Prefektur Okayama sering kali dianggap menyimpan kisah tersendiri bagi para pelancong yang datang berkunjung. Meskipun awalnya sempat mengalami berbagai insiden tak terduga di wilayah ini, perjalanan terbaru ke Okayama membawa pengalaman yang jauh lebih menyenangkan, termasuk kesempatan untuk mampir ke Saijo Inari dalam perjalanan menuju Kojima.
Bagi banyak wisatawan mancanegara, nama Saijo Inari mungkin masih terdengar asing. Padahal, kompleks ini diakui sebagai salah satu dari tiga kuil Inari utama di Jepang. Walaupun letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Okayama, lokasinya tergolong jarang dikunjungi pelancong asing dan biasanya hanya ramai oleh warga lokal saat tahun baru untuk memohon panen yang melimpah.
Menariknya, Saijo Inari menjadi salah satu contoh terbaik dari tradisi Shinbutsu Shugo, yaitu penggabungan antara kepercayaan Shinto dan Buddha di masa lampau. Hal ini terlihat jelas dari keberadaan gerbang torii berukuran raksasa serta berbagai elemen arsitektur yang mencerminkan perpaduan dua keyakinan tersebut di dalam kompleks kuil.
Cara Menuju ke Sana

Untuk mencapai Saijo Inari dari luar kota, Anda dapat naik kereta Shinkansen menuju Stasiun JR Okayama. Sesampainya di sana, lanjutkan perjalanan menggunakan Jalur Kibi hingga tiba di Stasiun Bitchu-Takamatsu. Dari stasiun tersebut, Anda perlu berjalan kaki melewati gerbang torii raksasa menuju area utama kuil.
Jalur pejalan kaki menuju Gerbang Niomon ini menawarkan suasana yang menarik karena dipenuhi oleh berbagai penjual lokal di kedua sisinya. Namun, bagi yang menggunakan mobil sewaan, perjalanan bisa langsung diarahkan ke area parkir tepat di luar Gerbang Niomon untuk menghemat waktu.
Perlu dicatat bahwa periode setelah Tahun Baru merupakan waktu yang kurang ideal untuk berkunjung karena lalu lintas dan jumlah pengunjung yang membludak akibat warga setempat berbondong-bondong datang untuk berdoa.
Daya Tarik di Kompleks Saijo Inari

Kompleks kuil ini memiliki sejumlah bangunan dan area menarik yang patut dieksplorasi di sekitar aula utama:
- Kyu-Honden
Bangunan ini merupakan aula utama yang lama dan menjadi bagian tertua dari kompleks yang berasal dari awal tahun 1700-an. Di sini, terdapat lebih dari 30 dewa pelindung yang diabadikan dengan pilar-pilar kayu berukir rumit. - Kansho-tei Garden
Taman bergaya periode Muromachi (1336–1573) ini menampilkan susunan batu yang unik berlatar pohon pinus serta air terjun kecil yang melambangkan welas asih ajaran Buddha. - Gerbang Niomon
Gerbang masuk dengan gaya arsitektur unik bernuansa India ini merupakan Properti Budaya Berwujud yang terdaftar resmi dan dihiasi patung-patung berlapis emas yang baru diperbarui.
Selain itu, pengunjung yang meluangkan waktu di sekitar aula utama sering kali dapat mendengarkan para pendeta melantunkan Teratai Sutra, serta menemukan berbagai sub-kuil kecil di sekitar area utama.
Kuil-Kuil Inari Lainnya di Jepang

Fushimi Inari Taisha di Kyoto memegang posisi pertama sebagai kuil Inari paling terkenal dengan puluhan ribu sub-kuil di seluruh negeri. Diikuti oleh Yutoku Inari Shrine di Prefektur Saga pada peringkat kedua yang tidak kalah memesona.
Sementara itu, posisi ketiga sering kali menjadi perdebatan antara Saijo Inari dan Toyokawa Inari di Prefektur Aichi, mengingat keduanya sama-sama memegang warisan sinkretis antara Shinto dan Buddha serta memiliki keunikan tersendiri bagi para pengunjungnya.
Destinasi Wisata Lain di Sekitar Okayama

Bagi yang berkunjung ke Prefektur Okayama, disempatkan pula untuk mampir ke Koraku-en yang merupakan salah satu dari tiga taman tradisional terbaik di Jepang, serta Kastil Okayama yang ikonis. Kedua lokasi ini letaknya berdekatan dan dapat dijelajahi dalam beberapa jam saja untuk melengkapi perjalanan wisata Anda.








