Bagi sebagian orang, istilah tiga pemandangan terindah di Jepang mungkin sudah tidak asing lagi. Miyajima dengan gerbang torii yang tampak mengapung di atas air tentu menjadi yang paling populer di antara ketiganya. Sementara itu, Matsushima juga cukup terkenal meskipun sempat mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011. Di sisi lain, Amanohashidate sering kali menjadi destinasi yang paling jarang dilirik. Lokasinya memang cukup terpencil, namun tempat ini tetap sangat direkomendasikan, terutama jika Anda memiliki waktu luang sehari di kawasan Kansai.
Secara geografis, Amanohashidate adalah sebuah formasi alam yang terletak di pesisir utara Prefektur Kyoto. Tempat ini berupa beting pasir atau darimantan tipis yang menghubungkan dua sisi Teluk Miyazu, dan jika dilihat dari atas bentuknya menyerupai huruf “D”.

Selain keindahan pemandangannya yang unik, ada satu tradisi menarik yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Konon, jika Anda membelakangi beting pasir tersebut, membungkuk, dan melihat pemandangan Amanohashidate dari celah di antara kedua kaki Anda, formasi daratan itu akan terlihat seperti jalur yang membentang menuju langit. Nama Amanohashidate sendiri memang memiliki arti kurang lebih “jembatan ke surga”.

Meskipun pemandangannya sangat memukau dan layak dikunjungi, destinasi ini mungkin tidak cocok untuk semua pelancong. Perjalanan dari Osaka atau Kyoto membutuhkan waktu setidaknya dua jam untuk sekali jalan. Oleh karena itu, tempat ini lebih disarankan bagi:
- Wisatawan yang sedang menjelajahi Kansai dan memiliki setidaknya satu hari ekstra.
- Penduduk lokal di Kansai yang sudah kehabisan destinasi untuk dikunjungi.
- Pelancong yang penasaran ingin mendatangi ketiga pemandangan terindah di Jepang.
- Mereka yang lebih menyukai lanskap alam ketimbang suasana perkotaan di Jepang.
Cara Menuju ke Sana

Selain menggunakan kendaraan pribadi, terdapat dua moda transportasi utama untuk mencapai Amanohashidate, yaitu bus reguler yang berangkat dari Osaka dan Kyoto, atau menggunakan kereta. Berikut adalah perbandingannya:
Bus (Tango Kairiku Kotsu):
Waktu tempuh:
Stasiun Osaka/Umeda → Stasiun Amanohashidate: 2 jam 40 menit
Stasiun Kyoto → Stasiun Amanohashidate: 2 jam 20 menit
Biaya:
Stasiun Osaka – Stasiun Amanohashidate: 2650 yen
Stasiun Kyoto – Stasiun Amanohashidate: 2800 yen
Bus pertama menuju Amanohashidate berangkat pukul 09.50 dari Osaka dan tiba pukul 12.30; serta pukul 12.45 dari Kyoto dan tiba pukul 15.01. Bus terakhir kembali ke kota besar berangkat pukul 16.45 dari Amanohashidate dan tiba pukul 19.25 di Umeda, serta pukul 13.22 dari Amanohashidate tiba pukul 15.40 di Kyoto.
*Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu, pastikan untuk memeriksa jadwal terbaru sebelum merencanakan perjalanan Anda.
Kereta (JR + Kitakinki Tango Railway)
Waktu tempuh:
Stasiun Osaka/Umeda – Stasiun Amanohashidate: 2 jam 20 menit (menggunakan kereta ekspres Kōnotori dan Kitakinki Tokkyu)
Stasiun Osaka/Umeda – Stasiun Amanohashidate: 3 jam 45 menit (tanpa menggunakan kereta ekspres berbayar)
Stasiun Kyoto – Stasiun Amanohashidate: 2 jam 50 menit (tanpa kereta ekspres)
Stasiun Kyoto – Stasiun Amanohashidate: 2 jam (menggunakan kereta ekspres langsung Hashidate)
Biaya:
Stasiun Osaka/Umeda – Stasiun Amanohashidate: sekitar 4700 yen (menggunakan kereta ekspres JR Kōnotori dan Kitakinki Tokkyu atau ekspres Hashidate)
Stasiun Osaka/Umeda – Stasiun Amanohashidate: sekitar 2700 yen (transit di Fukuchiyama)
Stasiun Kyoto – Stasiun Amanohashidate: sekitar 2200 yen (tanpa kereta ekspres)
Stasiun Kyoto – Stasiun Amanohashidate: 3880 yen (dengan kereta ekspres langsung Hashidate)
Jadwal kereta pertama dan terakhir jauh lebih fleksibel dibandingkan bus.
Kereta pertama dari Kyoto dan Osaka tiba di Amanohashidate sekitar pukul 08.50 pagi, sementara kereta terakhir untuk kembali berangkat sekitar pukul 20.00.
Catatan: Pemegang tiket Japan Rail Pass atau Seishun 18 tetap harus membayar biaya tambahan karena jalur kereta menuju Amanohashidate tidak dimiliki oleh JR. Jika Anda naik kereta lokal, biayanya bisa sekecil sekitar 770 yen, tetapi jika naik kereta ekspres Hashidate,biayanya bisa mencapai 1450 yen untuk kursi reservasi.
Pengalaman pribadi menunjukkan bahwa naik bus pertama dari Osaka dan bus terakhir kembali ke Osaka memberikan waktu sekitar 4 jam di Amanohashidate, yang ternyata sudah cukup memadai. Pertimbangannya adalah:
- Tidak perlu repot berganti kereta.
- Ketersediaan tempat duduk lebih terjamin.
- Harganya jauh lebih murah daripada kereta ekspres tanpa mengorbankan terlalu banyak waktu.
Namun, Anda mungkin lebih memilih naik kereta jika:
- Berangkat dari Kyoto karena jadwal bus pertama dan terakhir kurang ideal.
- Harus mengejar penerbangan atau Shinkansen sekembalinya ke Osaka atau Kyoto, sehingga risiko keterlambatan di jalan raya (kemacetan sempat memperlambat perjalanan sekitar 20-30 menit di kedua arah) membuat bus kurang dapat diandalkan.
- Ingin menikmati pemandangan di sepanjang jalur kereta yang lebih menarik.
Atau jika berangkat dari Osaka, Anda bisa memilih naik bus pada keberangkatan pagi dan kembali dengan kereta untuk memiliki waktu eksplorasi yang lebih panjang.
Tiket bus dapat dipesan di konter bus jarak jauh di Stasiun Hankyu Umeda, Stasiun Shin-Osaka, dan Stasiun Kyoto.
Aktivitas Wajib
Amanohashidate umumnya hanya memerlukan waktu kunjungan satu hari atau paling lama satu setengah hari, terutama karena di sana hanya ada dua kegiatan utama yang wajib dilakukan.
Titik Pengamatan dari Perbukitan
Pertama, Anda wajib menikmati pemandangan Amanohashidate dari salah satu titik pantau di sisi tebing utara atau selatan. Pemandangannya sedikit berbeda, namun keduanya sama-sama menarik. Kedua sisi menyediakan kereta gantung (ropeway) untuk pengalaman yang lebih seru serta monorel biasa. Biaya tiket pulang pergi untuk kedua sarana tersebut berkisar antara 600 hingga 700 yen.

Titik pandang utara disebut-sebut sebagai lokasi “asli” tempat tradisi melihat Amanohashidate di celah kaki bermula. Di sana juga terdapat sebuah kafe kecil serta akses ke kuil Buddha Narai-ji jika Anda melanjutkan dengan bus. Sebaliknya, area selatan terletak dekat dengan stasiun Amanohashidate dan memiliki taman hiburan kecil di bagian puncaknya.

Berdasarkan peta, terdapat pula jalur hiking kecil yang menawarkan pemandangan beting pasir, namun hal tersebut kurang disarankan karena posisinya terlalu rendah untuk mendapatkan sudut pandang yang bagus. Jalur ini mungkin hanya cocok bagi Anda yang sekadar ingin berolahraga mendaki.

Seperti inilah bentuk pemandangannya dari jalur tersebut.

Namun, harap berhati-hati terhadap keberadaan beruang.
Menyeberangi Amanohashidate
Kedua, Anda perlu melintasi kawasan Amanohashidate itu sendiri. Beteng pasir ini memiliki jalur yang bisa dilalui dengan berjalan kaki atau bersepeda, meski bersepeda mungkin terasa sedikit bergelombang. Waktu yang dibutuhkan untuk menyeberang dengan sepeda adalah sekitar 15 hingga 20 menit, sedangkan dengan berjalan kaki memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sepeda dapat disewa seharga sekitar 400 yen per dua jam di sisi selatan. Ada banyak pemandangan menarik di area ini, seperti:

Pemandangan alam sekitar.

Barisan pohon pinus.

Area pantai. (Catatan: Mengingat tidak tampak adanya penjaga pantai atau fasilitas kamar mandi bilas, berenang di laut tidak disarankan. Namun, membasahi kaki atau bermain pasir tentu saja diperbolehkan).

Sebuah sumur unik yang airnya tetap berupa air tawar, meskipun lokasinya dikelilingi oleh air laut di kedua sisinya.

Plakat puisi! Tempat ini bahkan menerima kiriman puisi, sehingga jika Anda ingin menguji kemampuan bahasa, silakan menuliskan sesuatu dan memasukkannya ke dalam kotak yang telah disediakan.
Titik Menarik Lainnya
Terdapat beberapa kuil dan tempat suci di sekitar kawasan ini yang layak dikunjungi jika Anda memiliki waktu luang.
Chionji

Kuil ini terletak hanya beberapa langkah saja dari pintu masuk selatan Amanohashidate. Bangunannya merupakan kuil Buddha biasa, namun omikuji (ramalan kertas) di sini memiliki bentuk yang sangat berbeda dari kuil-kuil lain.

Pohon tempat menggantung omikuji ini dipenuhi ramalan berbentuk kipas kertas, yang cukup unik untuk dijadikan dekorasi atau suvenir dari Amanohashidate.
Kono Jinja

Sekilas tempat ini tampak seperti kuil Shinto pada umumnya, namun konon di sinilah dua dewa utama Shinto, Toyoukebime dan Amaterasu-no-ōkami, disemayamkan dan dipuja. Selain bangunan utamanya, terdapat beberapa benda menarik di dalam area kuil, seperti patung berikut:

Deskripsi di sana menceritakan sosok Yamatonosukune yang digambarkan datang menaiki seekor kura-kura, memandu kaisar menuju wilayah kuno Yamato, dan dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam pendirian kerajaan Yamato.
Narai-ji
Kuil ini tidak dikunjungi secara langsung, namun berdasarkan informasi situs resminya, tempat tersebut menawarkan pemandangan menarik serta sudut pandang Amanohashidate dari dataran yang lebih tinggi di atas gunung.
Akses ke tempat ini dapat ditempuh dari titik pemandangan utara menggunakan bus (sekitar 200 yen sekali jalan) atau dengan mendaki selama kurang lebih setengah jam.
Feri Wisata

Bagi yang ingin menyeberang ke sisi seberang tanpa harus berjalan kaki atau bersepeda, tersedia layanan feri dengan biaya sekitar 530 yen.
Informasi Berguna
Pihak pengelola pariwisata setempat terus berupaya menarik kunjungan wisatawan asing, salah satunya dengan meluncurkan tiket terusan kawasan Amanohashidate seharga 1600 yen bagi pemegang visa turis atau kunjungan singkat.
Berdasarkan brosur daring resmi, fasilitas yang didapatkan dari tiket terusan ini meliputi:
- Penggunaan gratis jalur Kitakinki Tango Railway termasuk kereta cepat, serta dapat digabungkan dengan JR West rail pass atau Japan Rail Pass untuk naik kereta ekspres.
- Akses gratis ke kereta gantung di sisi utara Amanohashidate.
- Penggunaan gratis feri wisata dan penyewaan sepeda.
Mengingat harga tiket feri sebesar 530 yen sekali jalan, sewa sepeda 400 yen per dua jam, dan tiket kereta gantung 660 yen, tiket terusan ini mungkin kurang begitu menguntungkan kecuali Anda berencana menggunakan seluruh fasilitas tersebut secara maksimal. Namun, jika Anda datang ke Amanohashidate menggunakan kereta, tiket ini tentu akan membantu menghemat biaya perjalanan secara keseluruhan.
Ulasan Mami
Tempat ini tergolong biasa saja. Yang paling berkesan hanyalah pemandangan beting pasir Amanohashidate yang terkenal. Pemandangannya memang cantik, tetapi hanya itu saja daya tarik utamanya.
Amanohashidate
Informasi Tambahan
314-2 Monju
Miyazu, Prefektur Kyoto 626-0001
Jepang
Lihat di peta
Situs web Amanohashidate
0772-22-8030
0772-22-8710








