Prefektur Yamagata yang terletak di wilayah utara Jepang sempat menjadi destinasi yang jarang dilirik oleh wisatawan mancanegara. Wilayah ini dulunya lebih akrab bagi pelancong domestik maupun segelintir petualang saja. Kendati demikian, situasinya kini telah berubah drastis. Walaupun belum dipadati turis sebanyak kota-kota besar di Jepang, popularitas internasional Yamagata terus merangkak naik dengan alasan yang sangat kuat.
Kompleks kuil Yamadera memang sudah lama dikenal di luar negeri, namun berbagai daya tarik lain di prefektur ini baru mulai mendulang perhatian luas dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan hingga saat ini, sebagian besar kawasan di Yamagata masih terasa asri dan belum tersentuh masalah overtourism. Di balik popularitasnya yang menanjak, wilayah ini menyimpan banyak pemandangan menakjubkan, termasuk sebuah kuil pegunungan yang dianggap begitu suci sehingga segala peristiwa di area sakral tersebut dilarang untuk diceritakan.
Yamagata menawarkan berbagai pesona menarik sepanjang tahun, tetapi keindahan musim dingin di prefektur ini sungguh sulit tertandingi. Di antara jajaran puncak bersalju, pengunjung dapat menemukan beragam pengalaman mulai dari kota pemandian air panas yang bernuansa pedesaan hingga resor ski berstandar dunia. Sebagai wilayah yang relatif masih alami dan letaknya berjauhan, Yamagata memberikan kepuasan tersendiri bagi pelancong yang berani keluar dari jalur wisata konvensional.
Musim dingin di kawasan ini menonjolkan dua destinasi utama yang memukau: kawasan pemandian air panas Ginzan Onsen dan Gunung Zao dengan fenomena unik “monster salju”. Keduanya telah menjadi ikon pariwisata musim dingin di Yamagata. Menjelajahi tempat-tempat ini saat puncak musim dingin tatkala wilayah tertimbun lapisan salju tebal memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Meski demikian, perjalanan menuju lokasi membutuhkan usaha ekstra karena letaknya yang cukup terpencil, namun hasil yang didapatkan sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan.
Cara Menuju ke Sana

Sebagaimana destinasi lain di Jepang utara, sistem transportasi di Yamagata tidak sepraktis kawasan perkotaan besar. Hal ini membuat perjalanan menjadi lebih panjang, khususnya pada musim dingin. Waktu tempuh menuju monster salju maupun Ginzan Onsen masing-masing membutuhkan waktu sekitar satu hari penuh. Mengingat letak geografisnya yang cukup jauh, menginap semalam adalah keputusan terbaik dan bukan destinasi yang ideal untuk kunjungan singkat satu hari.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah naik kereta Shinkansen atau pesawat menuju Prefektur Yamagata. Dari sana, rute selanjutnya bergantung pada destinasi yang ingin dikunjungi terlebih dahulu. Menjelajahi keduanya sangat dianjurkan karena sudah berada di wilayah utara. Namun, pengunjung dapat mengubah urutan singgah jika ingin mampir ke tempat lain seperti Yamadera terlebih dahulu.
Perjalanan menuju Ginzan Onsen diawali dengan berpindah dari Stasiun Yamagata menuju Stasiun Oishida. Kereta peluru langsung dari Tokyo tersedia dan dapat dicari melalui layanan penelusuran jadwal seperti Jorudan. Kereta Tsubasa 123, misalnya, berangkat dari Stasiun Tokyo pagi hari dan tiba di Stasiun Oishida menjelang siang.
Setibanya di Stasiun Oishida, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus menuju Ginzan Onsen. Jadwal bus yang cukup jarang membuat penumpang terkadang harus menunggu selama lebih dari satu jam. Selagi menunggu, pintu keluar stasiun dapat dituju dengan mudah karena ukurannya yang kecil. Berbelok ke kiri setelah melewati satu-satunya gerbang stasiun akan langsung membawa pengunjung ke papan pemberhentian bus di depan ruang tunggu.
Bagi pelancong yang memilih untuk melihat monster salju terlebih dahulu sebelum ke Ginzan Onsen, Stasiun Yamagata menjadi titik awal yang tepat. Dari sana, bus menuju Zao Onsen dan Ski Resort di Gunung Zao dapat dinaiki dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Halte bus terletak tepat di depan Stasiun Yamagata, dan jalur menuju ke sana dapat ditemukan dengan mengikuti petunjuk arah berwarna merah.
Pesona Ginzan Onsen

Kunjungan musim dingin ke kota pemandian air panas Ginzan Onsen menyuguhkan pemandangan bak kartu pos hidup. Tersembunyi di pegunungan Yamagata, kawasan ini awalnya merupakan area tambang perak sejak lebih dari lima ratus tahun lalu dan berkembang pesat pada Zaman Edo (1603–1868). Sejak saat itu, Ginzan bertransformasi menjadi salah satu kota onsen paling ikonik di Jepang meskipun letaknya terpencil dan berukuran kecil.
Daya tarik utama Ginzan Onsen terletak pada jajaran ryokan (penginapan tradisional Jepang) bersejarah. Sebagian besar bangunan kayu berlantai tiga dan empat ini dibangun sejak Zaman Taisho (1912–1926). Berjalan-jalan menyusuri arsitektur klasik ini seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Suasana menjadi semakin magis pada malam hari ketika seluruh ryokan menyala terang dan jalanan diterangi oleh lampu gas antik.
Banyak orang merasa familiar dengan bentuk ryokan antik di sini karena kemiripannya dengan rumah pemandian dalam film animasi karya Hayao Miyazaki, Spirited Away. Wisatawan bahkan dapat menginap langsung di penginapan yang suasananya mirip dengan karya Studio Ghibli tersebut.
Sebagai kawasan peristirahatan pegunungan yang terisolasi, daya tarik utama Ginzan Onsen adalah suasana magis dan kesempatan untuk bersantai menikmati rendaman air hangat. Reservasi penginapan sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari karena permintaannya sangat tinggi selama musim dingin.
Bagi pengunjung yang tidak menginap atau kehabisan kamar, banyak ryokan bersejarah yang tetap membuka pemandiannya untuk umum sebelum jam sibuk check-in pukul 14.00 dengan biaya terjangkau. Selain itu, terdapat dua pemandian umum serta fasilitas rendam kaki gratis di pusat kota.
Sebelum meninggalkan kawasan ini, area di bagian belakang Ginzan Onsen layak dikunjungi untuk melihat air terjun setinggi dua puluh dua meter serta sisa-sisa mulut terowongan tambang perak kuno. Meskipun jalur pendakian tambang tertutup salju tebal pada musim dingin, pemandangan kota yang berselimut salju putih memberikan kompensasi yang sepadan.
Monster Salju di Gunung Zao

Fenomena unik yang dikenal sebagai “monster salju” di Gunung Zao sering kali memicu rasa penasaran. Fenomena alam ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan disebut sebagai “juhyo” dalam bahasa Jepang. Keajaiban ini terjadi ketika titik-titik air super dingin di awan salju menempel pada pohon cemara putih di gunung. Suhu musim dingin Yamagata yang sangat ekstrem membuat butiran air tersebut membeku dan tertutup tumpukan salju seiring berjalannya waktu.
Pembentukan monster salju umumnya mencapai bentuk paling spektakuler di dekat puncak Gunung Zao pada pertengahan bulan Februari. Puncak gunung dapat diakses menggunakan kereta gantung yang melayani pemain ski maupun wisatawan umum. Meskipun tampak luar biasa pada siang hari, pemandangan monster salju menjadi semakin memukau pada malam hari saat diterangi lampu sorot.
Kawasan Zao Onsen & Ski Resort dilengkapi dengan berbagai lift ski, namun hanya ada satu jalur kereta gantung spesifik yang menuju ke area kemunculan monster salju. Jalur yang tepat dapat dikenali dengan mencari rute yang memiliki titik transit.
Kunjungan ke puncak biasanya memakan waktu sekitar dua jam, dengan alokasi waktu tambahan untuk mengantisipasi kepadatan antrean bersama para pehobi ski. Selepas menikmati pemandangan, wisatawan dapat langsung menghangatkan diri di Zao Onsen & Ski Resort yang terkenal sebagai salah satu kota pemandian air panas terbaik di Jepang dengan fasilitas yang terbuka untuk pengunjung harian.
Catatan sejarah mengenai pemandian air panas di Gunung Zao bahkan dipercaya telah bermula sejak sekitar tahun 110. Konon, sumber air panas ini awalnya dinamai Takayu untuk mengenang prajurit Takayu Kibino yang menemukan khasiat penyembuhan air tersebut untuk memulihkan luka perangnya.
Destinasi Menarik Lainnya

Yamagata masih menyimpan banyak destinasi lain yang cukup untuk mengisi waktu liburan selama sepekan penuh. Kompleks kuil Yamadera di lereng gunung, misalnya, menawarkan pemandangan yang luar biasa indah ketika tertutup salju tebal.
Tidak jauh dari sana terdapat kota Tendo yang terkenal sebagai produsen utama bidak shogi (catur tradisional Jepang) di samping memiliki fasilitas pemandian air panas sendiri. Bagi wisatawan yang ingin memperpanjang masa liburan, kawasan suci Dewa Sanzan atau “Tiga Gunung Dewa” juga menawarkan pengalaman budaya yang mendalam sebagai tempat latihan para biksu pertapa Yamabushi.
Namun demikian, curah salju yang sangat tinggi pada musim dingin membuat sebagian besar jalur pendakian di kawasan pegunungan suci tersebut sulit diakses. Dari tiga gunung yang ada, hanya Gunung Haguro yang tetap beroperasi secara terbatas selama musim dingin, sementara destinasi sakral lainnya lebih ideal dikunjungi pada musim semi.








