Home / Travel / Golden Week di Jepang: Pengertian dan Alasan Harus Dihindari

Golden Week di Jepang: Pengertian dan Alasan Harus Dihindari

header 640x 6

Golden Week merupakan salah satu periode libur panjang yang berlangsung di Jepang setiap tahunnya, tepatnya mulai dari tanggal 29 April hingga 5 Mei. Pada periode ini, banyak warga Jepang yang memanfaatkan waktu libur untuk berwisata di dalam negeri maupun ke luar negeri, atau sekadar menikmati waktu luang bersama keluarga di tengah ramainya suasana.

Namun, mengapa periode liburan ini bisa tercipta? Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai rangkaian libur panjang yang dikenal sebagai Golden Week ini.

Tumpukan Hari Libur

Cherry blossoms during golden week in japan
Source: vladstudio

Golden Week sebenarnya adalah gabungan dari empat hari libur nasional yang jatuh dalam satu pekan yang berdekatan. Alih-alih hanya memberikan libur pada hari-hari tersebut, banyak kantor dan perusahaan di Jepang yang memilih untuk meliburkan kegiatan operasional mereka selama 7 hingga 10 hari penuh. Bahkan bagi pekerja yang perusahaannya tidak libur penuh, banyak dari mereka yang sengaja mengambil cuti pribadi agar bisa menikmati liburan dari tanggal 29 April sampai 5 Mei.

Karena sebagian besar penduduk memiliki waktu luang secara bersamaan, momen ini sering digunakan untuk bepergian. Akibatnya, stasiun kereta, bandara, serta berbagai destinasi wisata menjadi sangat padat. Kondisi perjalanan pun kerap menjadi kurang ideal jika tidak direncanakan jauh-jauh hari.

AKB48 members poster for telephone service in japan
AKB48 is here to help.

Sayangnya, periode Golden Week di Jepang juga sering kali diiringi oleh peningkatan kasus bunuh diri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, layanan darurat dan pusat Bantuan pencegahan bunuh diri biasanya disiagakan khusus selama liburan ini guna menekan angka kematian yang rentan terjadi.

Empat hari libur nasional yang membentuk Golden Week memiliki keunikan tersendiri dan tidak ditemukan di negara lain, yaitu Showa Day, Constitution Day, Greenery Day, dan Children’s Day.

29 April: Showa Day (Showa no Hi 昭和の日)

Emperor Hirohito in uniform

Tanggal 29 April dulunya adalah hari ulang tahun Kaisar Showa, yaitu Hirohito, yang mangkat pada tahun 1989. Sebelum tahun 2006, tanggal ini diperingati sebagai Greenery Day. Tujuan dari penetapan Showa Day adalah mengajak masyarakat Jepang untuk mengenang masa pemerintahan Hirohito selama 63 tahun serta berbagai kesulitan yang dihadapi bangsa pada era tersebut. Hari ini lebih difokuskan untuk merefleksikan sejarah masa lalu Jepang daripada sekadar memuja sang kaisar.

Sepanjang masa kepemimpinannya, Jepang menyaksikan berbagai peristiwa penting seperti berakhirnya Demokrasi Taisho, Insiden 15 Mei, Insiden 26 Februari, kebangkitan fasisme, Perang Dunia II, masa pendudukan pascaperang, hingga transformasi Jepang menjadi salah satu kekuatan besar dunia.

3 Mei: Constitution Day (Kenpo Kinenbi 憲法記念日)

The preamble to the Constitution

Sesuai namanya, Constitution Day dirayakan untuk memperingati Konstitusi Jepang yang baru. Hari libur ini telah ditetapkan sejak konstitusi tersebut resmi berlaku pada tanggal 3 Mei 1947. Pada hari ini, warga Jepang diajak untuk merenungkan kembali nilai-nilai demokrasi serta sistem pemerintahan negara.

4 Mei: Greenery Day (Midori no Hi みどりの日)

Beautiful green trees during golden week Japan

Hari libur ini didedikasikan untuk merayakan alam. Pada Greenery Day, masyarakat Jepang didorong agar lebih dekat dengan alam serta mengucap syukur atas kekayaan lingkungan hidup. Penetapan hari ini secara tidak langsung juga berkaitan dengan kecintaan Kaisar Akihito terhadap dunia tumbuh-tumbuhan. Kendati demikian, sebagian besar masyarakat memandang hari ini sekadar sebagai kelanjutan dari rangkaian libur panjang Golden Week.

5 Mei: Children’s Day (Kodomo no Hi こどもの日)

japanese boy and cat watch carp streamers for golden week

Resmi menjadi hari libur nasional pada tahun 1948, Children’s Day adalah momen untuk merayakan kepribadian serta kebahagiaan anak-anak. Festival ini juga dirayakan di beberapa negara Asia lainnya. Awalnya perayaan ini khusus diperuntukkan bagi anak laki-laki, namun seiring berjalannya waktu diperluas juga untuk anak perempuan. Simbol utama dari hari ini adalah ikan koi, di mana bendera berbentuk koi atau koinobori banyak dikibarkan di berbagai tempat.

Ikan koi merujuk pada legenda Tiongkok yang menceritakan tentang ikan koi yang berenang melawan arus hingga akhirnya berubah menjadi naga. Koi melambangkan anak-anak yang berjuang tumbuh dewasa dan berkembang menjadi manusia yang tangguh. Saat bendera-bendera tersebut berkibar tertiup angin, bentuknya tampak seperti sedang berenang di udara.

Pengalaman Terkait Golden Week

A street in Tokyo closed for golden week crowds
This street in Tokyo was so busy they had to close it off to cars.

Saat menjalani program studi di Jepang pada musim semi, periode libur ini bertepatan langsung dengan kegiatan akademik. Dengan perencanaan perjalanan yang matang sebelumnya, perjalanan dari Kobe menuju Yokohama dan Tokyo dapat dilalui tanpa kendala besar. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memesan akomodasi dan tiket perjalanan jauh-jauh hari jika berniat berkunjung ke Jepang pada musim liburan ini.

Walaupun kepadatan terasa di berbagai sudut kota, suasana tersebut tetap memberikan pengalaman tersendiri yang menarik. Tentu situasinya akan jauh berbeda jika seseorang datang tanpa rencana atau harus menghadapi antrean panjang di bandara.

A very small hotel room for two
Our lavish two person hostel in Yokohama. Yes, that is the whole room.

Di lapangan, jarang sekali terlihat warga yang secara khusus melakukan ritual atau perayaan spesifik untuk masing-masing hari libur dalam Golden Week tersebut. Sebagian besar masyarakat tampaknya lebih menikmati kesempatan libur panjang dari rutinitas kantor. Berikut adalah beberapa tanggapan dari warga yang tinggal di Jepang mengenai periode liburan ini:

Golden Week bagaikan anugerah sekaligus tantangan. Hari libur tambahan tentu sangat menyenangkan, tetapi mencoba bepergian ke luar rumah justru bisa menjadi pengalaman yang melelahkan. Saya lebih memilih menggunakan waktu Golden Week untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

Saya sempat berkunjung ke akuarium di Nagoya pada hari Jumat. Setiap restoran di kota dipenuhi antrean panjang hingga keluar ruangan, bahkan di restoran cepat saji sekalipun. Suasana di dalam akuarium terasa sangat padat oleh lautan pengunjung.

Mengingat Golden Week merupakan periode yang sangat sibuk bagi sektor pariwisata di Jepang, perjalanan pada akhir April atau awal Mei memerlukan pertimbangan yang matang. Anda mungkin bisa mencari waktu alternatif yang lebih tenang untuk menikmati kunjungan ke Jepang di luar musim liburan padat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *