Home / Travel / Pesona Kumagaya, Kota Kipas Tradisional Jepang

Pesona Kumagaya, Kota Kipas Tradisional Jepang

Northern Kumagaya the Tonegawa

Kota Kumagaya di Prefektur Saitama awalnya disinggahi sebagai bagian dari tur promosi menjelang Piala Dunia Rugby 2019. Dikenal sebagai salah satu pusat olahraga rugby, kota ini menyimpan berbagai daya tarik yang sering kali luput dari perhatian wisatawan mancanegara. Bagi pelancong yang ingin menghindari kerumunan masif di destinasi utama Jepang atau mencari pelarian praktis dari Tokyo, Kumagaya menawarkan pengalaman tersembunyi yang menarik untuk dijelajahi, sekaligus menjadi jalur transit yang strategis menuju wilayah Nagano atau Hokuriku.

Meskipun terkenal dengan suhu musim panasnya yang ekstrem dan kerap memecahkan rekor cuaca panas di Jepang, kota ini memiliki banyak hal untuk ditawarkan sepanjang tahun. Mulai dari kompleks kuil bersejarah yang megah hingga keindahan alam musiman di sepanjang tepi sungai.

Cara Menuju ke Sana

Kumagaya Station

Secara geografis, Kumagaya terletak di bagian utara Prefektur Saitama dan dulunya merupakan kota pos penting di sepanjang jalur Nakasendo yang menghubungkan Kyoto dengan Tokyo masa lampau. Saat ini, kota tersebut dilayani oleh jalur kereta cepat Hokuriku Shinkansen, meski tidak semua kereta berhenti di Stasiun Kumagaya. Jika memiliki tiket terusan kereta regional JR, perjalanan dengan Shinkansen adalah opsi tercepat.

Bagi pelancong tanpa tiket terusan, jalur reguler JR Takasaki Line dari pusat Tokyo menuju Gunma menjadi pilihan paling praktis dengan durasi perjalanan sekitar satu setengah jam. Menggunakan aplikasi atau layanan pengebuan jadwal seperti Jorudan sangat dianjurkan untuk memudahkan perencanaan. Penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih juga dapat memilih kursi Green Car untuk menghindari kepadatan jam sibuk.

Setibanya di Stasiun Kumagaya, perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan bus yang tersedia di pintu keluar sisi utara stasiun.

Kompleks Kuil Menuma Shodenzan Kangiin

Menuma Shodenzan Kangi-in

Daya tarik utama di Kumagaya adalah Menuma Shodenzan Kangiin, sebuah kompleks kuil megah di sebelah utara pusat kota yang sering dijuluki sebagai Nikko versi Saitama. Kemegahan arsitekturnya kerap disandingkan dengan Nikko Toshogu Shrine, namun dengan suasana yang jauh lebih tenang tanpa lautan turis.

Kuil ini berakar dari tahun 1179 ketika seorang penguasa lokal mendirikan tempat suci bagi Kangiten, dewa Buddha untuk kesuksesan dan keharmonisan. Kompleks yang berdiri saat ini diselesaikan pada tahun 1760 berkat pendanaan dari penduduk setempat, mencerminkan kemakmuran ekonomi wilayah tersebut di masa lalu karena lokasinya yang strategis di dekat Sungai Tonegawa. Bagian eksterior bangunan utamanya dipenuhi ukiran sangat rumit dan detail yang memukau siapa saja yang melihatnya.

Untuk mencapai kompleks kuil ini dari Stasiun Kumagaya, pengunjung dapat naik bus dari halte di pintu keluar utara dengan tujuan Stasiun Ota, Menuma Shoden-mae, atau Stasiun Nishi-Koizumi, lalu turun di halte Menuma Shoden-mae. Perjalanan memakan waktu sekitar 25 menit.

Menikmati Bunga Sakura di Sepanjang Sungai Arakawa

Nanohana & Cherry Blossoms at the Kumagaya Sakura Tsutsumi

Pada musim semi, Kumagaya Sakura Tsutsumi menjadi destinasi utama untuk tradisi hanami di Prefektur Saitama. Kawasan ini membentang sepanjang kurang lebih dua kilometer di sepanjang bantaran Sungai Arakawa, menampilkan terowongan alami dari sekitar 500 pohon sakura.

Saat musim mekarnya tiba, lautan kelopak merah muda berpadu dengan hamparan bunga rapeseed atau nanohana berwarna kuning cerah, menciptakan kontras visual yang mempesona. Suasana di tempat ini menjadi sangat meriah, terutama pada malam hari saat pohon-pohon sakura diterangi lampu dekoratif. Lokasinya pun sangat mudah dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 10 hingga 15 menit ke arah selatan dari Stasiun Kumagaya.

Festival Kumagaya Uchiwa dan Suasana Musim Panas

Kumagaya Uchiwa Festival

Reputasi Kumagaya sebagai salah terpanas di Jepang terbayar lunas lewat penyelenggaraan Kumagaya Uchiwa Festival setiap akhir bulan Juli. Festival musim panas tradisional yang berlangsung selama tiga hari ini berpusat di sekitar area stasiun dan dinamai sesuai dengan kipas tangan uchiwa yang dibagikan kepada pengunjung.

Acara ini diramaikan oleh parade kereta hias dashi, iringan musik seruling dan drum taiko, serta tarian tradisional warga lokal di jalanan. Puncak perayaan menampilkan belasan kereta hias yang berkumpul di alun-alun utama dengan suasana malam hari yang sangat energik. Selain itu, pada bulan Agustus, kota ini juga menggelar Kumagaya Fireworks Festival di tepi Sungai Arakawa yang menyajikan pertunjukan kembang api megah di bawah langit malam musim panas.

Eksplorasi di Sekitar Stasiun Kumagaya

Kumagaya Ekimae

Kawasan di sekitar Stasiun Kumagaya berfungsi sebagai pusat aktivitas perkotaan yang dilengkapi pusat perbelanjaan, restoran, dan fasilitas modern. Kompleks perbelanjaan di dekat stasiun menjadi tempat berteduh yang nyaman untuk menghindari teriknya suhu musim panas.

Tidak jauh dari pusat kota, terdapat pula Seikei-en, sebuah taman bergaya Jepang yang tenang dan sering digunakan untuk upacara minum teh. Taman ini dirawat dengan apik dan menjadi sumber aliran Sungai Hoshikawa yang membelah kota, menjadikannya lokasi singgah yang sempurna untuk bersantai.

Destinasi Menarik di Sekitar Kumagaya

Shibazakura and Mt. Buko at Chichibu’s Hitsujiyama Park

Letak Kumagaya sangat strategis untuk dikombinasikan dengan kunjungan ke Chichibu, kota pegunungan di bagian barat Prefektur Saitama yang terhubung langsung melalui Chichibu Main Line. Perjalanan lintas wilayah ini membuka berbagai peluang wisata musiman, seperti menikmati hamparan bunga shibazakura di Hitsujiyama Park pada akhir musim semi atau menjelajahi kawasan alam bebas di sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *