Ketika mendengar nama Yokohama, sebagian besar orang pasti langsung membayangkan kawasan Minato Mirai. Wilayah tepi laut yang ikonik ini memang telah menjadi simbol utama Yokohama sejak selesai dikembangkan melalui proyek besar pada era 1980-an. Menghabiskan waktu di kawasan perairan ini menjadi salah satu kegiatan favorit bagi banyak warga Tokyo. Kendati Minato Mirai sangat populer, Yokohama masih menyimpan banyak daya tarik lain yang terletak agak jauh dari teluk. Salah satu yang paling memukau adalah sebuah taman tradisional Jepang bernama Sankei-en yang sangat layak untuk dimasukkan ke dalam rencana perjalanan Anda.
Salah satu tantangan dalam memperkenalkan Sankei-en kepada wisatawan mancanegara adalah usianya yang tergolong muda. Berbeda jauh dengan Kenroku-en di Kanazawa yang memiliki sejarah sangat panjang, Sankei-en baru resmi dibuka pada tahun 1906. Karena alasan ini, sebagian pengamat sejarah kerap mengabaikannya. Walaupun usianya baru melewati satu abad, oase perkotaan ini tetap memiliki nilai historis yang penting. Jika kebanyakan taman tradisional pada zaman Edo (1603–1868) merupakan milik keluarga penguasa lokal, Sankei-en justru dibangun atas prakarsa seorang pengusaha sukses yang mengumpulkan kekayaan dari perdagangan sutra.
Selain keindahan lanskapnya, daya tarik utama Sankei-en terletak pada banyaknya bangunan arsitektur bersejarah. Sang pemilik taman yang merupakan pecinta seni bangunan tradisional Jepang mengerahkan banyak upaya untuk mendatangkan berbagai struktur bersejarah dari seluruh penjuru negeri. Di antara sekian banyak bangunan di dalam taman yang asri ini, pagoda bertingkat tiga merupakan landmark paling ikonik. Berasal dari kuil Tomyo-ji di Kyoto, bangunan berusia 500 tahun tersebut memberikan sentuhan estetika yang luar biasa pada keseluruhan area taman.
Cara Menuju ke Sana
Secara geografis, letak Sankei-en sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat keramaian Yokohama di sekitar Minato Mirai. Kendati demikian, lokasi taman ini berada di antara Stasiun JR Negishi dan Stasiun Yamate, sehingga aksesnya sedikit menantang. Untuk mencapainya, Anda harus naik bus dari Stasiun JR Negishi atau menggunakan taksi. Bagi wisatawan asing yang mungkin merasa bingung dengan rute bus lokal, menggunakan taksi adalah pilihan terbaik dengan biaya sekitar 2.000 yen. Sementara itu, bagi pelancong dengan anggaran terbatas, taman ini dapat dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih tiga puluh tahun—eh, tiga puluh menit.
Meskipun perjalanannya membutuhkan sedikit usaha, navigasi menuju ke sana cukup mudah terutama karena perjalanan menuju Stasiun JR Negishi sangat praktis. Anda dapat memanfaatkan layanan seperti Jorudan untuk merencanakan rute kereta tercepat, tergantung dari stasiun mana perjalanan Anda dimulai di area Tokyo.
Hal yang Dapat Dilihat di Sankei-en

Tiket masuk Sankei-en dipatok seharga 900 yen. Setelah melewati gerbang tiket, Anda bebas menjelajahi seluruh area taman. Tepat di sebelah kiri pintu masuk, Anda akan langsung menjumpai kolam utama, sementara kolam yang dipenuhi bunga teratai berada di sisi kanan. Melangkah lurus ke depan, Anda akan menemukan bangunan bernama Kakushokaku yang rampung pada tahun 1902 dan sempat menjadi tempat tinggal pendiri Sankei-en. Tempat ini sering kali menyelenggarakan berbagai pameran dan acara menarik di dalamnya.
Tidak jauh dari Kakushokaku terdapat Sankei Memorial yang bernuansa lebih modern. Gedung ini mendokumentasikan para seniman yang pernah didukung oleh sang pengusaha pendiri taman. Di dalamnya juga tersedia ruang minum teh di mana pengunjung dapat menikmati pengalaman upacara teh autentik dengan sedikit biaya tambahan. Secangkir teh matcha hangat sangat pas dinikmati untuk menghalau udara sejuk musim gugur, yang merupakan waktu terbaik untuk mengunjungi Sankei-en. Tersedia pula beberapa penjual makanan dan suvenir di luar gedung memorial bagi pengunjung yang mencari opsi lain.
Pada masa lalu, Sankei-en dibagi menjadi dua bagian terpisah, yaitu taman dalam dan taman luar. Ketika area ini masih dihuni pada awal tahun 1900-an, taman bagian dalam dikhususkan bagi keluarga pendiri taman, sedangkan taman luar terbuka untuk umum sejak awal pendiriannya. Saat ini, batasan tersebut sudah tidak berlaku lagi bagi pengunjung umum. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, jumlah mahakarya arsitektur di area taman dalam memang sedikit lebih banyak.
Secara keseluruhan, terdapat hampir dua puluh bangunan bersejarah yang menarik untuk disimak di Sankei-en. Anda disarankan untuk mengambil pamflet berbahasa Inggris yang menyediakan peta serta deskripsi singkat mengenai setiap struktur bangunan tersebut. Dari semua titik yang ada, pagoda bertingkat tiga adalah pemandangan yang tidak boleh dilewatkan. Meskipun Anda harus mendaki bukit kecil untuk melihatnya dari dekat, keindahan pagoda bekas Kuil Tomyo-ji Kyoto ini sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.
Atraksi Lain di Sekitar Yokohama

Perjalanan Anda ke Yokohama akan terasa kurang lengkap jika melewatkan berbagai destinasi menarik lainnya di kota ini. Berikut adalah beberapa kawasan populer yang patut dikunjungi:
Minato Mirai
Kawasan tepi laut ini merupakan daya tarik paling terkenal di Yokohama. Mulai dari Landmark Tower yang ikonis hingga Gedung Bata Merah yang menawan, Anda bisa menghabiskan sepanjang hari bersantai di area ini.
Chinatown Yokohama
Sebagai salah satu kawasan Pecinan terbaik di dunia, tempat ini wajib dikunjungi oleh para pecinta kuliner Tionghoa otentik. Lokasinya yang berada dalam jarak jalan kaki dari Minato Mirai membuatnya sangat mudah diakses.
Kawasan Noge
Terletak di sisi Stasiun Sakuragicho yang lebih klasik, kawasan ini terkenal dengan jajaran pub kecil dan izakaya tradisional Jepang. Suasana gang-gang bernuansa retro ini sangat pas untuk menutup hari setelah lelah menjelajahi kota.








