Home / Travel / Miyoshi, Hiroshima: Kota Sejarah, Alam, dan Yokai

Miyoshi, Hiroshima: Kota Sejarah, Alam, dan Yokai

The Miyoshi Valley Basin

Bagi kebanyakan orang, Hiroshima identik dengan Kubah Bom Atom atau gerbang torii terapung di Itsukushima Shrine. Namun, prefektur ini menyimpan jauh lebih banyak pesona daripada sekadar dua ikon tersebut. Sebagian besar wilayah Hiroshima sebenarnya berupa kawasan pegunungan. Di alam bebas bagian utara Hiroshima, terdapat banyak permata tersembunyi, salah satunya adalah kota Miyoshi.

Bagi pelancong internasional, nama Miyoshi mungkin masih asing karena jarang masuk dalam rute wisata utama. Kota ini merupakan benteng peradaban perkotaan terakhir di bagian utara Hiroshima sebelum lanskapnya berubah menjadi pegunungan terjal di wilayah barat Honshu. Miyoshi terletak di lembah terakhir yang cukup besar untuk menopang sebuah kota sebelum mencapai Laut Jepang.

Secara historis, Miyoshi memegang peran strategis karena berada di jalur perdagangan lama yang menghubungkan tambang perak Iwami Ginzan dengan Laut Pedalaman Seto. Kawasan ini berkembang menjadi kota benteng dengan para pedagang dan samurai pada era feodal. Meskipun benteng aslinya hampir tidak tersisa, posisi Miyoshi sebagai titik persimpangan antara wilayah San’in dan San’yo tetap membentuk identitasnya hingga kini.

Dibentuk secara resmi melalui sistem munisipalitas modern pada periode Meiji, Kota Miyoshi yang ada saat ini merupakan hasil penggabungan besar pada tahun 2004. Beberapa kota kecil seperti Kisa dan Mirasaka disatukan untuk membentuk Miyoshi yang sekarang. Kendati demikian, jejak nama wilayah lama masih dapat ditemukan pada nama-nama stasiun kereta di seluruh kawasan tersebut.

Meski berukuran relatif kecil, Miyoshi menawarkan banyak daya tarik bagi wisatawan, mulai dari keindahan alam pegunungan, sungai yang jernih, hingga museum yang didedikasikan untuk makhluk mitologi Jepang. Kota ini dapat dikunjungi sebagai perjalanan sehari dengan kereta dari Hiroshima City, meskipun beberapa tempat lebih mudah dijangkau menggunakan mobil.

Cara Menuju ke Sana

Meskipun terletak di tengah pegunungan di perbatasan utara Prefektur Hiroshima, Miyoshi cukup mudah dijangkau menggunakan transportasi umum. Dari pusat kota Hiroshima, pengunjung dapat naik Jalur Geibi dari Stasiun Hiroshima langsung menuju Stasiun Miyoshi.

Alternatif lainnya adalah menggunakan Jalur Fukuen dari Stasiun Fukuyama yang melintasi pedesaan asri di bagian timur Hiroshima menuju Stasiun Miyoshi. Jadwal keberangkatan kereta di jalur ini cukup jarang, sehingga disarankan untuk memeriksa jadwal perjalanan terlebih dahulu menggunakan aplikasi perencana rute.

The Miyoshi Mononoke Museum

The Miyoshi Mononoke Museum is hidden away in the northern part of Hiroshima Prefecture, Japan and is dedicated to the supernatural critters from Japanese folklore known as yokai.

Salah satu objek wisata paling unik di Miyoshi adalah Miyoshi Mononoke Museum, atau yang secara resmi dikenal sebagai Yumoto Koichi Memorial Japan Yokai Museum. Museum ini sepenuhnya didedikasikan untuk yokai, makhluk supernatural dalam cerita rakyat Jepang. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat ribuan koleksi terkait yokai, mulai dari gulungan kuno dan cetakan balok kayu hingga karya seni modern.

Keberadaan museum ini di Miyoshi tidak lepas dari sejarah wilayah tersebut yang erat kaitannya dengan legenda yokai. Miyoshi merupakan latar dari kisah terkenal berjudul Ino Mononoke Roku yang menceritakan berbagai makhluk gaib. Dipadukan dengan koleksi peneliti yokai Yumoto Koichi, kota ini menjadi lokasi yang sangat tepat untuk museum publik pertama di Jepang yang berfokus pada yokai.

Museum ini terletak di kawasan bersejarah, sekitar 15 menit berjalan kaki dari Stasiun Miyoshi. Tiket masuknya cukup terjangkau, dan tersedia papan informasi berbahasa Inggris untuk membantu pengunjung internasional. Terdapat pula ruang interaktif yokai hasil kerja sama dengan TeamLab serta toko suvenir di dekat pintu masuk.

Lautan Awam (Unkai) di Miyoshi

Due to being located in a valley basin in the northernmost part of Hiroshima Prefecture, Japan, Miyoshi has some of the best unkai or “sea of clouds” in all of Japan.

Fenomena alam yang paling memukau di Miyoshi adalah unkai, atau lautan awan. Pemandangan impian ini biasanya muncul pada bulan-bulan yang lebih dingin, mulai dari akhir musim gugur hingga awal musim semi, saat kabut tebal menyelimuti Lembah Miyoshi di pagi hari. Puncak-puncak gunung di sekitarnya tampak seperti pulau yang mengapung di atas gumpalan awan.

Topografi Miyoshi yang berupa cekungan alami dengan beberapa aliran sungai menciptakan kondisi ideal bagi pembentukan kabut saat pagi hari yang dingin dan tenang. Lokasi terbaik untuk menyaksikan lautan awan ini adalah dataran tinggi di sekitar Gunung Takatani di sebelah barat Kota Miyoshi pada pagi Buta sebelum matahari terbit.

Bunga Higanbana di Prefektur Hiroshima

While it can’t compare to the likes of Kinchakuda Manjushage Park in Saitama, Tsuji’s Higana-no-Sato in the city of Miyoshi is no slouch when it comes to red spider lilies.

Miyoshi juga dikenal sebagai salah satu destinasi untuk menikmati keindahan bunga higanbana (laba-laba merah) yang mekar di awal musim gugur. Bunga beracun ini sering dikaitkan dengan cerita rakyat Buddha dan menjadi pertanda datangnya musim gugur. Berbeda dengan taman bunga skala besar di Saitama, higanbana di Miyoshi tersebar dalam beberapa kelompok di berbagai penjuru kota.

  • Tsuji’s Higanbana-no-Sato
    Terletak di kawasan Tsuji, area hutan ini dipenuhi oleh hamparan bunga higanbana yang dapat dinikmati secara gratis. Tempat ini merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat bunga tersebut di Jepang, meskipun membutuhkan kendaraan pribadi untuk mencapainya.
  • Sepanjang Sungai Basengawa
    Berlokasi di Mirasaka, bentangan bunga higanbana tumbuh di sepanjang bantaran sungai yang juga indah saat musim bunga sakura. Lokasinya hanya berjarak beberapa menit dari Stasiun Mirasaka di Jalur Fukuen.
  • Lycoris-no-Sato di Pusat Miyoshi
    Terletak tidak jauh dari Miyoshi Mononoke Museum, area ini menawarkan pemandangan bunga lili laba-laba merah dengan latar belakang sungai dan perbukitan.

Hiroshima Miyoshi Winery

Due to its rich natural environs, the city of Miyoshi is known for growing some truly great grapes, and the best way to savor this local commodity is by sipping wine at Hiroshima Miyoshi Winery.

Tempat menarik lainnya di kawasan pedesaan ini adalah Hiroshima Miyoshi Winery. Iklim dan kondisi tanah di Miyoshi sangat mendukung budidaya buah anggur, terutama varietas Pione yang manis dan berukuran besar. Pabrik anggur ini didirikan untuk mendukung pertanian lokal dan mengolah hasil panen anggur menjadi produk anggur merah, putih, serta jus buah.

Pengunjung dapat datang untuk mencicipi berbagai produk anggur, berjalan-jalan di sekitar kebun anggur, atau berbelanja produk lokal di toko suvenirnya. Lokasinya berada sedikit di luar pusat kota, sehingga lebih mudah diakses menggunakan mobil sewaan, taksi, atau sepeda.

Atraksi Lain di Sekitar Miyoshi

The Sera Kogen is located on the way back down to the Seto Inland Sea side of Hiroshima Prefecture and thus makes for the perfect addition to any trip up to Miyoshi.

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi lebih jauh wilayah utara Hiroshima, terdapat beberapa destinasi tambahan yang menarik untuk dikunjungi:

  • Miyoshi Fudoki-no-Oka History & Folklore Museum
    Museum sejarah dan cerita rakyat ini terletak di atas bukit yang dikelilingi oleh gundukan makam kuno. Pengunjung dapat melihat berbagai artefak lokal serta replika hunian masa lalu di area luar ruangan.
  • Okuda Genso Sayume Art Museum
    Museum seni modern ini memamerkan karya lukisan pemandangan alam Jepang karya Okuda Genso beserta karya seni istrinya, Sayume. Bangunan museum ini menawarkan arsitektur yang tenang dan damai.
  • Kota Shobara
    Terletak tidak jauh di sebelah timur Miyoshi, Shobara terkenal dengan pemandangan alam yang subur, pemandian air panas, serta Ngarai Taishaku yang menakjubkan untuk kegiatan luar ruangan seperti hiking dan perahu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *