Home / Travel / Pesona Shodoshima, Pulau Terbesar Kedua di Laut Pedalaman Seto

Pesona Shodoshima, Pulau Terbesar Kedua di Laut Pedalaman Seto

View of Shodoshima

Kawasan di sekitar Seto Inland Sea menyimpan banyak sekali keindahan tersembunyi, dan salah satu permata paling menonjol di antaranya adalah Shodoshima. Dikenal sebagai pulau terbesar kedua di perairan tersebut setelah Awaji, Shodoshima sering mendapat julukan sebagai “Mediterania-nya Jepang” karena iklimnya yang hangat serta sejarahnya sebagai pionir budidaya buah zaitun di negeri sakura. Pengunjung yang datang kini dapat menyaksikan langsung warisan tersebut di Shodoshima Olive Park.

Selain identik dengan julukan “Pulau Zaitun,” Shodoshima juga dianugerahi bentang alam yang memukau. Mulai dari jurang yang dramatis hingga terasering sawah yang menawan, pulau ini menawarkan keragaman keajaiban alam yang luar biasa. Terdapat pula fenomena pasir timbul bernama Angel Road yang hanya muncul saat air surut. Ditambah lagi, sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan pameran seni bergengsi Setouchi Triennale, para pecinta seni dapat menemukan berbagai instalasi seni luar ruangan yang tersebar di seluruh penjuru pulau.

Shodoshima adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan bagi siapa saja yang menjelajahi wilayah Jepang bagian barat. Lokasinya sangat ideal karena menawarkan suasana yang tenang dan jauh dari keramaian turis berlebih, namun tetap mudah diakses melalui jaringan feri yang terhubung langsung ke Takamatsu di Shikoku maupun Himeji di Honshu.

Meski dapat dikunjungi sebagai destinasi liburan singkat, satu hari saja tidak akan pernah cukup untuk mengeksplorasi kedalaman pesona Shodoshima. Menghabiskan malam di akomodasi seperti Bay Resort Hotel Shodoshima jauh lebih disarankan agar wisatawan dapat menikmati setiap sudut pulau dengan lebih leluasa tanpa dibayangi waktu keberangkatan kapal terakhir.

Cara Menuju ke Sana

The so-called “Olive Line” runs between the city of Takamatsu and Shodoshima in around an hour. From the deck, you can see the hills of the island as you approach.

Karena letaknya yang berada di tengah laut, moda transportasi utama untuk mencapai Shodoshima adalah menggunakan kapal feri baik dari wilayah Honshu maupun Shikoku, mengingat tidak ada jembatan yang menghubungkan pulau ini langsung dengan daratan utama.

Pelabuhan Takamatsu di Shikoku merupakan titik keberangkatan paling populer bagi wisatawan. Kapal feri berangkat setiap satu jam sekali menuju Pelabuhan Tonosho dengan durasi perjalanan sekitar 60 menit. Setibanya di pelabuhan, perjalanan di dalam pulau harus dilanjutkan menggunakan bus karena tidak ada jalur kereta api di Shodoshima.

Alternatif lainnya adalah menaiki feri dari Pelabuhan Himeji di Honshu. Perjalanan laut ini memakan waktu sekitar 90 menit dan menjadi pilihan yang sangat strategis bagi pelancong yang mengikuti rute perjalanan wisata populer di Jepang.

Budidaya Zaitun di Olive Park

Shodoshima Olive Park is where the country’s olive production stated. Today, it has attracted many fans of Studio Ghibli due to being the inspiration for Kiki’s Delivery Service.

Tidak ada tempat lain yang lebih ikonik di pulau ini selain Shodoshima Olive Park. Sebagai tempat kelahiran industri zaitun di Jepang, kawasan ini merepresentasikan identitas utama Shodoshima dengan jajaran pohon zaitun dan iklimnya yang mediteranian.

Di dalam area taman, pengunjung dapat menjelajahi kebun zaitun yang luas, kincir angin bergaya Yunani yang sangat fotogenik, serta museum kecil yang mengulas sejarah perkembangan zaitun. Tersedia pula pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai produk olahan minyak zaitun, kosmetik, dan camilan khas.

Daya tarik lain yang tidak kalah menarik adalah hubungannya dengan film Studio Ghibli’s Kiki’s Delivery Service. Lanskap kawasan kincir angin ini menjadi inspirasi dalam film animasi tersebut, di mana pengunjung dapat meminjam sapu secara gratis di pusat informasi untuk berpose seolah-olah terbang di depan kincir angin.

Taman ini terletak di pantai selatan pulau dan dapat dijangkau dalam waktu sekitar 20 menit berkendara dari Pelabuhan Tonosho, atau menggunakan bus lokal yang jadwalnya perlu diperhatikan terlebih dahulu.

Menikmati Kecap Asin Tradisional

From the second floor of a warehouse, master craftsmen spend days and nights perfecting their soy sauce brews. This has attracted the attention of chefs from all over the world and the high quality product is featured in the pages of media internationally.

Selain zaitun, Shodoshima sangat terkenal sebagai produsen kecap asin berkualitas tinggi yang telah berjalan selama lebih dari empat abad. Aroma fermentasi kedelai yang khas kerap tercium saat menyusuri distrik produsen kecap di pulau ini.

Produsen paling terkemuka di pulau ini adalah Marukin, yang juga mengelola Marukin Soy Sauce Museum. Di sini, pengunjung dapat mempelajari proses pembuatan kecap, melihat peralatan tradisional masa lalu, serta menikmati sesi degustasi untuk merasakan kekayaan rasa kecap khas Shodoshima.

Bagi para penikmat kuliner sejati, mengunjungi Yamaroku Shoyu juga sangat direkomendasikan. Produsen ini mempertahankan metode tradisional dengan menggunakan tong kayu raksasa berusia lebih dari satu abad untuk menghasilkan cita rasa kecap yang otentik dan mendalam.

Keindahan Kankakei Gorge

Shodoshima is beautiful during the spring as well as the autumn. It’s beautiful destinations such as Kankakei Gorge have graced the pages of travel media all across the planet.

Kankakei Gorge merupakan salah satu ngarai terindah di Jepang yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik dan erosi selama ribuan tahun. Tebing curam, formasi batuan unik, dan hijaunya vegetasi menciptakan pemandangan alam yang luar biasa memukau.

Kawasan ini menawarkan keindahan di setiap musim, tetapi pesonanya mencapai puncak saat musim gugur tiba antara akhir Oktober hingga akhir November. Perpaduan warna merah, oranye, dan kuning pada daun-daunan menciptakan kontras dramatis dengan dinding tebing batu. Pengunjung dapat menikmati pemandangan ini melalui jalur hiking atau dengan menaiki kereta gantung (ropeway).

Pesona Angel Road yang Unik

This beautiful stretch of sand connects Shodoshima with one of the small islands that are located just off the coat. It’s absolutely beautiful when the tide is low.

Salah satu spot paling romantis di Shodoshima adalah Angel Road, jalur pasir alami yang hanya muncul ketika air laut surut. Jalan setapak ini menghubungkan pulau utama dengan beberapa pulau kecil di sekitarnya. Menurut legenda setempat, pasangan yang berjalan menyusuri jalur pasir ini bergandengan tangan akan mendapatkan kebahagiaan abadi.

Lokasinya yang hanya berjarak sekitar lima menit berkendara dari Pelabuhan Tonosho menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi yang paling mudah diakses oleh wisatawan.

Destinasi Menarik Lainnya di Shodoshima

Whole not one of the main allures, the gorgeous rice fields pictured here are just one more reason to come see what Shodoshima has to offer.

Bagi pelancong yang memiliki waktu lebih luang dan menggunakan kendaraan sewaan, Shodoshima masih menyimpan berbagai lokasi menarik lainnya:

  • Shodoshima Daikannon: Patung Dewi Kenasifan setinggi 50 meter yang memungkinkan pengunjung masuk ke bagian dalam untuk melihat altar kecil dan panorama pulau.
  • Nakayama Terraced Rice Fields: Kawasan sawah terasering indah yang menghadap langsung ke arah pantai Seto Inland Sea.
  • Nijushi-no-Hitomi Eigamura: Museum terbuka berupa set lokasi syuting film klasik Jepang yang merefleksikan kehidupan pedesaan abad ke-20.
  • Osaka Castle Stones Michi-no-Eki: Area peristirahatan yang memperingati sejarah batu-batu besar dari Shodoshima yang digunakan untuk pembangunan Istana Osaka.
  • Choshikei Monkey Park: Taman perlindungan monyet liar jepang di lembah pegunungan dengan pemandangan alam yang luas.

Selain itu, terdapat pula Dofuchi Strait yang tercatat dalam Guinness Book of World Records sebagai selat tersempit di dunia dengan lebar hanya 9,93 meter pada titik tersembitnya.

Atraksi di Sekitar Shodoshima

Found to the east of the Koto River, Ritsurin is one of the most beautiful Japanese gardens in the entire country. While not officially on the top three list, it definitely deserves the title and is absolutely breathtaking during any time of the year.

Shodoshima sangat cocok dipadukan dalam rangkaian perjalanan menjelajahi wilayah Setouchi. Wisatawan sering kali menggabungkan kunjungan ke pulau ini setelah mengeksplorasi kemegahan Himeji Castle.

Pilihan titik awal yang sangat ideal adalah Takamatsu City di Prefektur Kagawa, yang terkenal dengan Ritsurin Garden dan pusat perbelanjaannya. Kota ini berfungsi sebagai gerbang utama pelayaran di Laut Pedalaman Seto sekaligus menyediakan pilihan akomodasi yang lebih beragam.

Pulau ini juga terhubung dengan baik ke pulau-pulau seni seperti Naoshima and Teshima, sehingga pengunjung dapat menikmati kombinasi sempurna antara keindahan alam tradisional dan instalasi seni kontemporer kelas dunia dalam satu perjalanan liburan di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *