Chindogu adalah penemuan yang sulit dijelaskan secara singkat. Benda-benda ini tidak benar-benar berguna, namun juga tidak sepenuhnya tidak berguna. Sang penciptanya, Kenji Kawakami, lebih suka menyebutnya sebagai penemuan yang “tidak sia-sia” (*un-useless*).
Cara terbaik untuk benar-benar memahami konsep chindogu adalah dengan melihatnya langsung:
Kata Chindougu (珍道具) terdiri dari dua suku kata. Chin (珍) berarti “aneh” atau “penasaran”, sedangkan Dougu (道具) berarti “alat” atau “perangkat”.
Meski begitu, sebutan “perangkat aneh” belum sepenuhnya merangkum makna aslinya. Ada esensi khusus dalam chindogu yang tidak boleh diabaikan: benda tersebut harus memiliki tingkat kegunaan tertentu, meski sangat minim. Sesuatu yang sebenarnya bisa digunakan oleh orang-orang, tetapi kemungkinan besar tidak akan mereka pakai karena merasa malu.
Benda-benda ini berada di ambang kegunaan—hampir berguna, atau dengan kata lain, tidak sia-sia.
10 Prinsip Utama Chindogu

Bagaimana cara membedakan chindogu asli dengan tiruan? Sebuah perangkat harus mematuhi 10 prinsip utama yang ditetapkan oleh Kenji Kawakami bersama International Chindogu Society.
1. Chindogu harus (hampir) sepenuhnya tidak berguna
Ini adalah prinsip utama. Jika penemuan Anda sangat membantu dan Anda menggunakannya setiap hari, itu bukanlah chindogu. Coba saja jual ke publik karena mungkin bisa bernilai jutaan, sayang sekali benda itu kehilangan jiwanya.
2. Chindogu harus benar-benar wujud secara fisik
Chindogu harus dibuat secara nyata. Jika Anda hanya mendesainnya di atas kertas tanpa mewujudkannya, itu tidak memenuhi syarat. Wujudkan penemuan tersebut ke dunia nyata agar umat manusia bisa merasakan betapa hampir tidak gunanya penemuan itu.
3. Chindogu merepresentasikan kebebasan berpikir dan bertindak
Chindogu bebas untuk menjadi apa adanya. Perangkat normal biasanya dirancang demi efisiensi, kemudahan penggunaan, serta utilitas praktis.
4. Ketidak Bergunaan Chindogu harus langsung dipahami semua orang
Jika Anda menciptakan perangkat yang ketidakgunaannya hanya bisa dipahami oleh kalangan tertentu dengan keahlian khusus seperti dokter, mekanik, atau biolog, maka itu bukan chindogu.
5. Chindogu tidak untuk diperjualbelikan
Jika Anda menerima uang dari hasil penjualan penemuan Anda, benda itu berhenti menjadi chindogu dan Anda telah mengkhianati esensinya.
6. Humor bukan satu-satunya alasan pembuatan chindogu
Segala unsur humor yang muncul dari chindogu hanyalah efek samping. Penemuan tersebut harus dibuat dengan niat sungguh-sungguh untuk menyelesaikan suatu masalah.
7. Chindogu bukan bentuk propaganda
Benda-benda ini dibuat untuk digunakan, meskipun hampir tidak berguna. Chindogu sama sekali bukan pernyataan untuk mendukung suatu kaum atau filosofi tertentu.
8. Chindogu tidak boleh mengandung unsur tabu
Penemuan chindogu tidak boleh dibuat untuk menampilkan guyonan seksual yang murahan, humor vulgar, atau lelucon yang tidak menghormati makhluk hidup.
9. Chindogu tidak boleh dipatenkan
Penemuan ini harus tetap menjadi domain publik. Siapa saja bebas menggunakan, merakit ulang, dan mendistribusikannya tanpa hak cipta atau kepemilikan eksklusif.
10. Chindogu tidak memihak (tanpa prasangka)
Chindogu memandang setiap manusia setara, sehingga tidak boleh berat sebelah terhadap ras, agama, usia, gender, maupun kelas sosial.
Contoh-Contoh Chindogu
Setelah memahami 10 prinsip dasarnya, mari kita lihat beberapa contoh nyata chindogu berikut ini.
Stik Mentega (Butter Stick)

Stik mentega mungkin adalah chindogu paling terkenal, barangkali karena benda ini paling mendekati sesuatu yang benar-benar bisa dibayangkan penggunaannya. Saat Anda tidak punya pisau atau waktu untuk mengoles mentega pada roti panggang, alat ini siap membantu.
Topi Kamera 360 Derajat

Ketika Anda tidak bisa memilih sudut kamera terbaik, ambillah semuanya sekaligus. Cukup kenakan topi yang dipasangi banyak kamera sekali pakai ini di kepala Anda untuk mengambil foto panorama secara serentak.
Pendingin Mi

Terkadang ramen dan udon terasa sangat panas hingga membuat bibir melepuh. Di sinilah kipas angin kecil yang dipasang pada sumpit ini beraksi untuk mendinginkan mi Anda sebelum disantap.
Sepatu Sapu dan Pengki

Mengambil sapu dari lemari hanya untuk membersihkan sedikit debu tentu melelahkan. Dengan mengenakan sepatu khusus ini, Anda bisa menyapu menggunakan satu kaki dan menampung kotoran di kaki lainnya.
Panduan Lipstik

Dapatkan pulasan lipstik yang sempurna setiap saat dengan mengenakan templat bibir ini. Anda tidak perlu lagi repot-repot menggunakan presisi tingkat tinggi.
Sepatu Payung

Lindungi sepatu bermerek mahal Anda dari genangan air hujan yang berbahaya. Selain itu, Anda tidak perlu lagi khawatir mengalami basah pada bagian kaos kaki.
Payung Kamera

Sebuah payung berukuran sangat mini yang dipasang di atas kamera, memungkinkan Anda mengambil foto di tengah guyuran air tanpa harus merusak perangkat mahal Anda.
Panduan Garuk Punggung

Menjelaskan letak bagian punggung yang gatal kepada teman terkadang menyulitkan. Dengan mengenakan kaus berpola grafik ini, teman Anda bisa langsung mengetahui titik koordinat yang tepat untuk digaruk.
Headset Flu Hay

Sebuah gulungan tisu yang terpasang langsung di dekat kepala, memastikan Anda selalu siap sedia saat serangan bersin mendadak datang di tempat umum.
Kacamata Corong Tetes Mata

Membantu Anda meneteskan obat mata dengan akurasi seratus persen tanpa ada cairan berharga yang terbuang sia-sia ke pipi.
Pel Mungil Bayi atau Kucing


Ubah bayi atau kucing peliharaan Anda yang gemar bermalas-malasan menjadi mesin pembersih lantai yang produktif dengan pakaian berbalut kain pel.
Sarung Tangan Ala Swiss Army

Mengapa harus menggunakan sikat bergagang jika Anda bisa langsung memasang bulu sikat pada jari tangan Anda?
Kacamata Potong Bawang
Dilengkapi kipas angin kecil di kedua sisi sisinya untuk meniup uap pedih bawang agar tidak mengenai mata Anda saat sedang memotong.
Pelindung Cipratan Mi

Melindungi rambut berharga Anda dari cipratan kuah ramen atau udon ketika Anda makan dengan sangat lahap.
Dasi Payung

Memungkinkan Anda tetap mengenakan setelan jas formal sambil membawa payung tersembunyi tanpa harus repot menentengnya ke mana-mana sebelum hujan turun.
Alat Tidur di Kereta (Subway Sleeper)

Membantu Anda tidur di dalam kereta komuter yang padat tanpa risiko kepala terbentur atau terjatuh, lengkap dengan papan tanda stasiun tujuan Anda.
Tongkat Selfie (Selfie Stick)

Sebelum populer dan dijual di berbagai toko, tongkat selfie sebenarnya lahir sebagai salah satu bentuk ciptaan chindogu yang dirancang oleh Kenji Kawakami pada tahun 1983.
Sejarah Singkat Chindogu

Kisah chindogu tidak dapat dipisahkan dari sosok Kenji Kawakami, yang lahir di prefektur Nara pada tahun 1946. Pengalaman masa mudanya dalam gerakan mahasiswa radikal di tahun 1970-an membentuk cara berpikir kritis dan filosofi di balik terciptanya chindogu.
Kawakami kemudian bekerja sebagai editor untuk katalog belanja rumah tangga populer bernama Tsuhan Seikatsu. Berawal dari halaman kosong majalah yang harus ia isi, Kawakami memutuskan memasukkan produk-produk buatan sendiri yang sama sekali tidak untuk dijual. Penemuan pertamanya adalah kacamata corong tetes mata dan senter bertenaga surya.
Di luar dugaan, penemuan-penemuan tersebut langsung disukai para pembaca katalog. Konsep ini kemudian mendunia setelah seorang penulis bernama Dan Papia mengangkatnya ke dalam majalah berbahasa Inggris di Tokyo. Bersama Kawakami, Papia mendirikan International Chindogu Society pada tahun 1995 dan merilis buku kumpulan penemuan tersebut.
Meskipun terkenal di berbagai belahan dunia, Kawakami konsisten memegang teguh prinsipnya untuk tidak mengambil keuntungan sepeser pun dari karya-karyanya, menolak mematenkan ciptaannya, serta mendonasikan seluruh royalti yang ia dapatkan.
Penyebaran dan Masa Depan Chindogu

Sejak kepopulerannya melejit pada era 90-an, chindogu telah berkembang dengan berbagai komunitas dan pameran di berbagai negara seperti Prancis dan Amerika Serikat. Walaupun aktivitasnya kini tidak semarak dulu, esensi dari chindogu tetap hidup sebagai bentuk latihan kreativitas.
Kreativitas sejati bukan sekadar menghasilkan produk komersial yang sukses, melainkan bagaimana melatih pikiran untuk berani menghubungkan hal-hal yang tidak biasa. Proses mental inilah yang membuat chindogu tetap layak untuk diapresiasi dan dilestarikan.








