Saat ini, semakin banyak wisatawan asing yang menyadari bahwa Prefektur Okayama merupakan salah satu destinasi tambahan yang sangat mudah dimasukkan ke dalam Rencana perjalanan standar yang mencakup Hiroshima. Berkat hal tersebut, Kastil Okayama dan taman Koraku-en yang indah mulai dikunjungi oleh lebih banyak pelancong dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi. Kendati demikian, Okayama sebenarnya menyimpan jauh lebih banyak daya tarik daripada sekadar titik-titik populer tersebut, salah satunya adalah kota bekas benteng Tsuyama yang menjadi permata tersembunyi di wilayah ini.
Jika Anda belum pernah mendengar tentang Tsuyama sebelumnya, ketahuannya Anda tidak sendirian. Kota ini terletak di bagian tengah Cekungan Tsuyama di wilayah Mimasaka Province dan berada di jalur utama penting yang menghubungkan pesisir Laut Pedalaman Seto dengan Tottori serta Laut Jepang. Karena kawasan ini dulunya merupakan rute ziarah utama menuju Izumo Taisha di Prefektur Shimane sekaligus jalur lintas pegunungan di Jepang barat, lokasi Tsuyama memiliki arti strategis yang sangat krusial dalam sejarah.
Sayangnya, atraksi paling terkenal di Tsuyama yaitu benteng utamanya tidak mampu bertahan sepenuhnya dalam era modern. Sebagaimana banyak benteng lain di Jepang, Kastil Tsuyama dibongkar pada akhir periode Edo (1603–1868) seiring berakhirnya zaman samurai. Kendati demikian, tembok batu raksasa dari struktur tersebut sebagian besar masih utuh dan dapat disaksikan oleh para pelancong masa kini.
Cara Menuju ke Sana
Secara geografis, Tsuyama terletak di bagian utara prefektur, tepatnya di dekat Chizu pada perbatasan selatan Tottori. Perjalanan dari Kota Okayama biasanya memerlukan naik kereta lokal dari Stasiun Okayama. Bagi pelancong yang memegang Japan Rail Pass atau tiket kereta regional, mereka dapat turun dari Shinkansen di Stasiun Okayama, lalu melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tsuyama selama sekitar satu jam lebih.
Setibanya di Tsuyama, menjelajahi kota dapat dilakukan dengan berjalan kaki, meskipun menyewa sepeda—terutama sepeda bantuan elektrik—sangat disarankan mengingat kontur kota yang berbukit, terutama saat menuju area Kastil Tsuyama. Sebagai rekomendasi tempat menginap, SHIROYAMA TERRACE TSUYAMA VILLA yang terletak tepat di luar area kastil menawarkan fasilitas pemandian air panas dan sauna dengan pemandangan tembok batu benteng.
Sisa-Sisa Kemegahan Kastil Tsuyama

Kastil Tsuyama terletak di Kakuzan Park di pusat kota dan berfungsi sebagai markas pemerintahan lokal yang didirikan oleh Mori Tadamasa pada tahun 1616 setelah Pertempuran Sekigahara. Benteng ini dulunya merupakan keajaiban arsitektur dengan menara utama setinggi lima lantai dan puluhan menara pengawas. Meskipun bangunannya telah tiada, tempat ini tetap masuk dalam daftar 100 Kastil Terbaik di Jepang.
Selain nilai sejarahnya, kompleks kastil ini terkenal karena dipenuhi oleh sekitar seribu pohon sakura. Setiap musim semi, area ini bertransformasi menjadi salah satu destinasi hanami terkemuka di Jepang barat, lengkap dengan festival malam hari dan iluminasi yang memukau.
Menikmati Keindahan Shuraku-en

Klan Mori membangun Taman Shuraku-en di sisi utara kastil sebagai tempat untuk diplomasi dan menjamu para tamu terhormat, bukan untuk keperluan militer. Taman tradisional Jepang ini dirancang dengan kolam pusat, jalur batuan, serta tanaman musiman yang mencerminkan estetika tradisional. Saat ini, Shuraku-en terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan menawarkan suasana tenang yang sangat indah terutama pada musim gugur saat daun-daun maple berubah menjadi merah dan keemasan.
Menjelajahi Distrik Joto dan Josai

Kastil Tsuyama membagi wilayah pusat kota menjadi dua bagian, yaitu Joto di sebelah timur dan Josai di sebelah barat. Joto dulunya merupakan kawasan tempat tinggal para pedagang dan pengrajin yang kini mempertahankan bangunan-bangunan tradisional bergaya zaman Edo, serta menjadi lokasi Tsuyama Western Studies Museum. Sementara itu, Josai di sisi barat dulunya dihuni oleh para samurai kelas atas dan kompleks kuil Buddha sebagai bentuk pertahanan strategis.
Koleksi Kereta di Dekat Stasiun Tsuyama

Berjalan sedikit dari Stasiun Tsuyama, Tsuyama Manabi Railway Museum menawarkan destinasi menarik bagi penggemar kereta api dan sejarah. Museum ini terletak di bekas depo kereta dan menampilkan berbagai lokomotif bersejarah, termasuk kereta uap D51 yang sangat ikonik di Jepang, lengkap dengan pameran interaktif serta simulator kereta.
Mencicipi Kuliner Daging Sapi Tsuyama
Meskipun konsumsi daging hewan berkaki empat sempat menjadi tabu di sebagian besar wilayah Jepang akibat pengaruh Buddha, warga Tsuyama memiliki pandangan berbeda. Mereka menganggap daging sapi sebagai sumber nutrisi dan obat penambah kekuatan. Tradisi ini menjadikan Tsuyama sebagai salah satu wilayah pelopor budaya makan daging sapi jauh sebelum era Meiji.
Salah satu kuliner khas lokal yang wajib dicoba adalah Horumon Udon, yaitu hidangan mi udon tebal yang ditumis bersama jeroan sapi dan saus berbasis miso yang gurih. Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan daging sapi wagyu lokal berkualitas tinggi di banyak restoran yakiniku yang tersebar di seluruh penjuru kota.
Atraksi Lain di Sekitar Tsuyama

Bagi pelancong yang memiliki kendaraan sewaan, menjelajahi kota tetangga seperti Shoo dapat menjadi tambahan perjalanan yang menarik. Beberapa situs bersejarah di wilayah Shoo meliputi:
- Kurikara Shrine: Kuil yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Kintaro, prajurit legendaris yang juga dikenal sebagai Sakata-no-Kintoki.
- Katsumada Shrine: Kuil yang didedikasikan untuk dewa pembelajaran Michizane Sugawara dan terkenal di kalangan pelajar karena unsur nama yang mengandung arti kemenangan.
- Kintaro Statue: Patung perunggu Kintaro yang sedang menunggangi beruang di Nakano-cho Park.
- Kaku Dohyo: Gelanggang sumo berbentuk persegi empat yang telah digunakan selama lebih dari 500 tahun dan menjadi satu-satunya yang tersisa di Jepang.

Pengunjung yang memiliki waktu lebih juga dapat mampir ke Okayama Farmers Market North Village untuk menikmati pengalaman agrowisata seperti memetik stroberi di dalam rumah kaca.








