Banyak wisatawan yang lelah setelah penerbangan panjang sering kali merasa enggan harus mendarat atau berangkat melalui Bandara Internasional Narita. Letaknya yang berada di Prefektur Chiba berarti penumpang harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam perjalanan lagi untuk mencapai pusat kota Tokyo. Tidak heran jika Bandara Internasional Tokyo atau Bandara Haneda jauh lebih diandalkan oleh para pelancong yang ingin langsung menikmati ibu kota Jepang.
Kendati demikian, wilayah di sekitar Bandara Internasional Narita sebenarnya menyimpan banyak destinasi menarik bagi mereka yang terpaksa mengambil penerbangan melalui bandara ini. Mulai dari kuil bersejarah hingga pusat perbelanjaan, kawasan sekitar Narita menawarkan pengalaman khas Jepang yang cocok dinikmati sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya.
Salah satu permata tersembunyi yang patut dikunjungi adalah kota bersejarah Sawara. Terletak sekitar 20 kilometer di sebelah timur laut Bandara Internasional Narita, kawasan ini menjadi tempat pemberhentian yang sempurna bagi pelancong yang memiliki jadwal penerbangan malam dan ingin menghabiskan waktu luang sebelum kembali ke tanah air.
Cara Menuju ke Sana

Sawara dapat dijangkau dengan mudah menggunakan kereta dari Stasiun JR Narita dalam waktu sekitar 30 menit. Dari stasiun Sawara, berbagai titik menarik di kota ini bisa diakses hanya dengan berjalan kaki singkat. Pastikan untuk memeriksa jadwal kereta terlebih dahulu melalui aplikasi transportasi karena frekuensi keberangkatan di jalur ini cukup terbatas. Mengingat waktu keberangkatan pesawat yang krusial, disarankan untuk mengatur waktu kepulauan kembali ke bandara lebih awal agar terhindar dari keterlambatan.
Meskipun memiliki daya tarik yang kuat, Sawara mungkin terasa sedikit terlalu jauh jika dikunjungi secara khusus sebagai destinasi tunggal dari pusat Tokyo. Namun, nilainya meningkat drastis bagi wisatawan yang memang sudah harus berada di sekitar Narita untuk keperluan penerbangan.
Daya Tarik Utama di Sawara

Sawara sering dijuluki sebagai “Edo Kecil” karena memiliki distrik bersejarah dengan bangunan-bangunan yang berasal dari periode Edo antara tahun 1603 hingga 1868. Di sini, pengunjung dapat melihat deretan rumah tradisional, toko pedagang, dan gudang tua yang terawat dengan baik, seolah membawa pelancong kembali ke masa lampau.
Karakteristik utama kota ini adalah Sungai Ono yang membelah kawasan bersejarah. Pada masa lalu, sungai ini memegang peranan penting sebagai jalur transportasi pengiriman beras menuju pusat pemerintahan. Kini, wisatawan dapat menikmati suasana kota dengan menaiki perahu tradisional atau bersantap di restoran-restoran lokal yang menghadap langsung ke arah kanal.
Di atas kanal tersebut, terdapat sebuah jembatan unik bernama Jembatan Ja Ja yang menyemburkan air air terjun kecil ke arah sungai sebanyak dua kali dalam sejam. Jembatan ini terletak dekat dengan titik keberangkatan perahu wisata.
Selain arsitekturnya, Sawara juga terkenal dengan festival tradisional yang diselenggarakan dua kali setahun pada bulan Juli dan Oktober, menampilkan arak-arakan kereta kencana berukuran besar. Bagi pelancong yang datang di luar bulan tersebut, replika kereta kencana dan atribut festival dapat disaksikan sepanjang tahun di Museum Dashi Kaikan yang berada tidak jauh dari distrik bersejarah.
Jejak Ino Tadataka

Sawara juga dikenal sebagai tempat kelahiran Ino Tadataka, seorang tokoh sejarah penting yang memprakarsai pemetaan wilayah Jepang secara menyeluruh. Berasal dari keluarga pedagang kaya, Tadataka mendedikasikan paruh kedua hidupnya untuk mengukur topografi Jepang dengan tingkat keakuratan yang luar biasa tinggi jika dibandingkan dengan standar masa itu.
Warisan sejarah ini diabadikan melalui Museum Ino Tadataka di Sawara, di mana pengunjung dapat melihat berbagai peralatan ukur kuno serta peta-peta historis hasil karyanya. Museum ini menyediakan informasi dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris. Selain museum, bekas kediaman Tadataka juga dapat dikunjungi di seberang Sungai Ono.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Sawara

Bagi pelancong yang memiliki waktu luang lebih banyak, Katori Jingu merupakan salah satu destinasi sakral yang patut dikunjungi. Kuil ini didedikasikan untuk dewa perang Futsunusi-no-Ookami dan menjadi pusat dari ratusan kuil cabang di seluruh Jepang, serta banyak dikunjungi oleh praktisi seni bela diri.
Bagi wisatawan yang transit di Bandara Internasional Narita, terdapat program tur gratis yang diselenggarakan oleh Narita Transit & Stay Program. Program ini menyediakan tur bus harian tertentu yang mencakup kunjungan ke Sawara dan beberapa wilayah di sekitarnya bagi para pelancong yang ingin memanfaatkan waktu transit mereka secara maksimal.








