Home / Travel / Seni Beladiri yang Digunakan Polisi Jepang: Bersiaplah untuk Jurus Polisi ke Wajah

Seni Beladiri yang Digunakan Polisi Jepang: Bersiaplah untuk Jurus Polisi ke Wajah

header 640x 20

Sebelum anime dan budaya pop Jepang mendunia, seni bela diri seperti karate, judo, aikido, dan kendo sudah lebih dulu menjadi daya tarik utama yang memikat banyak orang asing. Di balik anggapan bahwa bela diri ini merupakan jalan menuju pencerahan diri, teknik-teknik tersebut ternyata memiliki banyak kegunaan praktis di dunia nyata—salah satunya diterapkan secara rutin oleh kepolisian Jepang dalam tugas sehari-hari.

Lingkungan dan ekspektasi kerja polisi di Jepang sangat berbeda jika dibandingkan dengan di Amerika Serikat. Penggunaan senjata api oleh aparat kepolisian Jepang tergolong sangat langka. Menggunakan pistol di sana membawa konsekuensi yang luar biasa besar, terutama karena birokrasi dan prosedur pelaporannya yang sangat ketat. Oleh karena itu, wajar jika pihak kepolisian memiliki berbagai metode alternatif yang tidak mematikan untuk melumpuhkan pelaku kejahatan.

Salah satu andalan dalam gudang senjata mereka adalah seni bela diri bernama taiho-jutsu, yang secara harfiah berarti “teknik penangkapan”. Disiplin ini digunakan oleh kepolisian, Pasukan Pengawal Kekaisaran, Pasukan Bela Diri Jepang, hingga berbagai lembaga penegak hukum dan militer lainnya di negeri sakura.

dua orang berskostum melakukan lompatan tendangan
May or may not use taiho jutsu

Aparat penegak hukum di Jepang sudah lama memanfaatkan seni bela diri, namun bentuk modern dari taiho-jutsu mulai dibentuk sekitar tahun 1947 setelah Perang Dunia II. Pada masa pascaperang, Jepang berada di bawah kendali Pasukan Pendudukan Sekutu yang memberlakukan pembatasan ketat terhadap operasional kepolisian, termasuk membatasi penggunaan kekuatan fisik dan seni bela diri tradisional.

Pada awalnya, kebijakan ini menimbulkan masalah karena kondisi negara yang masih porak-poranda dan penuh ketidakpastian membuat aparat kesulitan menjaga ketertiban umum.

Menghadapi situasi tersebut, para petugas kepolisian memutar otak dan memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun sebuah seni bela diri baru dari nol.

polisi melumpuhkan pria di tanah
Fact: all criminals wear hockey masks

Jika Anda familiar dengan Krav Maga—seni bela diri yang dikembangkan oleh militer dan kepolisian Israel—maka Anda bisa membayangkan seperti apa taiho-jutsu itu. Keduanya dirancang khusus untuk penegak hukum dan militer serta dirakit dari berbagai disiplin bela diri yang sudah ada.

Bedanya, taiho-jutsu lahir di negara dengan tradisi bela diri yang sangat kuat. Ketika birokrasi kepolisian Tokyo menginisiasi pembuatan taiho-jutsu, mereka mengumpulkan para master dari berbagai aliran seperti judo dan kendo, serta para ahli pertahanan bersenjata.

Seni bela diri yang lahir pada era pascaperang ini terus bertahan hingga kini dengan beberapa penyesuaian kecil. Sistem ini mencakup berbagai teknik melucuti senjata, pertempuran jarak dekat, penggunaan tongkat kepolisian, hingga prosedur penggunaan senjata api sebagai upaya terakhir.

Di luar jam tugas membasmi kejahatan, para petugas kepolisian biasanya berlatih dan memamerkan kemampuan mereka melalui pertandingan ekshibisi antar-rekan kerja. Selain menjadi sarana menyalurkan energi secara positif dalam lingkungan yang aman, ajang ini juga memotivasi para petugas untuk berlatih lebih giat demi mengungguli rekan-rekan mereka.

Tentu saja, penerapan taiho-jutsu di jalanan akan terlihat berbeda dari pertandingan ekshibisi yang menggunakan perlengkapan pelindung lengkap dan aturan yang terstruktur. Kendati demikian, melihat aksi mereka tetap saja mengagumkan tanpa harus membuat kekacauan di lingkungan sekitar.

Tidak semua petugas kepolisian mempelajari materi yang persis sama; beberapa wilayah di Jepang memberikan penekanan lebih pada gaya tertentu, seperti judo, kendo, atau aikido. Namun satu hal yang pasti, jika Anda berani melanggar hukum di sana, Anda akan segera mengetahui seberapa handal kemampuan bela diri petugas yang menangkap Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *