Home / Travel / Waktu di Atas Kereta | Alasan Saya Lebih Suka Bepergian dengan Kereta Api di Jepang

Waktu di Atas Kereta | Alasan Saya Lebih Suka Bepergian dengan Kereta Api di Jepang

Sunset a Local Train in Japan

Perjalanan menggunakan kereta api di Jepang menawarkan pengalaman yang jauh lebih bermakna dibandingkan harus naik pesawat. Menikmati pemandangan pedesaan dari jendela kereta sambil tetap bisa produktif bekerja adalah alasan utama mengapa moda transportasi rel sering kali menjadi pilihan terbaik untuk menjelajahi berbagai wilayah di Jepang.

Bagi sebagian besar orang, terbang mungkin menjadi cara tercepat untuk berpindah dari satu kota ke kota lain. Namun, perjalanan darat dengan kereta cepat Shinkansen memberikan sensasi bertualang yang sesungguhnya. Seluruh proses perjalanan itu sendiri adalah bagian dari pengalaman berwisata, bukan sekadar sarana berpindah dari titik A ke titik B.

The Tokaido Shinkansen speeding past rice fields at sunset, with the silhouette of Mt. Fuji in the distance and golden reflections on the water.

Lewat perjalanan kereta, penumpang bisa menyaksikan keindahan lanskap yang terbentang luas, mulai dari area persawahan, pegunungan, hingga sudut-sudut tersembunyi seperti Danau Hamana dan gerbang torii di Bentenjima. Pemandangan semacam ini mustahil bisa dinikmati jika seseorang memilih bepergian dengan pesawat yang hanya menyajikan hamparan awan.

Kenyamanan dan Produktivitas di Dalam Kereta

Selain faktor pemandangan, bepergian dengan pesawat udara sering kali memicu kerepotan tersendiri. Prosedur di bandara mulai dari pemeriksaan keamanan, antrean bagasi, hingga waktu tunggu di gerbang keberangkatan sangat melelahkan. Sebaliknya, naik Shinkansen jauh lebih praktis karena penumpang tinggal meletakkan barang bawaan di rak atas dan langsung duduk tenang di kursi.

Sunset the Seto Ohashi

Faktor konektivitas internet juga menjadi keunggulan besar kereta api. Selama perjalanan di atas kereta, sambungan internet tetap stabil sehingga pekerjaan lepas dapat diselesaikan tanpa hambatan. Di dalam kabin pesawat, ruang gerak terasa sempit untuk membuka laptop, koneksi internet sangat terbatas, dan aturan penggunaan perangkat elektronik cukup ketat.

Menghindari Kerumitan Bandara

Lokasi bandara di Jepang umumnya berada cukup jauh dari pusat kota. Contohnya saat harus berkunjung ke Asahikawa di Hokkaido, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan naik bus yang cukup memakan waktu dari bandara menuju pusat kota. Naik kereta membuat perjalanan terasa lebih langsung karena stasiun biasanya berada tepat di jantung kota tujuan.

An airplane arriving at Asahikawa Airport, descending over a snow-dusted landscape under a clear blue sky.

Meskipun durasi perjalanan darat tergolong lebih lama, waktu tersebut terpakai secara efektif untuk bekerja atau beristirahat, tanpa harus direpotkan oleh prosedur pemeriksaan bandara yang panjang.

A sleek green-and-silver Hayabusa train on the Tohoku Shinkansen line, pulling into a modern platform at a busy station in Japan.

Bagi wisatawan yang berencana menjelajahi Jepang menggunakan kereta, pemanfaatan tiket terusan regional yang ditawarkan oleh JR dapat menjadi solusi cerdas untuk menghemat anggaran transportasi. Berbagai pilihan tiket khusus wilayah ini menawarkan nilai ekonomis yang tinggi untuk perjalanan jarak jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *