Home / Travel / Panduan Wisata ke Pedesaan Jepang: Tips Menghindari Masalah Umum

Panduan Wisata ke Pedesaan Jepang: Tips Menghindari Masalah Umum

The Shokatan Coast of Hokkaido

Salah satu keunikan pariwisata di Jepang adalah banyaknya destinasi menarik yang letaknya jauh dari pusat kota metropolitan. Tempat-tempat penting seperti Izumo Taisha, yang merupakan salah satu kuil tertua dan paling dihormati dalam agama Shinto, justru berada di pedesaan Prefektur Shimane yang cukup terpencil.

Untungnya, sistem transportasi di Jepang sangat diandalkan sehingga wisatawan tetap dapat menjangkau berbagai tempat dengan mudah. Kendati demikian, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara bepergian di kota besar dan menjelajahi kawasan pedesaan. Agar perjalanan Anda berjalan lancar tanpa hambatan, berikut adalah beberapa panduan penting yang perlu diperhatikan saat meninggalkan kawasan perkotaan.

Tip 1: Bawa Uang Tunai yang Cukup

A tourist traveling in the Japanese countryside carries extra cash with them just in case

Pertama-tama, bersiaplah untuk membawa uang tunai jauh lebih banyak dari perkiraan Anda. Tariklah uang dalam jumlah yang Anda rasa cukup, lalu lipat gandakan menjadi tiga atau empat kali lipat. Pastikan Anda selalu memiliki dana tunai untuk bertahan selama beberapa hari atau untuk kembali ke kota besar jika situasi mendesak.

Berbeda dengan kota besar, mesin ATM sangat jarang ditemukan di pedesaan. Selain itu, kartu bank asing sering kali tidak dapat digunakan kecuali di gerai minimarket tertentu seperti 7-Eleven. Jepang secara keseluruhan masih menjadi masyarakat yang mengandalkan uang tunai, terutama di daerah pedalaman. Banyak tempat usaha sama sekali tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit, termasuk beberapa penginapan tradisional ryokan. Jadi, selalu sediakan uang tunai yang cukup di dompet Anda.

Tip 2: Perhatikan Jadwal Kereta

A tourist traveling in the Japanese countryside arrives at a rural train station

Saat menjelajahi prefektur pedesaan, memperhatikan jadwal kereta adalah hal yang krusial. Jika di kota besar Anda bisa dengan mudah menunggu kereta berikutnya, hal tersebut tidak berlaku di desa. Di beberapa daerah terpencil, kereta mungkin hanya lewat sekali dalam satu jam. Oleh karena itu, Anda harus merencanakan rute perjalanan dan jadwal transit dengan cermat untuk memaksimalkan waktu liburan.

Anda bisa menggunakan layanan seperti Jorudan untuk mengecek jadwal dan durasi perjalanan secara akurat. Perhatikan baik-baik jadwal kereta ekspres terbatas, kereta Shinkansen, dan terutama jadwal kereta terakhir agar Anda tidak terjebak di pedesaan tanpa tempat menginap.

Tip 3: Lakukan Reservasi Penginapan Lebih Awal

A tourist traveling in the Japanese countryside stays at a traditional ryokan

Mencari tempat menginap di pedesaan Jepang terkadang cukup menantang. Sebagian besar situs reservasi menggunakan bahasa Jepang, dan yang lebih mengejutkan, banyak penginapan tradisional atau ryokan yang bahkan belum memiliki situs web resmi.

Bagi wisatawan yang tidak berbahasa Jepang, Anda bisa memanfaatkan platform seperti Airbnb atau situs lokal seperti Jalan yang menyediakan versi bahasa Inggris dengan cukup baik. Jika Anda ingin memesan ryokan tradisional yang sulit diakses secara online, Anda bisa menggunakan jasa perantara seperti Japanese Guest Houses yang siap membantu proses komunikasi dengan biaya layanan tertentu.

Tip 4: Siapkan Dokumen Cadangan

A tourist traveling in the Japanese countryside brings a backup of their passport

Meskipun jaringan internet seluler di Jepang sangat luas, masih ada beberapa area terpencil yang memiliki sinyal lemah, terutama jika Anda mengandalkan perangkat seperti pocket Wi-Fi. Akses internet publik gratis juga tidak sebanyak di kota besar.

Untuk menghindari situasi sulit, pastikan Anda menyimpan informasi penting seperti alamat hotel secara offline. Simpan tangkapan layar (screenshot) dari dokumen-dokumen penting termasuk paspor dan jadwal kereta agar tetap bisa diakses meskipun tanpa koneksi internet.

Tip 5: Sesuaikan Waktu Aktivitas dengan Alam

A tourist traveling in the Japanese countryside explores the rice fields of Niigata Prefecture’s Tokamachi

Berbeda dengan Tokyo atau Osaka yang seolah tidak pernah tidur, kawasan pedesaan memiliki ritme kehidupan yang lebih tenang. Sebagian besar toko dan restoran di desa biasanya sudah tutup pada pukul 17.30 sore. Sebaiknya mulailah aktivitas Anda lebih pagi agar selaras dengan ritme kehidupan lokal.

Sebagai antisipasi, catat lokasi minimarket seperti 7-Eleven atau Family Mart terdekat yang beroperasi selama 24 jam. Minimarket di Jepang menyediakan berbagai pilihan makanan segar dan berkualitas yang dapat diandalkan saat Anda kesulitan mencari tempat makan di malam hari.

Tip 6: Abaikan Tatapan Orang Lokal

A friendly old man smiles at a tourist traveling in the Japanese countryside

Saat berkunjung ke daerah pedesaan, terutama bagi wisatawan asing, Anda mungkin akan menjadi pusat perhatian dan menerima banyak tatapan penasaran dari warga lokal. Sebagian penduduk di daerah terpencil mungkin baru melihat wisatawan asing beberapa kali seumur hidup mereka.

Tatapan tersebut bukanlah bentuk kebencian atau rasisme, melainkan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal asing yang jarang mereka temui sehari-hari. Cara terbaik menghadapinya adalah dengan mengabaikannya. Warga pedesaan di Jepang umumnya sangat ramah dan suka membantu, jadi jika Anda berhasil mengatasi kendala bahasa, Anda bahkan bisa mendapatkan teman baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *