Proyek musik Far East Groove yang dipimpin oleh komponis Yasuharu Takanashi bersiap untuk memulai tur Eropa dan Inggris bertajuk “The Battle for Glory” pada tanggal 30 September. Band ini dijadwalkan untuk menyapa para penggemar di berbagai negara, termasuk Finlandia, Inggris, Polandia, Jerman, Prancis, dan Spanyol.
Yasuharu Takanashi sebelumnya dikenal publik lewat karya-karyanya di industri anime. Ia ikut menggarap musik latar untuk serial Naruto (2002) sebagai bagian dari Musashi Project yang memadukan unsur musik rock dengan instrumen tradisional Jepang. Berkat kesuksesan tersebut, ia kembali dipercaya untuk menggubah musik dalam sekuelnya, Naruto: Shippuden. Sepanjang perjalanan kariernya, ia juga telah menciptakan mahakarya untuk berbagai judul anime populer seperti Fairy Tail, Log Horizon, Zombieland Saga, Record of Ragnarok, Bastard‼ Heavy Metal, Dark Fantasy, dan Reincarnated as a Sword.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Takanashi membagikan banyak cerita menarik seputar proyek Far East Groove, tur konser mendatang, serta proses kreatif di balik lagu-lagu anime ikonis yang ia ciptakan.
Q: Takanashi-san, jika Anda bisa menggubah musik latar untuk anime tentang kisah hidup Anda sendiri, seperti apa kira-kira nuansanya?
A: Itu pertanyaan yang menarik! Saya ingin musiknya memiliki corak yang penuh semangat—sesuatu yang sarat dengan nuansa mimpi dan petualangan.
Q: Anda menamai Far East Groove dari album pertama Musashi Project. Apa nilai yang ingin Anda bawa dari proyek tersebut, dan apa yang ingin ditinggalkan?
A: Almarhum Katsunosuke Kobari selaku pendiri sekaligus produser Musashi Project selalu mengatakan bahwa ia ingin membawa band tersebut merambah kancah internasional. Ambisi itulah yang ingin saya teruskan. Dalam bahasa Naruto, hal itu mungkin bisa disebut sebagai “Tekad Api”.
Q: Far East Groove akan segera menggelar konser di sepuluh kota di Eropa, termasuk penampilan perdana di Inggris. Hal apa yang paling Anda nantikan dari rangkaian tur ini?
A: Yang utama, saya sangat menantikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan para penggemar di Eropa. Ada beberapa negara yang baru akan saya kunjungi untuk pertama kalinya, jadi saya merasa amat antusias.
Q: Tahun lalu, Far East Groove sempat tampil di Rock Imperium Festival di Spanyol. Pengalaman apa yang Anda dapatkan dari penampilan tersebut dan sambutan penonton di sana?
A: Sambutan yang diberikan oleh penonton di Rock Imperium Festival sungguh luar biasa hangat. Pemandangan dari atas panggung terlihat sangat menakjubkan. Selain itu, saya juga mendapat banyak inspirasi dari penampilan, produksi, serta musikalitas band-band lain yang tampil.
Q: Konser di Inggris nanti merupakan debut pertama Anda di sana. Apakah Anda menyesuaikan daftar lagu untuk para penonton yang mungkin lebih mengenal Naruto ketimbang Fairy Tail, atau sebaliknya?
A: Kami telah meracik daftarnya sebaik mungkin agar para penikmat dari kedua serial tersebut bisa sama-sama menikmati jalannya pertunjukan.
Q: Rangkaian konser musik anime internasional kini berkembang dengan sangat pesat. Ke arah mana industri ini akan melangkah selanjutnya?
A: Sejak dulu orang selalu bilang bahwa musik tidak mengenal batas. Harapan saya, momentum positif ini dapat terus berkembang sehingga masyarakat di berbagai belahan dunia memiliki lebih banyak kesempatan untuk menikmati musik bersama-sama.
Q: Tema musik anime kini sangat mudah ditemui di berbagai platform seperti daftar putar Spotify, video cover YouTube, dan klip TikTok. Apakah hal tersebut memengaruhi cara Anda dalam merancang lagu pertarungan?
A: Pendekatan mendasar saya dalam menggubah lagu sama sekali tidak berubah.
Q: Jika Anda bisa memilih satu teknik ninja dari dunia Naruto, jurus apa yang akan Anda pilih dan apa alasannya?
A: Jurus Seribu Bayangan alias Shadow Clone Jutsu! Rasanya saya bisa menyelesaikan jauh lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan [tertawa].
Q: Episode spesial perayaan ulang tahun ke-20 Naruto hingga kini belum dirilis. Apakah Anda masih terlibat untuk mengisi musiknya, dan adakah bocoran yang bisa dibagikan?
A: Mohon nantikan penayangannya.
Q: Menurut Anda, mengapa sebagian besar trek populer dari Naruto dan Naruto: Shippuden justru didominasi oleh lagu-lagu bertema sedih?
A: Saya rasa semua itu kembali kepada kekuatan cerita aslinya. Jika para penggemar merasakan ikatan emosional tersebut melalui musiknya, maka saya merasa sangat bahagia.
Q: Jika Anda diberi kesempatan memilih jenis sihir dari dunia Fairy Tail, sihir apa yang ingin dikuasai?
A: Memanggil Roh Bintang seperti yang dilakukan Lucy sepertinya luar biasa. Hidup pasti akan terasa jauh lebih menyenangkan.
Q: Sebagai penggemar, saya mulai menonton Fairy Tail karena lagu tema utamanya yang begitu memikat. Emosi seperti apa yang ingin Anda sampaikan melalui aransemen tersebut?
A: Saya sangat senang mendengarnya, terima kasih banyak. Inspirasi melodi itu muncul begitu saja di kepala saya saat sedang membaca manga aslinya, disertai bayangan lanskap Eropa yang terpatri jelas di angan-angan saya.
Q: Naga adalah elemen yang sering dijumpai dalam estetika musik heavy metal. Apakah itu alasan di balik tingginya energi dalam lagu “Dragon Force”? Apa yang terbayang di benak Anda saat menciptakannya?
A: Pembuatan lagu “Dragon Force” bermula dari permintaan pengarah suara Shoji Hata-san, yang meminta saya untuk menghadirkan versi aransemen lagu tema utama yang jauh lebih bertenaga.
Q: Dalam lagu “BEYOND THE QUEST” untuk Fairy Tail: 100 Years Quest, nuansa heavy metal yang Anda usung terasa semakin kencang. Bagaimana kolaborasi dengan Noora Louhimo bisa terwujud?
A: Saya sudah lama menjadi pengagum suara Noora. Saat pertama kali berkunjung ke Finlandia, band Battle Beast kebetulan sedang manggung, dan saya menyempatkan diri untuk menontonnya. Mendengar suara Noora bernyanyi secara langsung benar-benar menyentuh hati saya. Saya sempat menemuinya di belakang panggung dan berkata secara langsung, “Saya ingin sekali bekerja sama dengan Anda suatu hari nanti!” Responsnya sangat positif, jadi sekembalinya ke Jepang, saya langsung mendatangi pihak-pihak yang terlibat dalam produksi Fairy Tail dan menegaskan ingin satu lagu dengan vokal dari Noora [tertawa].
Q: Lagu tema Log Horizon adalah salah satu karya favorit saya yang terasa pas untuk pertarungan bos dalam game epik. Apakah itu memang disengaja?
A: Saya senang Anda menyebutkan Log Horizon. Secara pribadi, saya merasa karya musik tersebut memang layak untuk didengarkan oleh lebih banyak orang.
Q: Musim kedua Reincarnated as a Sword dijadwalkan tayang pada 2026, dan sebelumnya Anda menyebutkan bahwa akan ada lebih banyak trek bernuansa hard rock. Bagaimana Anda menggambarkan warna musik musim ini?
A: Alur cerita yang baru menghadirkan adegan pertarungan yang jauh lebih intens dibandingkan musim sebelumnya. Untuk mengimbanginya, saya telah menyiapkan banyak komposisi musik metal dengan berbagai sentuhan baru.
Q: Dalam wawancara sebelumnya, Anda sempat menyebutkan bahwa Johannes Nilsson and Akinari Suzuki adalah asisten Anda yang dipersiapkan agar memiliki kesempatan yang sama. Bagaimana perkembangan mereka setelah dua tahun berlalu?
A: Saat ini Johannes dan saya sedang berkolaborasi dalam sebuah proyek baru. Silakan nantikan hasilnya.
Kami menyampaikan apresiasi kepada Yasuharu Takanashi yang telah meluangkan waktu berbagi kisah di balik karya-karya musik berkesannya. Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan penampilannya secara langsung, tiket untuk kota-kota terdekat dapat diperoleh melalui daftar berikut:
| Tanggal | Kota, Negara | Tempat Acara | Informasi Tiket | Band Pendukung |
| 30 September | Helsinki, Finlandia | On The Rocks | Tickets | Night People |
| 2 Oktober | London, Inggris | Dingwalls | Tickets | – |
| 4 Oktober | Warsawa, Polandia | Hybrydy | Tickets | Anime Symphony Rock |
| 5 Oktober | Berlin, Jerman | SO36 | Tickets | – |
| 6 Oktober | Munich, Jerman | Ampere | Tickets | – |
| 11 Oktober | Paris, Prancis | Pan Piper | Tickets | – |
| 13 Oktober | Barcelona, Spanyol | Wolf | Tickets | Strangers |
| 14 Oktober | Madrid, Spanyol | Revi Live | Tickets | Strangers |








