Home / Travel / Kembali ke Hiroshima | Alasan Anda Harus Menjelajahi Kota Ini dengan Benar

Kembali ke Hiroshima | Alasan Anda Harus Menjelajahi Kota Ini dengan Benar

Hiroshimas Iconic Atomic Bomb Dome

Bagi sebagian besar pelancong, Hiroshima biasanya identik dengan sejarah Perang Dunia II, seperti Atomic Bomb Dome, Hiroshima Peace Memorial Park, serta pulau kuil Miyajima. Namun, di balik berbagai situs ikonis tersebut, kota ini menyimpan banyak pesona tersembunyi yang jarang dijamah oleh wisatawan umum.

Kesempatan untuk menyelami sisi lain Hiroshima baru-baru ini terbuka ketika sebuah perjalanan kerja membawa penulis kembali ke kota ini. Di sela-sela agenda rapat dan menjelajahi kawasan kulinernya yang semarak di malam hari, terungkaplah bahwa Hiroshima menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih kaya dari apa yang sering dibayangkan orang.

Cara Menuju ke Sana

A welcome sign at Hiroshima Station

Perjalanan menuju Hiroshima dari Tokyo tergolong sangat praktis. Anda dapat menaiki kereta peluru Nozomi yang langsung menuju Stasiun Hakata dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Sebagai alternatif, tersedia pula penerbangan domestik bagi mereka yang lebih memilih jalur udara.

Perlu dicatat bahwa tidak semua kereta Nozomi melayani rute langsung hingga Stasiun Hakata; beberapa di antaranya hanya berhenti sampai Shin-Osaka. Mengecek jadwal melalui layanan seperti Jorudan sangat dianjurkan sebelum keberangkatan untuk memastikan kebutuhan transit Anda.

Setibanya di Hiroshima, pusat kotanya relatif ramah pejalan kaki. Anda bisa memulainya dengan menaiki kereta ke kawasan monumen perdamaian, lalu melanjutkan perjalanan kembali sambil mengeksplorasi berbagai sudut kota dengan berjalan kaki.

Rekomendasi Tempat Menarik di Kota Hiroshima

The main keep of Hiroshima Castle in the center of the city of Hiroshima

Selain destinasi utamanya, ada banyak titik menarik yang bisa diselipkan ke dalam rencana perjalanan Anda:

  • Kehidupan Malam Hiroshima: Berpusat di distrik Nagarekawa, area ini dipenuhi labirin restoran dan tempat minum yang meriah. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi okonomiyaki bersama penduduk lokal sebelum menikmati suasana malam kota.
  • Hiroshima Castle: Terletak di pusat kota, kastil ini dibangun pada akhir zaman Sengoku. Meskipun bangunan aslinya hancur akibat serangan bom atom pada tahun 1945, kompleks ini tetap menjadi situs bersejarah yang penting.
  • Shukkei-en: Taman tradisional indah yang berasal dari tahun 1620 ini hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun Hiroshima, menampilkan miniatur lanskap pegunungan dan sungai Jepang yang menawan.
  • Kuil dan Shinto di Mt. Futaba: Berdasarkan geomansi tradisional, arah timur laut dianggap sebagai jalur energi negatif. Untuk menangkalnya, area kaki Gunung Futaba dipenuhi oleh kuil-kuil seperti Toshogu dan Kinko Inari dengan deretan gerbang torii-nya.
  • Mitaki-dera: Kuil Buddha sekte Shingen yang berasal dari abad ke-9 ini terkenal sangat memesona, terutama saat musim gugur tiba.
  • Fudo-in: Salah satu dari sedikit bangunan di Hiroshima yang selamat dari terjangan bom atom, menyimpan sejarah arsitektur yang telah bertahan selama empat abad.
  • Museum Seni: Kota ini juga memiliki beberapa galeri seni berkualitas bagi para pencinta karya visual.

Bagi para penggemar olahraga, menyaksikan langsung pertandingan tim baseball Hiroshima Carp bersama suporter setianya yang bersemangat tinggi juga merupakan pengalaman yang sangat direkomendasikan.

Destinasi di Sekitar Hiroshima

Iwakuni’s iconic Kintai Birdge during the golden hour before sunset.

Wilayah di sekitar Hiroshima menawarkan banyak pilihan menarik yang sering terlewatkan oleh wisatawan. Kota Iwakuni dengan Jembatan Kintai yang ikonis, misalnya, dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu jam. Selain itu, kawasan Laut Pedalaman Seto sangat ideal bagi para pecinta aktivitas luar ruangan, terutama jalur bersepeda Shimanami Kaido.

Kunjungan ke bekas pelabuhan angkatan laut Kure juga layak dipertimbangkan bagi peminat sejarah Perang Dunia II. Di sana, Yamato Museum memamerkan dokumentasi maritim Jepang lengkap dengan replika kapal perang raksasa Yamato berskala 1:10.

Terakhir, terdapat pula Pulau Okunoshima atau yang lebih dikenal sebagai “Pulau Kelinci”. Pulau kecil ini dihuni oleh ratusan ekor kelinci liar yang ramah dan terbiasa mendekati pengunjung untuk mencari makanan, menjadikannya destinasi yang unik di samping latar belakang sejarahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *