Prefektur Nagano kini sudah menjadi destinasi yang sangat populer di Jepang. Dikenal berkat resor ski kelas dunia di Hakuba serta monyet salju yang berendam di Snow Monkey Park, wilayah ini tidak lagi dianggap sebagai tempat terpencil. Kendati demikian, masih banyak keindahan dan situs menarik di Nagano yang kerap terlewat oleh para pelancong.
Secara historis, wilayah yang kini dikenal sebagai Nagano mencakup Provinsi Shinano pada masa lalu. Selama era Edo (1603–1868), kawasan ini memegang peran krusial di sepanjang jalur Nakasendo, dengan 26 dari total 69 kota pos berada di dalam prefektur ini. Sebelum Keshogunan Tokugawa menyatukan kembali Jepang, Shinano juga menjadi arena pertempuran sengit antar-panglima perang, termasuk konflik legendaris di dataran Kawanakajima antara Takeda Shingen dan Uesugi Kenshin.
Selain sejarahnya yang panjang, Prefektur Nagano dikaruniai keindahan alam yang luar biasa. Dikelilingi oleh Pegunungan Alpen Jepang serta dipenuhi lembah, sungai, dan hutan, wilayah ini menawarkan lanskap terjal yang memukau. Kondisi geografis tersebut menjadikan Nagano surga bagi para pecinta alam untuk melakukan pendakian, ski, serta berbagai aktivitas luar ruangan lainnya, sekaligus melestarikan desa-desa tradisional di berbagai penjuru wilayah.
Cara Menuju ke Sana
Mengingat wilayahnya yang sangat luas dan dipisahkan oleh pegunungan, Nagano terbagi menjadi beberapa kawasan perjalanan yang berbeda. Sebagai contoh, Nagano City dan Matsumoto berada di cekungan yang terpisah oleh Pegunungan Chikuma. Meskipun terhubung oleh kereta ekspres, keduanya lebih optimal dijadikan basis terpisah saat merencanakan liburan.
Secara umum, akses ke Nagano dari Tokyo terbagi menjadi dua koridor utama. Koridor pertama mengikuti jalur Hokuriku Shinkansen melalui Karuizawa dan Ueda menuju Nagano City serta Iiyama. Koridor kedua melewati jalur Chuo Line via wilayah Suwa menuju Matsumoto menggunakan Limited Express Azusa. Sebaiknya pilih salah satu koridor untuk rencana perjalanan Anda agar lebih efisien.
Mulai dari Nagano City

Nagano City merupakan titik awal yang paling logis untuk memulai petualangan. Ibu kota prefektur ini berkembang di sekitar Zenko-ji, kompleks kuil Buddha berusia sangat tua yang didirikan sejak abad ketujuh. Kuil ini terbuka bagi umat dari berbagai mazhab dan menawarkan suasana jalanan bersejarah yang dipenuhi toko tradisional serta penginapan peziarah.
Selain kuil utama, kota ini menyimpan jejak sejarah Olimpiade Musim Dingin 1998 serta situs pertempuran Kawanakajima di Taman Historis Hachimanbara. Berada di jalur Hokuriku Shinkansen, Nagano City juga menjadi gerbang utama untuk melanjutkan perjalanan ke Togakushi dan area utara prefektur.
Mengunjungi Kuil Togakushi

Tersembunyi di pegunungan di atas Nagano City, Kuil Togakushi berkaitan erat dengan mitologi Shinto tentang dewi matahari Amaterasu. Kompleks suci ini sebenarnya terdiri dari lima kuil terpisah yang tersebar di area pegunungan, di mana bagian Upper Shrine terkenal dengan jalan setapak megah yang dikelilingi pohon cedar raksasa berusia ratusan tahun.
Meskipun lanskap bersaljunya sangat fotogenik pada musim dingin, pengunjung diingatkan untuk tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan demi menghormati kesucian tempat ibadah ini. Perjalanan dari Stasiun Nagano menuju kawasan ini memakan waktu sekitar satu jam menggunakan bus.
Monyet Salju di Yamanouchi

Snow Monkey Park di Yamanouchi merupakan habitat bagi kera Jepang liar yang terkenal karena kebiasaan mereka berendam di kolam air panas alami saat musim dingin. Pemandangan unik ini menarik banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia antara bulan Desember hingga Maret.
Kendati demikian, popularitas tempat ini membuat area tersebut sering dipadati pengunjung terutama pada musim puncak liburan. Bagi yang tetap ingin berkunjung, disarankan untuk menginap di pemandian air panas terdekat seperti Yudanaka Onsen atau Shibu Onsen untuk menikmati pengalaman tradisional secara lebih santai.
Keagungan Kastil Matsumoto

Menyeberang ke sisi barat pegunungan, Kota Matsumoto menawarkan atmosfer yang berbeda dengan pusat administratif yang kaya akan sejarah. Daya tarik utama kota ini adalah Kastil Matsumoto, salah satu dari sedikit benteng asli di Jepang yang masih bertahan utuh dan ditetapkan sebagai Harta Karun Nasional.
Dikenal sebagai “Kastil Gagak” berkat dinding hitamnya yang kontras dengan latar belakang Pegunungan Alpen Jepang, pengunjung dapat menaiki menara kayu aslinya untuk menikmati panorama kota dari ketinggian. Matsumoto juga menjadi titik transit ideal untuk menjelajahi Lembah Kiso dan wilayah sekitarnya.
Narai-juku dan Lembah Kiso

Terletak di bagian selatan Lembah Kiso, Narai-juku adalah salah satu kota pos paling makmur di sepanjang jalur bersejarah Nakasendo pada masa lalu. Deretan bangunan kayu berarsitektur tradisional di kawasan ini masih terjaga dengan baik, menawarkan suasana era Edo yang autentik bagi para pengunjung.
Kawasan ini sangat cocok untuk berjalan-jalan santai menikmati jajanan lokal, kedai sake, dan toko kerajinan tangan. Perjalanan ke Narai-juku dapat ditempuh dengan mudah menggunakan kereta dari Matsumoto dalam waktu sekitar 45 menit.
Menjelajahi Keindahan Kamikochi

Kamikochi merupakan salah satu destinasi wisata alam paling terkenal di Prefektur Nagano yang menawarkan pemandangan lembah alpine, aliran Sungai Azusa yang jernih, serta latar belakang pegunungan yang megah. Tempat ini menjadi surga bagi para pecinta alam dan pendaki yang ingin menikmati keasrian alam pegunungan Jepang.








