Home / Travel / 10 Terjemahan Judul Film Jepang yang Tidak Masuk Akal

10 Terjemahan Judul Film Jepang yang Tidak Masuk Akal

Pada tahun 1960-an, sebuah lagu Jepang mendadak sangat populer tidak hanya di negeri asalnya, melainkan di seluruh dunia. Di Jepang, lagu tersebut diberi judul Ue o Muite Arukō yang secara harfiah berarti “Aku Akan Berjalan Sambil Mendongak.” Lagu ini memiliki makna emosional mengenai kekalahan gerakan protes populer menentang pangkalan militer Amerika Serikat di Jepang.

Namun, masyarakat di negara-negara berbahasa Inggris justru mengganti judulnya menjadi “Sukiyaki,” merujuk pada hidangan lezat asal Jepang yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi lagu tersebut. Tindakan ini terasa sedikit meremehkan—sama persis seperti jika mereka mengubah judulnya menjadi “Sushi” or “Yakisoba.”

Tanpa disadari, publik Jepang rupanya telah lama membalas terjemahan yang kurang tepat tersebut dengan cara mengubah judul-judul film Amerika di pasaran lokal mereka. Beruntung, basis data film IMDB (Internet Movie Database) mencatat berbagai bentuk penyesuaian dan interpretasi unik yang dilakukan di Jepang.

Berikut adalah sepuluh contoh terjemahan dan interpretasi judul film Amerika di Jepang yang dinilai paling unik:

Napoleon Dynamite = “Bus Man”

Humor dalam film Napoleon Dynamite tergolong sangat khas dan aneh, bahkan bagi penonton di Amerika Serikat sendiri. Oleh karena itu, wajar jika penonton di luar negeri merasa kesulitan menangkap maksudnya.

Napoleon Dynamite next to a pack of school buses
Source: manyhighways

Tampaknya para distributor film di Jepang salah menangkap arti judulnya, atau mungkin sengaja ingin memanfaatkan kepopuleran cerita lokal berjudul Densha Otoko atau “Train Man.”

Army of Darkness = “Captain Supermarket”

Aktor Bruce Campbell dan sutradara Sam Raimi dikenal sering menghasilkan karya-karya komedi horor yang eksentrik, tetapi pemilihan judul versi Jepang ini tetap terasa sangat membingungkan.

Army of Darkness poster beside a photo of a supermarket
Source: I-5 Design & Manufacture

Sebuah pusat perbelanjaan memang sempat muncul dalam film tersebut, namun hanya sekilas. Pertanyaannya, bagaimana karakter utamanya bisa mendadak menyandang pangkat kapten? Hanya pihak distributor di Jepang yang mengetahui alasannya.

Karate Kid = “The Best Kid”

Terkadang, sebuah judul film terjemahan langsung menyampaikan inti cerita tanpa basa-basi. Apa isi film Karate Kid? Kisah tentang seorang anak yang menjadi yang terbaik. Sederhana dan langsung pada sasaran.

Austin Powers: The Spy Who Shagged Me = “Austin Powers Deluxe”

Istilah slang Britania “shagged” tentu sulit dipahami oleh penonton global, termasuk di Amerika Serikat. Kendati demikian, pemilihan judul “Austin Powers Deluxe” justru membuat film ini terdengar seperti paket menu makanan cepat saji.

You Only Live Twice = “007 Dies Twice”

Menariknya, You Only Live Twice merupakan salah satu film James Bond yang sebagian besar latarnya diambil di Jepang, sehingga perubahan judulnya terasa cukup kontras.

Poster of You Only Live Twice beside a gravestone
Source: Mick Baker

Frasa aslinya memang mengandung unsur kontradiksi, mirip seperti judul lagu Eight Days a Week. Meskipun demikian, judul versi Jepang terdengar cukup keren, seolah-olah menegaskan bahwa agen 007 adalah sosok tangguh yang bahkan bisa mati dua kali.

Ratatouille = “Remi’s Delicious Restaurant”

Pengubahan judul untuk film animasi ini tidak terlalu mengejutkan, mengingat poster aslinya di Amerika Serikat bahkan perlu mencantumkan panduan cara pengcapan judulnya.

Remi from Ratatouille beside a photo of a restaurant
Source: Hallenser

Berpatokan pada prinsip dasar penerjemahan judul film agar mudah dipahami secara harfiah, terpilihlah judul “Remi’s Delicious Restaurant.”

Almost Famous = “Back in Those Days with Penny Lane”

Judul aslinya sebenarnya tidak membingungkan, tetapi penamaan versi Jepang ini terasa sangat pas dan mampu menggambarkan esensi cerita dengan baik bagi penonton lokal.

Poster of Almost Famous beside poster of Magical Mystery Tour

Up = “Mr. Carl’s Flying House”

Judul asli film animasi ini tergolong singkat dan bermakna ganda. Sebaliknya, judul versi Jepang langsung merangkum keseluruhan premis cerita: seorang pria bernama Carl memiliki rumah yang bisa terbang.

Twilight = “Twilight: Puppy Love”

Edward and Bella from Twilight next to cuddling puppies
Source: Jason Hollinger

Kamus mendefinisikan “puppy love” sebagai ketertarikan romantis yang intens namun relatif dangkal. Mengingat alur cerita Twilight, judul tersebut tampaknya cukup merepresentasikan kisah cintanya.

Fast Five = “Wild Speed: Mega Max”

Meskipun salah satu film dalam seri Fast and the Furious mengambil latar tempat di Jepang, waralaba ini secara konsisten menggunakan judul “Wild Speed” di sana.

Penambahan subjudul “Mega Max” sendiri menyisakan tanda tanya karena tidak ada karakter bernama Max di dalam cerita, yang mengindikasikan bahwa istilah tersebut digunakan hanya untuk memberi kesan aksi yang lebih masif.

Kehormatan Lain: The Hunger Games = “Battle Royale”

Distributor di Jepang melakukan sejumlah penyesuaian saat merilis The Hunger Games, mulai dari materi promosi hingga perubahan judul menjadi “Battle Royale.”

Katniss from the Hunger Games and Mitsuko from Battle Royale

Fenomena ini bahkan berlanjut hingga adaptasi novel dan manga lokal yang terinspirasi darinya, menunjukkan antusiasme tersendiri di kalangan penikmat cerita fiksi di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *