Home / Travel / Pesona Takamatsu, Ibu Kota Kagawa yang Tenang dan Klasik

Pesona Takamatsu, Ibu Kota Kagawa yang Tenang dan Klasik

Takamatsu City

Sebagai ibu kota Prefektur Kagawa, Takamatsu terletak di bagian timur laut pulau Shikoku dan dulunya berfungsi sebagai kota pelabuhan strategis serta pusat kekuasaan para penguasa Provinsi Sanuki pada zaman Edo. Saat ini, wilayah ini tidak hanya dikenal karena sejarahnya yang kaya, tetapi juga karena posisinya sebagai titik transit yang ideal untuk menjelajahi pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto yang terkenal dengan instalasi seni kontemporernya.

Dengan ukuran kota yang tidak terlalu besar, wisatawan dapat dengan mudah menjelajahi berbagai sudut kota tanpa merasa kewalahan seperti saat berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Jepang. Baik Anda tertarik pada warisan budaya, kuliner lokal, maupun keindahan alamnya, menyediakan waktu beberapa hari di kota ini akan memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan.

Cara Menuju ke Sana

Great Seto Bridge & the Seto Inland Sea

Pemilihan moda transportasi untuk mencapai Takamatsu sangat bergantung pada titik keberangkatan Anda. Jika Anda memulai perjalanan langsung dari Tokyo, cara paling praktis adalah dengan naik pesawat menuju Bandara Takamatsu dari Bandara Haneda. Namun, apabila Anda ingin memanfaatkan tiket kereta seperti Japan Rail Pass, Anda bisa naik kereta menuju Stasiun JR Takamatsu dengan melewati Jembatan Seto Ohashi yang menghubungkan Honshu dan Shikoku.

Untuk merencanakan rute perjalanan kereta secara akurat, Anda dapat memanfaatkan layanan seperti Jorudan. Perlu diingat bahwa aplikasi pencari rute terkadang secara otomatis memilihkan jalur tercepat, sehingga Anda perlu menyesuaikan pengaturannya jika ingin singgah terlebih dahulu di Stasiun Okayama untuk melihat Istana Okayama dan Koraku-en. Selain melalui udara dan darat, Takamatsu juga dapat diakses menggunakan feri dari Himeji dan beberapa pelabuhan lainnya, yang menawarkan cara santai untuk menikmati pemandangan laut.

Keindahan Ritsurin Garden

Ritsurin Garden

Salah satu destinasi paling ikonik di Takamatsu adalah Ritsurin Garden, sebuah taman lanskap tradisional seluas 75 hektar yang berlatar belakang Gunung Shiun. Taman ini memiliki enam kolam, tiga belas bukit lanskap, serta sekitar 1.400 pohon pinus yang dipangkas dengan teliti. Pembangunan taman ini dimulai pada awal tahun 1600-an oleh para penguasa awal Provinsi Sanuki dan kemudian disempurnakan oleh Klan Matsudaira.

Meskipun tidak masuk dalam daftar resmi tiga taman terindah di Jepang, banyak pelancong menganggap Ritsurin Garden memiliki keindahan yang bahkan lebih memukau dibandingkan taman-taman terkenal lainnya, terutama karena daya tariknya yang mempesona di setiap musim. Terletak tidak jauh dari pusat kota dan dapat dijangkau dengan mudah menggunakan bus atau kereta lokal, taman ini direkomendasikan untuk dieksplorasi setidaknya selama beberapa jam.

Takamatsu Castle dan Tamamo Park

Takamatsu Castle

Takamatsu Castle merupakan salah satu contoh benteng pantai terbaik di Jepang yang paritnya dialiri langsung oleh air laut dari Laut Pedalaman Seto. Kompleks benteng yang kini telah bertransformasi menjadi Tamamo Park ini mempertahankan Gerbang Mizutegomon serta tiga menara pengawas yang ditetapkan sebagai Aset Budaya Penting Jepang. Salah satu keunikan di tempat ini adalah pengunjung dapat membeli pakan ikan untuk memberi makan ikan bream laut yang berenang di dalam parit benteng.

Benteng ini dibangun pada akhir tahun 1500-an dan kemudian dikelola oleh Klan Matsudaira pada masa Keshogunan Tokugawa. Letaknya yang sangat dekat dari Stasiun JR Takamatsu menjadikan situs bersejarah ini sebagai lokasi yang sangat mudah diakses oleh para pelancong yang ingin menikmati suasana tenang di tengah kota.

Menikmati Sanuki Udon

Sanuki Udon

Kunjungan ke Takamatsu belum lengkap tanpa mencicipi Sanuki Udon, mi khas Prefektur Kagawa yang terkenal dengan teksturnya yang kenyal serta cita rasanya yang lezat. Dibuat dari tepung terigu berkualitas tinggi, garam, dan air, mi ini biasanya disajikan dengan kaldu ringan berbahan dasar ikan teri kering, kombu, dan kecap asin.

Kota ini dipenuhi oleh berbagai restoran udon, mulai dari kedai tradisional yang dikelola turun-temurun hingga warung swalayan sederhana. Tempat-tempat seperti Udon Baka Ichidai dan Yamada-ya menjadi sebagian destinasi kuliner favorit bagi wisatawan yang ingin merasakan kelezatan mi lokal yang autentik.

Kawasan Belanja Pusat Takamatsu

Takamatsu Chuo-dori Shotengai

Takamatsu juga memiliki kawasan pusat perbelanjaan tertutup yang membentang sepanjang hampir tiga kilometer di pusat kota, menghubungkan Stasiun JR Takamatsu dengan berbagai distrik utama. Dikenal sebagai Takamatsu Chuo-dori Shotengai, arcade belanja ini menawarkan suasana yang ramah pejalan kaki dan terlindung dari berbagai kondisi cuaca.

Di sepanjang jalan beratap ini, pengunjung dapat menemukan berbagai butik fesyen, toko suvenir, kedai makanan lokal, hingga izakaya dan kafe. Kawasan ini selalu ramai dikunjungi oleh warga lokal maupun wisatawan, terutama pada malam hari ketika suasananya menjadi semakin hidup dan hangat.

Pemandangan dari Yashima

View from Yashima

Untuk menikmati panorama Laut Pedalaman Seto dari ketinggian, dataran tinggi lava Yashima yang terletak di sebelah timur pusat kota merupakan lokasi yang tepat. Puncak gunung ini menyimpan sejarah sebagai medan Pertempuran Yashima pada tahun 1185. Dari area observasi Shishi no Reigan, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan kapal-kapal yang berlayar di antara pulau-pulau serta Jembatan Seto Ohashi di kejauhan.

Selain keindahan alamnya, Yashima juga menjadi rumah bagi Yashima-ji, salah satu kuil dalam rute ziarah 80 kuil di Shikoku. Di lereng bawah gunung ini terdapat Shikoku-mura, sebuah museum terbuka yang melestarikan bangunan-bangunan tradisional seperti rumah petani dan gudang bersejarah dari berbagai penjuru pulau.

Menjelajahi Laut Pedalaman Seto

Shodoshima’s Olive Park

Pelabuhan Takamatsu juga menjadi titik awal untuk mengunjungi berbagai pulau menarik di Laut Pedalaman Seto selain Naoshima dan Teshima. Beberapa pulau yang dapat dijangkau melalui perjalanan laut meliputi:

  • Ogijima: Pulau nelayan kecil yang tenang dengan lorong-lorong sempit di antara rumah-rumah kayu tradisional, cocok bagi pelancong yang ingin merasakan lambatnya ritme kehidupan lokal.
  • Megijima: Pulau yang erat kaitannya dengan legenda rakyat Momotaro, di mana pengunjung dapat menjelajahi gua yang diyakini sebagai sarang raksasa serta menikmati pemandangan pantai saat musim panas.
  • Shodoshima: Pulau terbesar di antara pulau-pulau lokal yang terkenal dengan perkebunan zaitun, pabrik pembuatan kecap tradisional, serta lanskap pesisir yang memesona.

Perjalanan dari Pelabuhan Takamatsu ke Shodoshima juga dapat dilanjutkan menuju Prefektur Hyogo melalui Pelabuhan Himeji, memberikan opsi rute perjalanan yang semakin kaya bagi para wisatawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *