Home / Travel / Pameran Wa-no-Akari | Atraksi Tahunan Hotel Gaojen

Pameran Wa-no-Akari | Atraksi Tahunan Hotel Gaojen

The Decor of Hotel Gajoen

Musim panas di Jepang dikenal dengan suhu yang sangat tinggi serta kelembapan udara yang luar biasa, kombinasi yang sering kali digambarkan seperti panas gurun yang dipadukan dengan kelembapan hutan hujan. Ditambah dengan budaya berjalan kaki dan penggunaan transportasi umum, mencari tempat berteduh yang sejuk menjadi prioritas utama bagi siapa saja yang ingin menikmati musim panas di Tokyo tanpa kepanasan.

Tokyo memiliki ribuan kafe tersembunyi untuk mendinginkan diri, tetapi menikmati pameran seni dan budaya di ruang ber-AC menawarkan pengalaman yang jauh lebih menarik. Salah satu destinasi musim panas terbaik yang patut dikunjungi adalah pameran Wa-no-Akari di Hotel Gajoen.

Pameran Wa-no-Akari pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 dan kini telah menjadi agenda tahunan rutin yang diadakan dari awal Juli hingga akhir Agustus berkat sambutan hangat dari masyarakat.

Cara Menuju ke Lokasi

Meguro Station is the closest station in Tokyo to Hotel Gajoen

Hotel Gajoen terletak hanya beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun JR Meguro, yang dapat diakses dengan mudah melalui jalur kereta ikonik Yamanote Line yang melingkari pusat kota Tokyo. Keluar melalui pintu barat, lanjutkan perjalanan ke arah kiri menuruni lereng curam menuju Sungai Meguro. Setibanya di area yang lebih datar, Anda akan menemukan pertigaan jalan, dan Hotel Gajoen berada di sebelah kiri di antara pepohonan.

Mengunjungi Hotel Gajoen di Meguro

Koi fish lantern at Meguro’s Hotel Gajoen in Tokyo

Pada dasarnya, Hotel Gajoen adalah sebuah ryokan atau penginapan tradisional Jepang kelas atas. Dengan ketersediaan kamar bergaya tatami maupun kamar hibrida bergaya barat, tempat ini menjadi lokasi ideal untuk menyelami kebudayaan lokal. Lorong-lorong bangunannya yang menyerupai labirin terhubung ke berbagai fasilitas multiguna untuk berbagai acara seperti pernikahan dan perjamuan.

Dibangun pada tahun 1931, sebagian besar struktur asli Hotel Gajoen telah mengalami perubahan akibat proyek pemerintah untuk mengalihkan aliran Sungai Meguro. Saat ini, bagian yang tersisa dari bangunan lama meliputi Hyakudan Kaidan atau tangga seratus tingkat serta beberapa kamar bersejarah yang telah dilindungi sebagai aset budaya penting oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo sejak tahun 2009.

1%2A1GYS5FQ4Ml6lh3 M3N8tXg

Arsitektur interior Hotel Gajoen terinspirasi dari istana bawah laut legendaris Ryugu-jyo. Bangunan ini sering dijuluki sebagai “pusat perbelanjaan ornamentasi” karena dekorasinya yang sangat kaya. Pihak hotel mencatat bahwa pada masa pendiriannya di tengah pemulihan pascagempa, hotel ini menjadi semacam tempat impian yang menghadirkan keindahan bagi masyarakat umum yang saat itu hidup dalam keterbatasan.

Hyakudan Kaidan biasanya tidak dibuka untuk umum tanpa reservasi khusus, kecuali saat ada acara atau pameran seperti Wa-no-Akari. Keindahan interior tangga bersejarah ini sungguh sayang untuk dilewatkan.

Hal yang Dapat Diharapkan di Pameran

An ink painting of a dragon at Hotel Gajoen’s Wa-no-Akari exhibit

Dalam pameran Wa-no-Akari, setiap ruangan di sepanjang Hyakudan Kaidan mengusung tema yang berbeda-beda. Instalasi seni ini biasanya diperbarui setiap tahun, sementara bagian lantai dua secara konsisten menampilkan dekorasi replika pelampung festival.

Aomori Prefecture’s Nebuta appear at Hotel Gajoen’s Wa-no-Akari in Meguro

Dekorasi tersebut menampilkan Nebuta, yaitu figur raksasa dari Aomori Nebuta Festival yang merupakan salah satu festival musim panas paling terkenal di wilayah utara Jepang. Festival aslinya berlangsung pada tanggal 2 hingga 7 Agustus, di mana akomodasi setempat biasanya langsung terpesan jauh-jauh hari.

Pameran musim panas di Hotel Gajoen memberikan alternatif yang sangat baik bagi wisatawan yang belum sempat berkunjung langsung ke Prefektur Aomori. Karakter Nebuta yang dipamerkan di hotel ini selalu berganti setiap tahunnya, mulai dari bentuk naga biru, iblis merah, hingga figur kesatria dalam adegan pertarungan.

Two yokai appear on a painting at Merugo’s Hotel Gajoen for the Wa-no-Akari exhibit

Bagi para pecinta seni maupun pelancong yang tertarik menjelajahi arsitektur bersejarah di Tokyo, pameran ini menawarkan pengalaman wisata edukatif sekaligus cara yang menyegarkan untuk menghindari teriknya panas musim panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *