Seri penjelajahan wilayah terpencil kali ini mengajak Anda mengenal sebuah permata tersembunyi yang jarang diketahui banyak pelancong. Melalui cerita dan pemasaran yang tepat, hampir setiap sudut wilayah di Jepang sebenarnya menyimpan daya tarik internasional yang kuat. Kali ini, destinasi yang dibahas adalah pulau Suo Oshima.
Pulau Suo Oshima, yang terletak di Prefektur Yamaguchi di Laut Pedalaman Seto, menawarkan suasana pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kehidupan modern. Di balik ketenangannya, pulau ini memiliki sejarah unik yang terikat erat dengan Hawaii. Pada periode Edo, wilayah ini mengalami kelebihan populasi akibat konturnya yang bergunung-gunung. Ketika Hawaii membutuhkan banyak tenaga kerja untuk perkebunan tebu antara tahun 1885 dan 1894, lebih dari 4.000 warga Suo Oshima memutuskan untuk pindah dan menetap di sana.
Cara Menuju ke Sana

Sebagai pulau terbesar ketiga di Laut Pedalaman Seto, Suo Oshima terhubung melalui Jembatan Oshima sehingga relatif mudah diakses. Kendati demikian, disarankan menggunakan mobil sewaan agar Anda dapat menjelajahi berbagai titik menariknya yang letaknya cukup berjauhan. Bagi pengguna transportasi umum, perjalanan dimulai dengan kereta menuju Stasiun Obatake di Prefektur Yamaguchi, dilanjutkan dengan bus lokal yang jadwalnya cukup jarang.
Pilihan lainnya bagi wisatawan aktif adalah menyewa sepeda yang tersedia di Michi-no-Eki Sazanseto Towa dan Green Stay Nagaura. Selain itu, terdapat pula jalur feri yang beroperasi dari Pelabuhan Mitsuhama di Prefektur Ehime menuju Pelabuhan Ihota di ujung selatan pulau, yang sering kali menjadi rute favorit para pesepeda jarak jauh.
Daya Tarik Suo Oshima

Suo Oshima sangat cocok bagi pelancong yang menikmati perjalanan santai menggunakan kendaraan. Berikut adalah beberapa lokasi utama yang patut dikunjungi di pulau ini:
- The Museum of Japanese Emigration to Hawaii: Dibuka pada tahun 1999, museum ini menempati bangunan replika tempat tinggal migran dan menyimpan berbagai dokumen serta arsip sejarah mengenai perjalanan warga lokal ke Hawaii.
- Michi-no-Eki Sazanseto Towa: Area perhentian pinggir jalan yang menyediakan produk hasil bumi segar, restoran makanan laut, kafe, serta tempat penyewaan sepeda.
- Suo Oshima Saturday Hula: Pertunjukan tari hula yang rutin diadakan setiap hari Sabtu untuk merayakan hubungan persahabatan antara pulau ini dengan Kauai di Hawaii.
- Pantai Suo Oshima: Pulau ini memiliki garis pantai yang indah, dengan Taman Pesisir Katazoegahama sebagai salah satu destinasi pantai terbaiknya.
Untuk akomodasi, Green Stay Nagaura sangat cocok bagi penggemar kegiatan olahraga, sementara Sunshine Sazanseto menawarkan pengalaman menginap mewah tepat di tepi Pantai Katazoegahama.
Pegunungan Laut Pedalaman Seto

Suo Oshima juga dikelilingi oleh gugusan puncak yang sering disebut sebagai “Alps Laut Pedalaman Seto”, yang mencakup Gunung Monju, Gunung Kano, Gunung Genmeizan, dan Gunung Dake dengan ketinggian hampir mencapai 700 meter. Pengunjung dapat berkendara hingga ke area parkir kuil Monju-do untuk menikmati pemandangan spektakuler dari punggung bukit, serta melihat sisa-sisa struktur militer peninggalan Perang Dunia II.
Selain Gunung Monju, Observatorium Iinoyama di dekat Jembatan Oshima menawarkan titik pandang luar biasa untuk menyaksikan dahsyatnya arus laut di wilayah tersebut, di mana kapal-kapal sering kali terlihat berjuang melawan arus pasang surut.
Destinasi di Sekitar Suo Oshima

Perjalanan di wilayah ini dapat diperluas dengan mengunjungi berbagai tempat menarik di sekitarnya, seperti kota kastil Iwakuni untuk melihat Jembatan Kintai yang ikonik, atau menyeberang ke pulau suci Miyajima. Anda juga bisa mengambil feri menuju Matsuyama di Prefektur Ehime untuk melihat salah satu kastil asli Jepang dan menikmati pemandian air panas Dogo Onsen. Alternatif lainnya adalah menjelajahi kawasan Shimonoseki di bagian barat Yamaguchi untuk mencicipi kuliner ikan fugu yang terkenal.








