Home / Travel / Naik Turun Bosozoku: Geng Motor Kekerasan Jepang Sudah Berubah drastis

Naik Turun Bosozoku: Geng Motor Kekerasan Jepang Sudah Berubah drastis

Jumlah anggota geng motor di Jepang saat ini berada pada titik terendah sepanjang sejarah. Padahal, kelompok yang dikenal sebagai bosozoku ini dulunya sangat mudah dikenali dan tampak begitu mengintimidasi berkat gaya militer bernuansa kulit serta tatanan rambut yang ekstrem. Sayangnya, situasi telah berubah drastis. Selain jumlah anggotanya yang merosot tajam, penampilan mereka pun tidak lagi semarak seperti masa lalu. Bergabung dengan geng motor di Jepang kini sudah jauh berbeda dibandingkan zaman dulu.

Sebelum membahas kondisinya saat ini, mari kita telusuri kembali akar sejarah bosozoku untuk melihat seberapa jauh kemerosotan yang telah mereka alami. Pada masa kejayaannya, mereka kerap menebar ketakutan di berbagai lingkungan, masihi warga lokal, hingga menjadi pintu gerbang menuju keanggotaan yakuza. Bosozoku masa kini tentu jauh tertinggal jika dibandingkan dengan para pendahulu mereka. Lantas, seperti apa awal mula kemunculan kelompok ini?

Bosozoku dan Masa Kejayaannya

Japanese motorcycle gang

Kelompok bosozoku pertama kali muncul di Jepang pada dekade 1950-seiring dengan berkembang pesatnya industri otomotif di negeri tersebut. Para pembuat onar awal ini dikenal dengan sebutan kaminari zoku atau “suku petir.” Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga kelas pekerja bawah dan bergabung dengan berbagai alasan klasik yang juga memotivasi keanggotaan geng di belahan dunia lain, seperti rasa frustrasi terhadap sistem pemerintahan atau posisi mereka di dalam masyarakat. Mereka mencari rasa kebersamaan sekaligus bentuk perlawanan terhadap otoritas yang ada.

Sebagian besar anggota kelompok ini berusia di bawah batas usia legal 20 tahun. Sikap anti-kemapanan serta ketidakpatuhan mereka terhadap aturan menjadi pembeda utama dari remaja Jepang pada umumnya. Memasuki usia 20 tahun—usia legal kedewasaan di Jepang—banyak anggota inti yang kemudian beralih profesi menjadi anggota tingkat rendah di organisasi yakuza.

Video di atas merupakan bagian dari sebuah dokumenter mengenai bosozoku yang direkam beberapa tahun lalu.

Mencapai puncak popularitasnya pada tahun 1980-an dan 1990-an, bosozoku modern terkenal karena aksi modifikasi kendaraan ilegal, membuat kebisingan, mengemudi secara ugal-ugalan di tengah lalu lintas, mengabaikan helm keselamatan, menerobos lampu merah, dan memicu keresahan umum di Jepang. Mereka sering kali berkumpul dalam jumlah ratusan, lalu berkonvoi perlahan di kawasan perumahan sambil mengibarkan bendera matahari terbit Kekaisaran Jepang dan menciptakan suara bising dari knalpot modifikasi.

Selain itu, para anggota geng motor ini kerap terlibat dalam perkelahian dengan menggunakan senjata seperti tongkat kayu, pipa besi, bat pemukul bisbol, hingga bom molotov. Mereka tidak segan-segan merusak mobil atau menyerang siapa saja yang menghalangi jalan mereka, dengan warga negara asing sering kali menjadi sasaran utama agresi mereka. Jelas bahwa mereka dulunya adalah kelompok yang sangat ditakuti.

bosozoku custom motorcycles
Helm!? Sungguh seperti sekumpulan anak manja!

Kendati demikian, jumlah anggota bosozoku terus merosot dari rekor tertinggi sebanyak 42.510 orang pada tahun 1982 menjadi titik terendah sebanyak 9.064 orang pada tahun 2011. Penurunan ini tidak lepas dari pengesahan undang-undang baru pada tahun 2004 yang memberikan kewenangan lebih besar kepada pihak kepolisian untuk menindak kelompok pengendara ugal-ugalan. Seiring dengan meningkatnya penangkapan dan proses hukum, geng-geng tersebut mulai kehilangan keberanian mereka. Akibatnya, jumlah anggota menyusut dan mereka tidak lagi tampil mencolok seperti dulu. Sebagian dari mereka bahkan beralih menggunakan skuter kecil alih-alih motor bermesin besar yang menjadi ciri khas citra klasik bosozoku.

