Home / Study / Panduan Kata Kerja Transitif dan Intransitif Bahasa Jepang Serta Cara Menggunakannya

Panduan Kata Kerja Transitif dan Intransitif Bahasa Jepang Serta Cara Menggunakannya

header 640x 105

Kata kerja transitif dan intransitif sering kali dianggap sebagai salah satu bagian yang paling membingungkan dalam mempelajari bahasa Jepang. Walaupun sudah diperkenalkan sejak pelajaran tingkat dasar, konsep ini tetap saja menantang. Padahal, jika Anda memahami fondasi dasarnya dengan tepat, memahami verba transitif dan intransitif sebenarnya cukup sederhana.

Sebelum mulai, mari kita bedah definisi dasar kedua jenis kata kerja ini dalam bahasa Inggris:

Transitive Verb Kata kerja yang memerlukan objek langsung
Intransitive Verb Kata kerja yang tidak memerlukan objek langsung

Langkah awal untuk menguasai materi ini adalah memahami apa itu objek langsung. Objek langsung adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh kata kerja dalam kalimat tersebut.

Perhatikan contoh berikut:

Sam menendang bola.
Subjek kata kerja objek langsung.

Kita dapat menemukan objek langsung dengan mengajukan pertanyaan “apa”. Apa yang ditendang oleh Sam? Bola. Karena Sam melakukan tindakan menendang pada bola, maka bola adalah objek langsung dari kalimat tersebut.

Contoh lainnya:

Ayah saya membaca koran.
Subjek kata kerja objek langsung.

Ayah melakukan tindakan membaca terhadap koran, sehingga koran bertindak sebagai objek langsung. Karena verba ini memerlukan objek langsung, maka kata kerja tersebut dikategorikan sebagai kata kerja transitif.

Lalu, bagaimana bentuknya jika suatu kata kerja tidak memerlukan objek langsung?

Sam tidur.
Subjek kata kerja.

Anda tidak bisa menanyakan “Sam tidur apa?” karena tidur bukanlah sebuah tindakan yang dikenakan pada sesuatu. Oleh karena itu, kata kerja seperti tidur atau bekerja (yang tidak memiliki objek langsung) disebut sebagai kata kerja intransitif.

Verba Transitif vs Intransitif dalam Bahasa Jepang

holding a door open and a door automatically opening

Dalam bahasa Inggris, banyak kata kerja yang bersifat fleksibel dan bisa menjadi transitif sekaligus intransitif tergantung konteksnya, seperti kata “open” (membuka).

Saya membuka pintu.
Pintu itu terbuka.

Sebaliknya, dalam bahasa Jepang, biasanya terdapat dua kata kerja yang berbeda untuk masing-masing fungsi tersebut. Anda harus mempelajari dua versi dari kata kerja yang sama: satu transitif dan satu lagi intransitif.

Mari kita lihat contoh kata “membuka” dalam bahasa Jepang:

私はドアを開けました。
Saya membuka pintu.

ドアが開きました。
Pintu terbuka.

Partikel dalam bahasa Jepang akan membantu Anda membedakan keduanya dengan mudah.

私はドアを開けました。

Pada kalimat pertama, partikel を menunjukkan adanya objek langsung. Pertanyaan “Apa yang dibuka?” dijawab oleh ドア (pintu). Setiap kali Anda melihat partikel を, kata kerja yang mengikutinya hampir pasti adalah kata kerja transitif. 開ける (akeru) adalah verba transitif.

ドアが開きました。

Pada kalimat kedua, partikel yang digunakan adalah が, yang menandai subjek. Pintu melakukan tindakan membuka, tetapi tindakan tersebut tidak dikenakan pada objek lain. 開く (aku) adalah verba intransitif.

Jika diamati, kedua kata kerja ini memiliki kanji yang sama tetapi okurigana yang berbeda:

  • 開ける (Transitif)
  • 開く (Intransitif)

Dalam istilah bahasa Jepang, verba transitif disebut sebagai tadōshi (他動詞()) yang berarti kata kerja untuk objek lain (他), sedangkan verba intransitif disebut jidōshi (自動詞()) yang berarti kata kerja yang terjadi dengan sendirinya (自).

Contoh Verba Transitif dan Intransitif

Verba Transitif:

girl reading a book

Ingatlah bahwa verba transitif mentransfer aksinya ke objek langsung.

  • コーヒーを飲みます (Minum kopi) – Kopi adalah objek langsung dari tindakan minum.
  • 本を読みました (Membaca buku) – Buku adalah objek langsung dari tindakan membaca.

Verba Intransitif:

girl walking to school

Verba intransitif tidak memerlukan objek langsung.

  • 学校に行きます (Pergi ke sekolah) – Tidak ada objek langsung di sini; “ke sekolah” adalah arah atau tempat, bukan objek yang dikenai tindakan pergi.
  • 東京で働く (Bekerja di Tokyo)

Pasangan Verba (Transitivity Pairs)

Bahasa Jepang memiliki banyak pasangan kata kerja yang mirip secara visual dan makna, namun terbagi menjadi bentuk transitif dan intransitif. Berikut beberapa contoh pasangannya:

Transitif Intransitif
落とす / Menjatuhkan 落ちる / Jatuh
入れる / Memasukkan 入る / Masuk
出す / Mengeluarkan 出る / Keluar
育てる / Membesarkan 育つ / Tumbuh besar
消す / Memadamkan / Menghapus 消える / Padam / Hilang
変える / Mengubah 変わる / Berubah
建てる / Membangun 建つ / Berdiri (dibangun)
閉める / Menutup 闭まる / Tertutup
点ける / Menyalakan 点く / Menyala
止める / Menghentikan 止まる / Berhenti

Secara singkat, perbedaan utama antara kedua jenis kata kerja ini adalah:

Kata Kerja Transitif:

  • Membutuhkan objek langsung.
  • Objek langsung ditandai dengan partikel を.
  • Dapat diuji dengan pertanyaan “apa”.

Kata Kerja Intransitif:

  • Tidak memerlukan objek langsung.
  • Subjeknya biasanya diikuti oleh partikel が.
  • Tidak cocok jika diuji dengan pertanyaan “apa”.

Kesalahpahaman Umum

Banyak pembelajar pemula sering mencampuradukkan konsep tata bahasa tertentu. Berikut adalah klarifikasi atas beberapa kesalahpahaman yang sering terjadi:

Apakah Verba Transitif dan Intransitif Sama dengan Kalimat Aktif dan Pasif?

Tidak. Definisi keduanya sangat berbeda:

Transitif Kata kerja yang mengambil objek langsung.
Intransitif Kata kerja yang tidak mengambil objek langsung.
Aktif Subjek melakukan tindakan dari kata kerja.
Pasif Subjek dikenai tindakan dari kata kerja.

Walaupun konsepnya berbeda, keduanya terkadang membuat pembelajar bingung karena adanya titik temu dalam terjemahan bahasa Inggris. Namun, dengan fokus pada partikel bahasa Jepang seperti を dan が, Anda akan lebih mudah mengenali pola penggunaannya secara akurat.

[[MEDIA_0]]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *