Prefektur Wakayama memiliki tiga kuil kuno yang dikenal sebagai Kumano Sanzan. Kompleks suci ini diyakini sudah ada sejak sebelum terbentuknya institusi Yamato dan garis kekaisaran Jepang. Meskipun telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, lokasi Kumano Sanzan tergolong cukup sulit diakses oleh pelancong.
Sebelum membahas ketiga kuil tersebut, penting untuk mengenal jaringan jalur ziarah yang disebut Kumano Kodo. Jalur setapak ini berkembang sebagai cara bagi orang-orang untuk melintasi Semenanjung Kii yang bergunung-gunung dan menjorok ke Samudra Pasifik. Seiring berjalannya waktu, terbentuklah lima jalur utama yang menghubungkan berbagai tempat suci di wilayah ini:
- Nakahechi: Jalur yang membelah bagian interior pegunungan Semenanjung Kii dari barat ke timur. Sebagian besar jalurnya terawat dengan baik dan melintasi lanskap hutan serta desa-desa kecil.
- Ohechi: Jalur pantai yang menghubungkan Kii-Tanabe dan Shirahama menuju Kumano Nachi Taisha.
- Iseji: Jalur penting di sisi timur yang menghubungkan Kumano Hayatama Taisha dengan Ise Jingu di Prefektur Mie.
- Kohechi: Jalur pendakian yang panjang dan menantang, menghubungkan bagian tengah semenanjung dengan pusat Buddhisme di Mt. Koya.
- Omine Okugake: Jalur pendakian yang panjang dan ekstrem, menghubungkan Semenanjung Kii dengan Mt. Omine di Prefektur Nara, yang dahulu sering digunakan oleh para praktisi pertapaan gunung Shugendo.
Popularitas jalur ziarah ini mulai meningkat pada akhir periode Heian. Kawasan sekitar Kumano Kodo juga sering disebut sebagai “tanah orang mati” karena kepercayaan Shinto kuno yang menganggap arwah leluhur tinggal di Semenanjung Kii setelah mereka meninggal dunia.
Cara Menuju ke Sana

Perjalanan menuju Kumano Sanzan membutuhkan persiapan matang karena lokasinya yang terpencil. Pilihan tercepat adalah terbang ke Bandara Nanki-Shirahama dari Tokyo atau Osaka, kemudian dilanjutkan dengan kombinasi kereta dan bus. Alternatif lainnya adalah menggunakan kereta Kuroshio Limited Express dari Shin-Osaka menuju wilayah selatan Wakayama, meskipun perjalanan ini memakan waktu sekitar empat jam.
Kumano Hongu Taisha

Kumano Hongu Taisha dianggap sebagai kuil utama dari ketiga Kumano Sanzan. Kuil ini memuja dewi matahari Amaterasu Omikami serta dewa-dewa dari kuil lainnya. Berdasarkan mitohistori Jepang, asal-usul kuil ini bahkan dapat ditelusuri hingga masa Kaisar Jimmu, yang membuat usianya diyakini sudah lebih dari 2.000 tahun.
Sebagian besar arsitektur asli kuil ini hancur akibat banjir besar pada akhir tahun 1800-an, sehingga kompleksnya dipindahkan sekitar satu kilometer ke lokasi baru. Lokasi aslinya, yang dikenal sebagai Oyu-no-Hara, kini ditandai dengan gerbang torii raksasa setinggi 33 meter.
Kumano Nachi Taisha

Di antara ketiga kuil Kumano Sanzan, Kumano Nachi Taisha merupakan lokasi yang paling fotogenik dan sering muncul dalam poster pariwisata. Kuil ini terletak tidak jauh dari Air Terjun Nachi yang megah.
Pengunjung disarankan untuk turun di Daimon-zaka, yaitu jalur batu kuno sepanjang 600 meter yang dikelilingi oleh pohon-pohon cemara tinggi, sebelum melanjutkan perjalanan menaiki tangga menuju kompleks utama kuil. Tepat di sebelah balai utama kuil terdapat kompleks Buddha Seiganto-ji, yang dulunya menyatu dengan kuil Shinto ini sebelum dipisahkan oleh dekrit kekaisaran pada era Meiji.
Tidak jauh dari sana terdapat Air Terjun Nachi yang menjulang setinggi 133 meter, yang menjadi objek pemujaan awal di tempat ini sebelum kompleks kuil dibangun di sekitarnya.
Kumano Hayatama Taisha

Kumano Hayatama Taisha terletak di Kota Shingu di sisi tenggara Semenanjung Kii. Meskipun bangunan utamanya kini tampak lebih modern, situs di tepi sungai ini telah menjadi tempat pemujaan sejak abad ke-12 atau bahkan lebih lama.
Kuil ini menyimpan aula harta karun yang memamerkan berbagai artefak bersejarah dan persembahan dari para peziarah masa lampau, yang sebagian di antaranya diakui sebagai harta karun nasional oleh pemerintah Jepang.
Atraksi Lain di Sekitar

Selain Kumano Sanzan, Prefektur Wakayama memiliki destinasi menarik lainnya seperti Mt. Koya di bagian utara, yang merupakan pusat Buddhisme Shingon dan terkenal dengan pemakaman Oku-no-In. Bagi pelancong yang ingin menikmati pemandian air panas atau onsen, kota pesisir Shirahama atau area Kii-Katsuura merupakan pilihan tempat menginap yang strategis untuk menjelajahi wilayah ini.








