Home / Travel / Pelajaran dari Kunjungan Pangeran William ke Jepang untuk Keluarga Kerajaan Jepang

Pelajaran dari Kunjungan Pangeran William ke Jepang untuk Keluarga Kerajaan Jepang

header 640x 53

Kunjungan Pangeran William ke Jepang beberapa waktu lalu menandai perjalanan resmi pertamanya ke Negeri Sakura. Selama tiga hari, sang duke menghabiskan waktunya di sana sebelum melanjutkan perjalanan ke Tiongkok. Meskipun agendanya di Tiongkok berfokus pada isu perlindungan hewan, kedatangannya di Jepang dimanfaatkan oleh para politisi setempat untuk berbagai kepentingan strategis, utamanya demi menarik perhatian publik domestik dan menyoroti berbagai pencapaian negara.

Baik Jepang maupun Inggris sama-sama memiliki keluarga kerajaan yang menjalankan fungsi seremonial dalam sistem politik masing-masing. Kendati demikian, kehadiran seorang bangsawan asing selalu menghadirkan dinamika tersendiri. Pangeran William menampilkan sisi monarki yang tergolong baru bagi masyarakat Jepang yang dikenal sangat mengagumi institusi kerajaan.

Jejak Sejarah Kunjungan Kerajaan

very distinguished looking royal of the UK

Hubungan antara keluarga kerajaan Inggris dan Jepang telah terjalin sejak lama. Pada tahun 1869, Alfred selaku Duke of Edinburgh tercatat sebagai pangeran Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Jepang. Kunjungan tersebut terjadi hanya berselang setahun setelah Keshogunan Tokugawa yang isolasionis runtuh dan kekuasaan kaisar dipulihkan. Saat itu, Alfred bahkan diterima langsung oleh Kaisar Meiji di Tokyo. Seiring terbukanya kembali Jepang terhadap dunia barat pada era Meiji, para pemimpin Jepang menyadari adanya kemiripan antara kedua negara: sama-sama merupakan negara kepulauan dengan tradisi monarki, tata krama, serta budaya teh yang kuat. Jepang pun sempat meniru model imperialisme Inggris dalam membangun berbagai institusi baru mereka, meski mereka juga mengambil inspirasi dari Prancis dan Prussia.

Seiring berjalannya waktu, kunjungan antar-pangeran dari kedua belah pihak terus berlanjut hingga Kaisar Hirohito melakukan lawatan ke Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya pada tahun 1921. Namun, hubungan kedua negara sempat memburuk akibat Perang Dunia II sebelum akhirnya kembali normal ketika Putra Mahkota Akihito menghadiri penobatan Ratu Elizabeth II. Kaisar Hirohito kemudian melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Inggris pada tahun 1971, yang dibalas oleh kunjungan Ratu Elizabeth II empat tahun berselang. Pangeran Charles bersama Putri Diana juga berkunjung ke Jepang pada tahun 1986—sebuah kunjungan yang kerap disinggung kembali saat Pangeran William datang ke Jepang.

Hari Pertama Pangeran William di Jepang

Pangeran William tiba di Bandara Haneda pada hari Kamis, 26 Februari, dan disambut oleh kerumunan warga meskipun cuaca saat itu sedang hujan. Sang istri, Kate, tidak dapat mendampinginya karena tengah mengandung anak kedua mereka yang telah memasuki bulan ketujuh. Ketidakhadiran Kate cukup disayangkan mengingat popularitasnya yang tinggi di mata publik.

Kate dikenal luas berkat penampilan publiknya serta selera busananya yang kerap menjadi sorotan, mirip seperti mendiang ibu William, Putri Diana. Hal ini kontras dengan kondisi Putri Masako, istri dari Putra Mahkota Naruhito, yang lebih banyak menghindari sorotan publik sejak tahun 2002 akibat tekanan mental yang dihadapinya.

Beban mental sebagai anggota keluarga kekaisaran kerap dikaitkan dengan tekanan untuk melahirkan pewaris takhta laki-laki. Setelah mengalami keguguran pada tahun 1999 dan melahirkan Putri Aiko pada tahun 2001, perdebatan publik mengenai suksesi kekaisaran sempat mencuat dan menuntut amendemen Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran tahun 1947. Perdebatan tersebut mereda pada tahun 2006 setelah adik Putra Mahkota Naruhito, Pangeran Fumihito, dikaruniai seorang anak laki-laki.

Setibanya di Tokyo, Pangeran William langsung diajak oleh Gubernur Tokyo, Yoichi Masuzoe, menaiki kapal untuk berkeluarga di Teluk Tokyo guna melihat sejumlah lokasi yang akan menjadi venue Olimpiade 2020. Pada sore harinya, ia mengunjungi Taman Hamarikyu untuk menghadiri upacara minum teh tradisional. Pangeran William diberikan kelonggaran untuk duduk di kursi rendah alih-alih bersimpuh dalam posisi seiza yang lazim.

Hari Kedua Pangeran William di Jepang

Agenda hari Jumat diisi dengan kunjungan ke Pemakaman Perang Persemakmuran di Yokohama. Pemakaman tersebut didedikasikan bagi sekitar 1.700 prajurit dari Persemakmuran Inggris yang gugur sebagai tawanan perang di Jepang selama Perang Dunia II. William meletakkan karangan bunga, menandatangani buku tamu, serta melihat album foto yang mendokumentasikan kunjungan mendiang ibunya ke tempat yang sama pada tahun 1995.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *