Banyak wilayah di Jepang sebenarnya menyimpan potensi besar untuk menarik minat wisatawan asing, asalkan narasinya dikemas dengan cara yang tepat. Sayangnya, banyak kisah menarik dari berbagai prefektur sering kali hilang dalam proses penerjemahan budaya, padahal negeri ini merupakan surga bagi para pecinta sejarah. Sebagai contoh, sisa-sisa bangunan dari Kastil Edo yang masih bertahan justru berada di Prefektur Saitama, sebuah fakta yang kerap luput dari perhatian banyak orang.
Melalui seri artikel bertajuk Backyard Tourism ini, mari kita jelajahi sudut-sudut tersembunyi di Tokyo yang sering kali dilewatkan sebagai destinasi wisata. Sebagai permulaan, kita akan mengulik kawasan sekitar Meguro, sebuah area yang kaya akan sejarah tersembunyi meskipun berada di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
<
Cara Menuju ke Sana

Akses menuju kawasan Meguro tergolong sangat mudah. Anda cukup naik kereta JR Yamanote Line dan turun di Stasiun Meguro. Dari sana, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar lima belas tahun menit. Jika ingin menghemat tenaga, Anda bisa naik kereta Meguro Line dan turun di Stasiun Fudomae untuk memangkas waktu perjalanan dengan berjalan kaki secara signifikan.
Kisah Buddha Bermata Hitam di Ryusen-ji

Nama wilayah Meguro sendiri secara harfiah terbentuk dari aksara kanji yang berarti “mata” dan “hitam”. Di kawasan ini, terdapat sebuah kompleks kuil luas bernama Ryusen-ji yang menyimpan patung penting Fudo Myoo dengan sepasang mata berwarna hitam pekat. Patung ini merupakan bagian dari lima arca pelindung dengan warna mata berbeda yang ditempatkan di titik-titik strategis sekitar Edo (Tokyo masa kini) atas titah Tokugawa Ieyasu untuk melindungi ibu kota baru.
Meskipun bangunan asli kuil ini hancur akibat pemboman Perang Dunia II, struktur beton bertulang yang berdiri saat ini tetap dikelilingi pepohonan tinggi yang menciptakan suasana tenang di tengah kota. Di dalam kompleks, pengunjung dapat menemukan air terjun kecil dan kolam yang dulunya digunakan para peziarah untuk menyucikan diri.
Kuil Rakan di Meguro
Tidak jauh dari Ryusen-ji, terdapat permata tersembunyi lainnya bernama Gohyaku Rakan-ji. Kuil ini menampung lebih dari 500 patung kayu murid Buddha berukuran aslinya yang masing-masing menampilkan ekspresi emosi manusia yang unik. Seluruh patung ini dikerjakan oleh seorang pemahat zaman Edo bernama Shoun Genkei selama sepuluh tahun.
Tiket masuk ke area kuil ini sangat terjangkau, dan tersedia pula kafe di sebelah area kuil bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak menikmati makanan tradisional.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Meguro

Jika Anda memiliki waktu lebih untuk berjalan-jalan, beberapa lokasi berikut sangat layak untuk dikunjungi:
- Togoshi Ginza: Kawasan perbelanjaan dan jajanan kaki lima yang terletak sekitar sepuluh menit dari Stasiun Gotanda, menawarkan suasana permukiman yang ramah lengkap dengan fasilitas pemandian air panas onsen.
- Hotel Gajoen: Hotel bersejarah dekat Stasiun Meguro yang dikenal dengan dekorasi interiornya yang luar biasa megah, serta pameran seni musiman yang selalu menarik banyak pengunjung.
- Museum Parasitologi Meguro: Sebuah museum unik yang menampilkan berbagai spesimen parasit bagi pengunjung yang tertarik dengan ilmu pengetahuan alam yang tidak biasa.








