Home / Travel / Menikmati Shimonoseki: Sejarah Jepang & Nuansa Kota Pelabuhan yang Chic

Menikmati Shimonoseki: Sejarah Jepang & Nuansa Kota Pelabuhan yang Chic

The View of Shimonoseki from Kaikyo Yume Tower

Kota Shimonoseki merupakan salah satu destinasi yang menawarkan perpaduan sempurna antara warisan sejarah, suasana perkotaan yang menarik, serta pemandangan alam yang memukau. Terletak di bagian barat Jepang, wilayah ini sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam rencana perjalanan, terutama bagi pelancong yang ingin melanjutkan perjalanan ke Kyushu.

Sejarah dan Peran Strategis Shimonoseki

Secara historis, Shimonoseki terkenal sebagai lokasi Pertempuran Dan-no-ura pada tahun 1185. Dalam konflik penentu di Selat Kanmon ini, klan Minamoto mengalahkan klan Taira, yang kemudian menandai dimulainya era kekuasaan samurai selama 700 tahun di Jepang. Selat sempit ini juga sempat menjadi saksi ketegangan antara kebijakan isolasi tradisional Jepang dan kekuatan Barat pada abad ke-19, yang berujung pada peristiwa pemboman Shimonoseki pada tahun 1864.

Selain sejarahnya, Shimonoseki juga sangat terkenal sebagai ibu kota fugu di Jepang. Ikan buntal ini merupakan hidangan lezat yang memerlukan keahlian tinggi dari koki bersertifikat untuk memastikan keamanannya, sehingga pengunjung dapat mencicipinya tanpa rasa khawatir.

Panduan Transportasi dan Waktu Kunjungan

Like with many major train stations in Japan, the Shinkansen stop is not near central Shimonoseki so you’ll need to take a local train. With the end of your trip from Shin-Shimonoseki Station to the JR Shimonoseki Station beginning your time in the area, Shimonoseki can mostly be explored in a day.

Bagi wisatawan yang menggunakan kereta berkecepatan tinggi, perhentian Shinkansen berada di Stasiun JR Shin-Shimonoseki. Dari sana, pengunjung harus berpindah ke kereta lokal menuju Stasiun JR Shimonoseki di pusat kota. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada bulan Agustus, di mana kota ini menyelenggarakan Festival Kembang Api Selat Kanmon yang spektakuler serta Festival Shimonoseki Bakan.

Destinasi Utama di Shimonoseki

Pasar Karato

Located within walking distance of Shimonoseki Station, the Karato Fish Market is one of the best food and night markets in Japan and has many cheap food courts. Here, you have a sit down fugu sashimi experience or sample other sushi dishes at one of the fabulous sushi bars upstairs, savor fugu fin sake, and buy frozen sashimi omiyage platters at the gift shop.

Terletak di sepanjang tepi laut, Pasar Karato adalah pusat kuliner makanan laut yang sangat sibuk. Pasar ini menawarkan berbagai tangkapan segar, mulai dari sashimi fugu, tempura fugu, hingga mangkukuni dan tiram segar, terutama saat akhir pekan.

Akuarium Kaikyokan

Akuarium ini menampilkan sekitar 500 spesies ikan, termasuk lebih dari 100 varietas ikan buntal dari seluruh dunia. Selain biota laut, pengunjung dapat menikmati pertunjukan lumba-lumba, singa laut, serta melihat koloni penguin dari dekat.

Menara Kaikyo Yume

Located near Shimonoseki Station, Kaikyo Yume Tower is an iconic icon of Shimonoseki City and stands at 153 meters. The views from the top are absolutely breathtaking.

Berdiri setinggi 153 meter, menara observasi ini menawarkan pemandangan panorama 360 derajat ke arah Selat Kanmon dan garis pantai Kyushu, menjadikannya tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam.

Jejak Sejarah dan Pulau Legendaris

Di Taman Mimosusogawa, pengunjung dapat melihat patung-patung yang menggambarkan pertempuran Dan-no-ura serta replika meriam Choshu. Tepat di sebelah taman ini terdapat pintu masuk Terowongan Pejalan Kaki Kanmon, sebuah jalur bawah laut sepanjang 780 meter yang menghubungkan Honshu dan Kyushu.

Though not Japan’s oldest zen temple, Akama Jingu is an important shinto shrine that honors the tragic child ruler, Emperor Antoku. In addition to going to eat seafood at a popular fugu restaurant, it’s a must-do while in Shimonoseki.

Tidak jauh dari sana, Kuil Akama Jingu berdiri sebagai penghormatan kepada Kaisar Antoku yang gugur dalam usia muda pada pertempuran tersebut. Kuil ini memiliki gerbang vermilion yang mencolok serta aula yang menyimpan kisah-kisah masa lalu.

Destinasi menarik lainnya adalah Ganryu-jima, sebuah pulau kecil tak berpenghuni yang terkenal sebagai lokasi duel legendaris antara Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro pada tahun 1612. Pulau ini dapat dijangkau dengan naik feri singkat dari Pelabuhan Karato dan dilengkapi dengan patung kedua pendekar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *