Peningkatan jumlah wisatawan asing ke Jepang mendatangkan tantangan tersendiri, terutama terkait dengan etika dalam mengambil foto dan video. Kurangnya kesadaran atau ketidaktahuan sering kali memicu pelanggaran aturan di tempat umum. Agar perjalanan Anda tetap menyenangkan dan terhindar dari masalah hukum, berikut adalah panduan lengkap mengenai etika fotografi di Jepang.
Penggunaan Tongkat Selfie

Tongkat selfie memang sangat praktis, namun benda ini bisa menjadi berbahaya di area yang padat pengunjung, seperti di kawasan wisata populer Kiyomizu-dera di Kyoto. Pergerakan yang kurang hati-hati dapat membahayakan orang lain di sekitar Anda.
Karena alasan keselamatan, banyak tempat kini melarang penggunaan tongkat selfie, termasuk di area kuil serta seluruh peron stasiun kereta api di Jepang untuk menghindari risiko kecelakaan tersangkut kabel listrik.
Meskipun demikian, tongkat selfie masih cukup aman dan berguna saat Anda mendaki gunung seperti Gunung Fuji atau Gunung Takao, atau ketika menikmati perjalanan dengan perahu di area yang sepi.
Etika di Kuil Shinto dan Buddha

Jepang memiliki banyak kuil yang sangat indah, tetapi pastikan untuk selalu memperhatikan rambu-rambu larangan mengambil gambar di area tertentu yang dianggap suci.
Jika Anda tidak sengaja melihat prosesi pernikahan tradisional Jepang, tahan diri untuk tidak memotretnya secara sembarangan. Hargai privasi pasangan yang sedang berbahagia dan jangan pernah mengganggu jalannya prosesi.
Tips Pro: Sebagian besar kuil Shinto tidak memiliki jam operasional yang ketat. Datanglah sangat pagi atau larut malam untuk mendapatkan foto tanpa keramaian, seperti di kawasan Senso-ji di Asakusa atau Fushimi Inari Taisha di Kyoto.
Fotografi Jalanan

Keindahan lampu perkotaan Jepang sangat menarik untuk diabadikan, namun pastikan Anda tidak menghalangi jalur pejalan kaki. Memotret kerumunan orang secara umum diperbolehkan, seperti pemandangan dari atas di Shibuya Scramble Crossing, tetapi hindari memotret individu secara Close-up tanpa izin.
Undang-undang di Jepang sangat melindungi hak privasi seseorang. Memotret orang secara diam-diam, termasuk para pekerja malam atau cosplayer di Harajuku tanpa izin, dapat berujung pada masalah dengan pihak kepolisian. Selalu minta izin terlebih dahulu kepada para cosplayer jika ingin mengambil foto mereka.
Tips Pro: Area sekitar Starbucks Coffee di TSUTAYA menawarkan sudut pandang terbaik dari ketinggian untuk mengabadikan perempatan Shibuya.
Kuliner di Restoran

Sebagian besar restoran di Jepang tidak mempermasalahkan jika Anda ingin memotret hidangan makanan yang dipesan. Banyak warga lokal juga melakukan hal yang sama. Pastikan saja fokus foto Anda adalah makanannya, bukan pelanggan lain di dalam restoran.
Tempat Musik dan Hiburan

Aula konser dan tempat pertunjukan musik biasanya melarang keras pengambilan foto maupun video. Melanggar aturan ini dapat membuat Anda dikeluarkan dari tempat tersebut.
Sementara itu, di kelab malam, mengambil swafoto bersama teman umumnya diperbolehkan selama tidak menggunakan lampu kilat (flash) dan tidak mengganggu pengunjung lain. Namun, peralatan kamera profesional biasanya dilarang tanpa izin khusus.
Transportasi Umum

Hindari memotret sesama penumpang di dalam kereta atau kereta bawah tanah kecuali berkaitan dengan situasi darurat atau kejahatan. Sebaliknya, Anda bebas menikmati pemandangan indah di luar jendela, terutama dari bagian depan atau belakang gerbong kereta lokal.
Bagi para penggemar kereta (railfans), memotret kedatangan kereta dari ujung peron diperbolehkan asalkan tidak melewati batas aman atau mengganggu operasional kereta.
Area Permukiman

Memotret suasana jalanan di lingkungan perumahan umumnya tidak masalah, tetapi hindari mengarahkan kamera langsung ke dalam properti atau rumah penduduk, serta hindari mengambil foto pelat nomor kendaraan secara jelas.
Beberapa petualang juga gemar mendokumentasikan rumah atau bangunan terbengkalai yang dikenal sebagai haikyo. Perlu diingat bahwa aktivitas eksplorasi ini memiliki risiko keselamatan tersendiri karena kondisi bangunan yang mungkin sudah rapuh.
Penggunaan Drone

Meskipun lanskap Jepang sangat indah untuk dipotret dari udara, penggunaan drone diatur secara ketat. Drone dilarang diterbangkan di zona padat penduduk, area publik tertentu, dekat bandara, serta pada malam hari demi alasan keselamatan udara.
Kota-kota besar seperti Tokyo melarang penggunaan drone di luar ruangan. Anda disarankan untuk mencari area pegunungan atau pesisir pantai yang diizinkan, serta memeriksa peta zona penerbangan resmi sebelum menerbangkan drone.
Area Perbelanjaan

Sebagian besar toko pakaian dan pusat perbelanjaan melarang pengambilan foto barang dagangan untuk mencegah peniruan desain produk. Hal yang sama juga berlaku di toko-toko yang menjual karya seni atau barang karakter orisinal.
Kasus Kriminal dan Kepolisian

Jika Anda menyaksikan atau menjadi korban tindak kejahatan kekerasan dan pencurian, Anda diperbolehkan merekam kejadian tersebut sebagai bukti untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.
Namun, hindari mengunggah video yang memperlihatkan wajah korban ke internet karena dapat memicu masalah hukum atau trauma lanjutan bagi korban, meskipun niat awal Anda adalah mencari pelaku.
Anak-Anak di Jepang

Hindari memotret anak-anak di Jepang tanpa izin dari orang tua mereka. Terlebih lagi, jangan pernah memotret anak sekolah berseragam di tempat umum atau transportasi publik agar tidak disalahartikan sebagai tindakan yang mencurigakan.
Maid Café dan Bar Khusus

Di maid café, Anda wajib meminta izin dan biasanya harus membayar jika ingin mengambil foto bersama para staf. Memotret makanan atau minuman umumnya diperbolehkan, tetapi dilarang memotret interior ruangan, staf, maupun pelanggan lain tanpa izin.
Konten Terkait Nudisme

Fotografi seni telanjang yang dilakukan atas dasar persetujuan diperbolehkan selama tidak mendistribusikan gambar yang memperlihatkan bagian intim tubuh. Merekam situasi seksual atau mengambil foto secara diam-diam (up-skirt) merupakan pelanggaran berat yang dapat berujung pada hukuman penjara.
Bilik Foto Purikura

Untuk pengalaman bersenang-senang, cobalah bilik foto purikura yang banyak ditemukan di pusat permainan arcade. Anda bisa berpose bersama teman, menghias foto di layar sentuh, dan mencetaknya sebagai kenang-kenangan khas dari Jepang.
Kesimpulan

Sebagian besar aturan fotografi di Jepang berakar dari etika dasar dan rasa hormat terhadap privasi orang lain. Selama Anda selalu meminta izin bila diperlukan dan bersikap sopan jika ditegur, perjalanan Anda akan berjalan lancar dan berkesan.








