Saat musim bunga sakura tiba di Jepang, rasanya hampir seluruh sudut negeri dipadati oleh wisatawan yang ingin menikmati keindahan musim semi. Bagi mereka yang kurang menyukai keramaian, membludaknya turis asing di destinasi populer tentu bisa mengurangi kenyamanan. Untungnya, meskipun kawasan seperti Naka-meguro kini menjadi sangat padat, masih ada banyak alternatif menarik di sekitar Tokyo yang lebih banyak dikunjungi oleh warga lokal.
Sebagai catatan, kanji untuk kota Sakura (佐倉) berbeda dengan kanji untuk bunga sakura (桜). Meski pelafalannya sama dan sengaja digunakan sebagai permainan kata, sangat menarik bahwa salah satu destinasi terbaik di Prefektur Chiba ini memiliki nama yang sama dengan ikon musim semi tersebut.
Perjalanan sehari ke Kota Sakura adalah pilihan ideal bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan bunga sakura di wilayah Greater Tokyo tanpa harus berdesakan di taman populer seperti Yoyogi Park. Destinasi ini berada di posisi yang pas: cukup tersembunyi dari jalur wisata utama, namun tetap populer di kalangan warga setempat.
Selain menikmati bunga sakura, Sakura juga menawarkan banyak hal menarik lainnya. Anda tidak hanya bisa melakukan hanami atau piknik di bawah pohon sakura, tetapi juga mendalami sejarah periode Edo dari bekas kota kastil terbesar di kawasan ini.
Cara Menuju ke Sana
Ada dua cara utama untuk mencapai Kota Sakura dari Tokyo. Anda bisa naik Keisei Line menuju Stasiun Keisei-Sakura atau menggunakan jalur JR menuju Stasiun JR Sakura. Waktu tempuh perjalanan ini sekitar satu jam lebih.
Pilihan stasiun bergantung pada titik keberangkatan Anda. Perlu dicatat bahwa jika Anda menggunakan Jalur Sobu milik JR, Anda mungkin perlu transit di Stasiun Chiba karena tidak semua kereta langsung melaju hingga ke Bandara Internasional Narita.
Setelah tiba, arahkan tujuan Anda ke Taman Reruntuhan Kastil Sakura yang terletak di antara kedua stasiun tersebut. Area ini dipenuhi ratusan pohon sakura serta berbagai objek menarik lainnya. Jika Anda turun di Stasiun JR, ambil pintu keluar utara, sedangkan dari Stasiun Keisei-Sakura, gunakan pintu keluar selatan.
Museum Nasional Sejarah Jepang

Jika Anda memilih Sakura sebagai alternatif destinasi sakura, sempatkan diri untuk menjelajahi tempat-tempat menarik lainnya di Prefektur Chiba. Salah satu yang paling mudah dijangkau adalah Museum Nasional Sejarah Jepang.
Museum ini mengisahkan perjalanan sejarah Jepang dari masa purba hingga era modern. Terdiri dari enam galeri utama, fasilitas ini merupakan salah satu pusat informasi terbaik untuk memahami sejarah Jepang, khususnya masa periode Edo (1603–1868) hingga era modern.
Letaknya yang berada di dalam area Taman Reruntuhan Kastil Sakura membuat museum ini sangat strategis untuk dikunjungi di sela-sela waktu menikmati bunga sakura. Dengan tiket masuk seharga beberapa ratus yen, kunjungan ke museum ini sangat sepadan dengan pengalaman yang didapatkan.
Lereng Hiyodori-zaka

Destinasi lain yang wajib dikunjungi di sekitar Taman Reruntuhan Kastil Sakura adalah Hiyodori-zaka. Jalur setapak ini berada di tepi kawasan bekas kastil dan melewati hutan bambu kecil yang dulunya sering dilalui oleh para samurai.
Di ujung atas lereng Hiyodori-zaka, terdapat beberapa kediaman samurai kuno yang terawat dengan baik. Tiga rumah bersejarah dapat dikunjungi oleh wisatawan, di mana sebagian besar di antaranya bahkan bisa dimasuki secara gratis. Sedikit lebih jauh dari sana, terdapat pula kediaman dan taman milik feodal terakhir, Count Hotta, yang sangat cocok bagi penggemar arsitektur tradisional Jepang.
Dari Taman Reruntuhan Kastil Sakura, Hiyodori-zaka dan kompleks rumah samurai dapat dicapai dengan berjalan kaki selama sekitar 10 menit. Disarankan untuk melewati jalur Tanggul Pohon Sakura Jonan untuk menikmati pemandangan kelopak bunga yang berjatuhan di sepanjang jalan.
Atraksi Menarik Lainnya

Di dalam wilayah Kota Sakura, terdapat pula Kincir Angin De Liefde yang berlokasi di Alun-Alun Sakura Furusato. Dibangun pada tahun 1994 untuk memperingati hari jadi kota yang ke-40, kincir angin ini dikelilingi oleh ladang tulip warna-warni yang mekar penuh saat Festival Tulip Sakura di bulan April.
Jika memiliki waktu luang setelah menjelajahi kawasan samurai, Anda juga bisa melanjutkan perjalanan ke Narita. Wilayah ini terkenal dengan kompleks kuil Narita-san yang telah lama menjadi destinasi ziarah populer.
Saat berkunjung ke Narita, sempatkan diri untuk mencicipi unagi atau belut air tawar. Kuliner khas regional ini telah digemari selama berabad-abad, di mana restoran-restoran di sepanjang jalur menuju kuil Narita-san menyajikan olahan unagi panggang arang dengan saus manis gurih yang sangat lezat.








