, alih-alih mengambil inspirasi dari hewan lucu seperti kebanyakan karakter lain, Kirimi-chan justru berwujud sepotong filet ikan salmon.

kirimi chan

Bagi mereka yang terbiasa dengan standar kartun Barat, konsep ini mungkin terasa cukup unik. Di Amerika, karakter hewan yang bisa berjalan dan berbicara sudah menjadi hal yang lumrah. Begitu pula spons laut yang mengenakan celana. Akan tetapi, menemukan sepotong ikan filet yang aktif di Twitter dan menuliskan kalimat seperti “Tolong makan aku, aku sangat lezat” tentu merupakan hal yang berbeda.

Kendati demikian, di Jepang, kehadiran karakter makanan yang hidup, bergerak, bahkan berbicara telah menjadi tradisi yang wajar selama beberapa dekade terakhir. Usut punya usut, fenomena ini bahkan memiliki akar sejarah yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Anpanman: Pelopor Karakter Makanan Modern

anpanman flying

Anpanman hadir sebagai pahlawan super klasik. Ia mengenakan jubah, membela kebenaran, serta menjunjung tinggi keadilan. Uniknya, kepala pahlawan ini terbuat dari roti manis isi pasta kacang merah.

Lingkungan sekitarnya juga diisi oleh karakter-karakter berbasis roti, mulai dari roti tawar biasa hingga roti isi melon atau kari, yang berinteraksi dengan manusia seolah-olah situasi tersebut tidak ada aneh-anehnya.

Popularitas Anpanman seakan tidak pernah pudar. Dimulai dari serial manga pada tahun 1973 dan diadaptasi ke layar kaca pada 1988, serial animasinya berhasil menayangkan episode ke-1.000 pada tahun 2009 serta merilis film ke-25 pada 2013.

Karakter ini juga membuka jalan bagi industri pernak-pernik komersial dengan menghiasi berbagai produk, termasuk produk makanan lain. Bahkan, wajahnya sempat muncul pada kemasan tepung okonomiyaki, sebuah hal yang jarang dibayangkan sebelumnya untuk produk konsumsi anak-anak.

kogepan looking sad

Salah satu penerus modern dari Anpanman yang cukup menonjol adalah Kogepan, yang merepresentasikan sisi “suram” dari dunia roti. Berbeda dengan Anpanman yang selalu ceria, Kogepan justru dilanda krisis eksistensial karena terlalu lama dipanggang hingga gosong. Ia merasa depresi lantaran tidak ada orang yang ingin membelinya. Alih-alih merasa bersyukur karena terhindar dari takdir untuk dimakan, ia justru bersedih karena gagal menjalankan tugas utamanya sebagai sepotong roti, hingga akhirnya melampiaskan kekecewaannya dengan meminum susu sampai mabuk.

Sama seperti Anpanman, rekan-rekan Kogepan juga terdiri dari berbagai jenis roti, meski dinamika hubungannya lebih kompleks. Ia kerap merasa iri pada jajaran roti cantik yang tidak gosong, yang disebut Kireipan.

Namun, ragam kuliner yang dihidupkan menjadi karakter tidak berhenti pada roti isi pasta saja. Perjalanan sejarah budaya populer Jepang menunjukkan ada banyak sekali makanan lain yang mengalami metamorfosis serupa.

Melampaui Batas Roti

Camilan tradisional selalu memegang peran besar dalam pasar karakter makanan. Pada era 1970-an, sebuah animasi menampilkan taiyaki—kue tradisional berbentuk ikan yang diisi pasta kacang—yang tiba-tiba hidup dan berenang bebas di lautan:

dango characters

Memasuki tahun 1990-an, tiga saudara dango lewat lagu tango mereka sukses besar dan menjadi fenomena budaya:

Kini, hampir semua jenis makanan dapat diubah menjadi karakter imut dengan menambahkan anggota tubuh dan wajah ekspresif. Perusahaan seperti San-X bahkan memiliki lebih dari selusin karakter makanan, mulai dari Amagurichan si buah chestnut yang antusias untuk dimakan, Mikan Bouya si jeruk mandarin, Mamepyon si keluarga kacang polong, hingga Soreike Otamachan! yang merepresentasikan bawang bombay.

Saluran penyiaran NHK juga pernah menampilkan karakter berupa buah bitter melon, serta kehadiran jamur Nameko yang begitu populer.

nameko mushroom characters

Hidangan matang pun tidak luput dari tren ini. Melalui buku bergambar dan anime Oden-Kun, berbagai bahan yang biasa ditemukan dalam hidangan oden disulap menjadi makhluk hidup, mulai dari telur rebus, aneka jenis kamaboko, hingga potongan lobak daikon:

odenkun and gang

Eksperimen Hibrida Kuliner

assorted san-x food

Para desainer karakter sering kali melangkah lebih jauh dari sekadar memberi wajah pada buah atau roti. Mereka menciptakan perpaduan unik antara makanan dengan hewan, seperti Momobuta yang merupakan gabungan antara buah persik dan anak babi:

momobuta

Wilayah Hokkaido juga tidak mau ketinggalan dalam tren maskot hibrida ini. Prefektur paling utara Jepang tersebut terkenal dengan populasi beruang serta keunggulan produk pangannya seperti salmon, melon, dan bawang. Kombinasi dari unsur-unsur tersebut melahirkan berbagai maskot unik.

Salah satu contoh awalnya adalah maskot hasil gabungan antara beruang cokelat dan buah melon.

higuma melon mascot

Kreasi tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai variasi lain, seperti campuran beruang dengan salmon, bawang, kepiting, hingga cumi-cumi.

higuma keychains

Salah satu seri karakter hibrida makanan yang paling berkesan adalah Nyan Nyan Nyanko dari San-X. Kucing-kucing kecil ini tampil dalam berbagai skenario di mana tubuh mereka diinkorporasikan ke dalam beragam jenis kuliner.

Kemunculan perdana mereka mengusung tema festival, tampil sebagai jajanan tradisional seperti takoyaki:

nyanko takoyaki

Selanjutnya, mereka hadir dalam balutan tema camilan tradisional yang disajikan bersama teh hijau.

nyanko ocha ya

Sepanjang masa aktifnya, karakter-karakter ini menjelma menjadi dimsum, burger, onigiri, teh susu mutiara, menu makan siang sekolah, sushi, hingga kue-kue bergaya Barat seperti sus.

nyanko cafe

Jika dipikirkan secara mendalam, konsep kucing yang menjadi komponen makanan ini bisa terasa agak mengerikan, namun eksekusinya justru menghasilkan estetika yang menggemaskan. Rangkaian produk suvenir dan boneka edisi terbatasnya sangat diminati, sebelum akhirnya lini karakter ini resmi diistirahatkan setelah satu dekade menemani penggemar.

Akar Klasik dalam Seni Tradisional

japanese food battle art

Tradisi membuat makanan berwajah manusia ternyata sudah berakar sejak lama dalam sejarah seni rupa Jepang. Menariknya, konsep awal ini seolah menjadi preseden bagi tayangan bertema pertarungan kuliner di era modern.

Memasuki abad ke-15, muncul tren cerita bergambar yang mengangkat kisah pertempuran antar-karakter makanan. Dalam naskah Shoujin Gyorui Monogatari, diceritakan sebuah pasukan makanan vegetarian di bawah pimpinan Lord Natto yang bertempur melawan pasukan hidangan laut yang dipimpin oleh Lord Salmon. Pasukan vegetarian keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan sang pemimpin ikan salmon di Benteng Nabe.

Ilustrasi serupa juga dapat ditemukan pada karya tahun 1859. Meski bernuansa humor, kisah-kisah pertempuran tersebut kerap dikaitkan dengan konteks sejarah yang serius, seperti wabah kolera. Kemenangan kubu vegetarian dalam cerita sering kali diinterpretasikan sebagai simbol bahwa makanan nabati lebih kecil kemungkinannya untuk menjadi media penularan penyakit.

Contoh lain dari era Edo adalah ilustrasi tongkol jagung yang digambarkan sedang menari:

dancing ear of corn japanese art

Unsur hibrida antara manusia dan buah juga dapat ditemukan dalam kisah klasik Momotaro si Anak Persik, di mana terdapat setidaknya satu ilustrasi historis yang menggambarkannya sebagai sosok separuh anak dan separuh buah persik.

momotaro busting out of a peach

Kompetisi Karakter Makanan Modern

food contest

Dengan latar belakang budaya yang kaya tersebut, tidak heran jika Sanrio kemudian menggelar kontes karakter baru di mana seluruh kandidatnya terinspirasi dari unsur kuliner.

Para peserta kontes menampilkan beragam interpretasi makanan, mulai dari camilan mochi anjing, bola nasi panda, telur, hingga sayuran daun bawang berukuran panjang.

kasiwanko
panda musubi
egg mascot
negi man cartoon

Beberapa desain hibrida hewan dan jamur enoki atau silinder beras kiritanpo tampak cukup eksperimental dan menuai perdebatan tersendiri.

enoki giraffe
kiri ponta

Pada akhirnya, publik memilih kontestan yang paling merepresentasikan esensi makanan itu sendiri. Kirimi-chan keluar sebagai pemenang dengan wujud filet salmon sederhana yang dilengkapi titik kecil sebagai mata dan garis lurus untuk mulut, mengingatkan kita pada ekspresi minimalis khas Hello Kitty sekaligus selaras dengan tradisi visual masa lampau.

kirimichan-two

Meskipun berstatus sebagai karakter baru, ia ternyata membawa napas tradisional yang jauh lebih kental dari perkiraan banyak orang.

Unduh Wallpaper Eksklusif

Sebagai bentuk apresiasi terhadap estetika menggemaskan ini, beberapa ilustrasi latar belakang layar telah disiapkan untuk dinikmati para pembaca!

An adorable pink tofugu
An adorable pink tofugu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *