Saat berkendara di Jepang, Anda mungkin akan memperhatikan berbagai stiker warna-warni yang tertempel di bagian depan dan belakang mobil. Stiker-stiker ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol resmi yang memiliki arti penting di jalan raya.
Jepang memiliki sistem penanda khusus untuk kategori pengemudi tertentu. Berikut adalah empat jenis stiker pengemudi yang umum dijumpai di jalanan Jepang:
Pengemudi Pemula 🔰
Di beberapa negara, pengemudi baru biasanya tidak memiliki tanda khusus setelah mereka mendapatkan surat izin mengemudi. Namun, aturan tersebut sangat berbeda di Jepang.

Setiap orang yang baru mendapatkan SIM diwajibkan untuk memasang stiker berwarna hijau dan kuning di bagian depan serta belakang kendaraan mereka selama satu tahun penuh. Tanda ini berfungsi untuk memberi tahu pengemudi lain agar memberikan lebih banyak ruang dan kesabaran.
Secara resmi, penanda ini disebut shoshinuntenshahyoushiki 初心運転者標識. Kendati demikian, masyarakat lebih mengenalnya sebagai wakaba mark 若葉 atau tanda daun muda, yang menyimbolkan pengemudi baru bagaikan tunas daun yang baru tumbuh.

Menariknya, kepopuleran tanda ini melampaui fungsi aslinya. Banyak penggemar otomotif di seluruh dunia yang menempelkan stiker wakaba di mobil mereka meskipun mereka sudah berpengalaman. Simbol ini juga sering digunakan dalam permainan video untuk melambangkan tingkat kesulitan pemula, bahkan dijumpai pada berbagai benda lain.

Pengemudi Lanjut Usia
Kemampuan mengemudi seseorang dapat mengalami penurunan seiring bertambahnya usia, terutama dalam hal waktu reaksi dan kewaspadaan di jalan.
Untuk mengatasi hal ini, Jepang menerapkan sistem stiker bagi pengemudi senior yang dinamakan koureiuntenshahyoushiki 高齢運転者標識, atau sering disingkat sebagai koreisha mark.

Pengemudi berusia 70 tahun ke atas diwajibkan untuk menampilkan stiker ini pada kendaraan mereka. Pengemudi lain diharapkan untuk lebih sabar, dan sebagai imbalannya, para pengemudi senior ini biasanya mendapatkan fasilitas tertentu seperti area parkir khusus.

Meskipun kata koreisha berarti lanjut usia, stiker ini sempat mendapat julukan yang kurang menyenangkan seperti tanda daun musim gugur atau daun kering karena desain lamanya yang berbentuk seperti tetesan air berwarna oranye dan kuning. Menanggapi hal tersebut, pada tahun 2011 desainnya diubah menjadi simbol semanggi yang lebih cerah dan penuh warna.

Penyandang Disabilitas
Jepang juga memiliki tanda khusus untuk kendaraan penyandang disabilitas. Berbeda dengan standar internasional yang menggunakan simbol kursi roda berlatar biru, Jepang menggunakan lambang khusus.

Simbol ini dinamakan shintaishougaishahyoushiki 身体障害者標識, yang berbentuk mirip payung semanggi berdaun empat. Tanda ini dirancang untuk mencakup cakupan disabilitas yang lebih luas daripada sekadar keterbatasan fisik.
Tunarungu
Selain tanda disabilitas umum, terdapat pula stiker khusus bagi pengemudi yang mengalami gangguan pendengaran.

Simbol ini dikenal sebagai choukakushougaishahyoushiki 聴覚障害者標識. Stiker ini memadukan warna kuning dan hijau dengan bentuk yang merepresentasikan dua telinga yang menyerupai kupu-kupu, selaras dengan tema alam pada stiker-stiker kendaraan lainnya di Jepang.
Apabila Anda berkendara di Jepang dan melihat kendaraan dengan salah satu stiker di atas, pastikan untuk selalu menjaga jarak serta memberikan perhatian dan kesabaran ekstra kepada pengemudi tersebut.