Sepeda Motor Bosozoku

Japanese bang member on suzuki motorcycle
Sumber: Heyltje Rose

Selain busana yang mencolok, bosozoku sangat identik dengan sepeda motor mereka yang dimodifikasi secara berlebihan. Tunggangan khas mereka biasanya memadukan motor jalan raya standar Jepang dengan elemen gaya chopper ala Amerika dan cafe racer asal Inggris. Modifikasi tersebut mencakup fairing berukuran besar, setang tinggi, sandaran jok yang memanjang ke atas, serta pilihan warna cat yang cerah. Tenda motor ini sangat unik dan memiliki estetika tersendiri.

motorcycles used by Japanese biker gang

Gaya modifikasi juga bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Terlepas dari penggunaan simbol atau logo geng, beberapa perbedaan regional ditandai oleh ciri khas tertentu seperti penggunaan lampu yang berlimpah atau fairing bertumpuk. Apapun perbedaannya, keberadaan motor bosozoku selalu mudah dikenali. Bahkan, sering kali suara knalpot bising mereka sudah terdengar jauh sebelum kendaraannya terlihat.

Bosozoku Tradisional

illustration of bosozoku members

Karena popularitasnya yang melekat dalam budaya pop Jepang, bosozoku sering kali muncul dalam berbagai anime, film, dan serial televisi. Penampilan tipikal mereka langsung bisa dikenali lewat seragam terusan atau jaket militer bertuliskan aksara kanji yang dikenakan tanpa baju bagian dalam untuk memamerkan perban di tubuh mereka. Celana longgar dan sepatu bot tinggi melengkapi keseluruhan gaya tersebut.

Seragam ini dikenal sebagai tokko-fuku atau “seragam serangan khusus,” istilah yang sama yang digunakan untuk para pilot kamikaze pada masa perang. Penampilan mereka kerap dihiasi dengan berbagai slogan, lambang geng, bendera, hingga simbol manji. Pakaian berbahan kulit juga sangat umum digunakan. Untuk aksesoris pelengkap, mereka menyukai kacamata hitam, ikat kepala hachimaki, masker bedah, serta gaya rambut pompadour atau perm.

two people with perms on a motorcycle
Sumber: Ironing Board Collective

Anggota perempuan, meskipun jumlahnya lebih sedikit, kerap berdandan dengan gaya serupa. Mereka biasanya mengenakan sepatu bot berhak tinggi, riasan tebal, serta rambut panjang yang dicat. Tidak jarang pula mereka mengenakan rok dan stoking alih-alih celana longgar tradisional.

Kemunduran Bosozoku yang Memprihatinkan

modern day bosozoku members
Bosozoku masa kini? Terlihat kurang keren.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jumlah anggota bosozoku telah merosot drastis sejak masa keemasannya pada tahun 1982. Selain regulasi kepolisian yang semakin ketat, berbagai faktor lain turut memengaruhi perubahan ini. Tekanan tersebut mendorong para anggotanya untuk berkendara dalam kelompok yang lebih kecil, menggunakan skuter alih-alih motor besar, dan bersikap jauh lebih tenang dibandingkan masa lalu.

Undang-undang baru yang disahkan pada tahun 2004 memudahkan aparat kepolisian Jepang untuk membubarkan dan menangkap kelompok pengendara dalam jumlah besar sekaligus. Ditambah lagi dengan situasi ekonomi global yang sempat mengalami resesi, para remaja pelaku kriminal ini tidak lagi memiliki kelebihan dana untuk memodifikasi kendaraan mereka. Mengeluarkan biaya besar demi pakaian mencolok dan suku cadang motor kini bukan hal yang mudah dilakukan. Akibatnya, bosozoku masa kini lebih memilih membeli skuter dan mengenakan pakaian sehari-hari saat berkendara. Sebagian dari mereka bahkan kedapatan mengenakan helm keselamatan—sesuatu yang dulunya dianggap tidak keren.

Perkembangan teknologi dan bentuk pelarian modern juga dinilai ikut mengurangi minat generasi muda untuk bergabung dengan geng sungguhan. Mengapa harus mengambil risiko ditangkap polisi demi masuk geng jika mereka bisa menyalurkan rasa frustrasi remaja melalui permainan video seperti Grand Theft Auto V atau Yakuza 4?

bsozoku gang on the move
“Awas, ada polisi!”

Saat ini, bosozoku menjadi semakin sulit diidentifikasi. Gaya busana yang dulunya sangat khas kini nyaris tidak terlihat lagi, digantikan oleh pakaian kasual yang dikenakan oleh anak muda seusia mereka. Hal ini membuat keberadaan geng motor di Jepang nyaris tak bergeming di tengah masyarakat, sekaligus menjadikan jalanan kota jauh lebih tenang.

Secara singkat, bosozoku telah bertransformasi dari sekumpulan pembuat onar berpenampilan mencolok di atas motor modifikasi ekstrem menjadi kelompok remaja yang mengendarai skuter dengan penampilan biasa. Sungguh sebuah perubahan drastis bagi kelompok yang dulunya begitu ditakuti.

Berbicara mengenai penurunan kelompok ini, terdapat pula kelompok bernama Black Shadow yang anggotanya berusia sedikit lebih tua dari bosozoku tradisional. Mereka kerap menghabiskan waktu dengan menari bersama di taman, sebuah aktivitas yang tentu saja jauh dari kesan mengintimidasi sebagai sebuah geng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *