Home / Travel / Menjelajah Tomonoura Hiroshima: Kota Pelabuhan Menawan di Laut Pedalaman Seto

Menjelajah Tomonoura Hiroshima: Kota Pelabuhan Menawan di Laut Pedalaman Seto

The Lighthouse of Tomonoura in Hiroshima

Terletak di ujung tenggara Prefektur Hiroshima, Tomonoura adalah sebuah kota pelabuhan yang tenang dan menawan di tepi Seto Inland Sea. Pada masa lampau, kawasan ini berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi para pelaut yang menunggu perubahan arah arus laut. Hingga saat ini, sebagian besar infrastruktur dari masa kejayaan tersebut, termasuk mercusuar Joyato, masih berdiri kokoh, menjadikannya destinasi ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Jepang.

Untuk memahami daya tarik Tomonoura, penting untuk mengenali karakteristik Seto Inland Sea. Terbentang di antara Pulau Honshu dan Pulau Shikoku, perairan ini memiliki salah satu perbedaan pasang surut air laut terbesar di dunia. Arus air yang deras antara Osaka dan Kita-Kyushu membuat perbedaan ketinggian air bisa mencapai dua hingga tiga meter, sehingga melawan arus tanpa teknologi modern adalah hal yang hampir mustahil.

Meski demikian, para pedagang pada masa lalu menyiasati kondisi ini dengan memanfaatkan arus untuk pelayaran mereka. Kapal-kapal kecil akan berlayar sejauh mungkin sebelum menepi di pelabuhan seperti Tomonoura untuk menanti waktu pasang yang lebih bersahabat. Kondisi ini memicu perkembangan berbagai industri lokal untuk melayani para pelancong yang sedang menunggu, meninggalkan jejak sejarah yang kaya di pusat kota tua Tomonoura.

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Tomonoura semakin dikenal karena menjadi inspirasi latar tempat dalam film animasi Studio Ghibli, Ponyo on the Cliff. Selain itu, kawasan ini juga pernah menjadi lokasi syuting film blockbuster Hollywood, The Wolverine, yang dibintangi oleh Hugh Jackman, meskipun dalam cerita tersebut wilayah ini digambarkan sebagai sebuah desa di pinggiran Nagasaki.

Bagi para pelancong yang menjelajahi Prefektur Hiroshima, Tomonoura menawarkan pengalaman singgah yang sangat berharga. Dengan menggunakan JR Rail Pass, pengunjung dapat turun di Fukuyama Station dan melanjutkan perjalanan setengah hari ke kota pelabuhan ini sebelum meneruskan perjalanan ke arah barat.

Cara Menuju ke Sana

From Fukuyama Station, travelers should keep their eyes out for the a bus bound for 鞆 の 浦

Menuju Tomonoura tidaklah sulit. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencapai Fukuyama Station. Jika berangkat dari Tokyo atau Osaka di sebelah timur, kereta Shinkansen adalah pilihan tercepat. Sementara itu, bagi yang berada di wilayah regional, jalur JR Sanyo Main Line menawarkan opsi yang lebih terjangkau.

Setibanya di Fukuyama Station, keluarlah menuju area pemberhentian bus untuk mencari bus Tomotetsu yang menuju Tomonoura. Perlu dicatat bahwa papan petunjuk umumnya menggunakan bahasa Jepang, jadi perhatikan karakter kanji 鞆の浦. Perjalanan dari pusat kota Fukuyama ini memakan waktu sekitar setengah tahun jam.

Pemberhentian yang dituju adalah Tomo Port (鞆港). Mengingat minimnya informasi berbahasa Inggris, disarankan untuk menggunakan aplikasi peta digital atau mencatat karakter Jepangnya sebagai panduan selama perjalanan.

Tempat Menarik di Tomonoura

In addition to charming streets, Tomonoura also has many shrines and temples such as the Ioji temple to check out

Daya tarik utama Tomonoura bukan hanya terletak pada sejarahnya yang panjang sebagai kota pelabuhan di Seto Inland Sea, tetapi juga pada suasana kotanya yang tenang dan tempo kehidupan warganya yang santai. Menghabiskan waktu dengan berjalan kaki menyusuri pusat kota adalah cara terbaik untuk menikmati suasananya.

  • The Joyato Lighthouse: Mercusuar bersejarah dari era Edo (1603–1868) setinggi 11 meter ini terletak di area tepi pelabuhan Tomonoura dan menjadi salah satu ikon utama kawasan tersebut.
  • Irohamaru Museum: Terletak di dekat mercusuar, museum ini dinamai dari kapal dagang yang pernah dinaiki oleh tokoh sejarah Sakamoto Ryoma, yang kemudian tenggelam dan kini menyimpan berbagai artefak terkait peristiwa tersebut.
  • The Ota Residence: Kompleks bangunan milik keluarga pedagang yang dulunya meraup kekayaan dari pembuatan homeishu, minuman keras beralkohol tinggi berbahan dasar 16 jenis rempah yang dipercaya berkhasiat untuk kesehatan.
  • The Tomonoura Museum of History & Folklore: Terletak di atas bekas benteng Tomo Castle, museum ini menyajikan informasi mendalam mengenai sejarah lokal khusus dalam bahasa Jepang.
  • Fukuzen-ji: Kuil yang menawarkan pemandangan indah ke arah Pulau Benten-jima dan Sensui-jima dari verandanya, serta menyimpan patung Maria Kannon yang disamarkan pada masa pelarangan agama Kristen di Jepang.

Selain berjalan-jalan, pengunjung juga disarankan mencicipi ikan air tawar merah segar khas setempat yang ditangkap menggunakan metode tradisional Tai Ami.

Jangan Lewatkan Abuto Kannon

Abuto Kannon (a.k.a. Bandai-ji) is a coast temple compound in eastern Hiroshima that is known for its precariously placed Kannon-do hall

Terletak sekitar 5 kilometer di sebelah barat Tomonoura, terdapat kompleks kuil Abuto Kannon atau yang secara resmi bernama Bandai-ji. Didirikan pada akhir tahun 900-an dan dipugar oleh penguasa regional Mori Terumoto pada tahun 1570, kuil ini terkenal dengan aula Kannon-do yang berdiri di atas tonjolan batu karang tepi laut.

Kuil ini juga dikenal memiliki reputasi dalam mendoakan kelancaran proses persalinan bagi para pengunjung yang datang memohon berkah. Karena lokasinya yang berada di tepi tebing, pengunjung perlu menyiapkan mental, terutama bagi yang kurang menyukai ketinggian.

Bagi yang menggunakan kendaraan sewaan untuk mengunjungi Abuto Kannon, Shinsho-ji adalah destinasi tambahan yang patut dipertimbangkan. Kompleks kuil yang diselesaikan pada tahun 1964 ini menawarkan pengalaman bernuansa Zen melalui rumah teh, aula meditasi, serta sentuhan seni kontemporer.

Kembali ke Fukuyama Station

Fukuyama Castle is located right outside of Fukuyama Station, thus making it an extremely easy addition to any itinerary in the region.

Setelah menyelesaikan kunjungan di Tomonoura, perjalanan umumnya akan kembali ke Fukuyama Station. Tepat di seberang stasiun, berdiri Fukuyama Castle, sebuah benteng rekonstruksi dari tahun 1960-an yang dikelilingi oleh area taman yang luas dan dipenuhi pohon sakura saat musim semi tiba.

Di sekitar kawasan bekas benteng ini juga terdapat Hiroshima Prefectural Museum of History, yang memberikan wawasan mengenai kehidupan masyarakat di wilayah Seto Inland Sea serta peran Hiroshima selama era Warring States period (1467–1603).

Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Onomichi is another town that is close to Fukuyama City’s Tomonoura on the Seto Inland Sea

Bagi pelancong yang ingin menjelajahi wilayah barat Jepang lebih jauh, Kota Hiroshima dapat diakses dengan mudah menggunakan kereta Shinkansen dari Fukuyama. Selain situs-situs Perang Dunia II, kota ini menyimpan banyak destinasi menarik lainnya yang jarang dieksplorasi.

Pilihan lainnya adalah Onomichi, sebuah kota pelabuhan lain di sepanjang Seto Inland Sea yang dapat dicapai dalam waktu singkat menggunakan jalur kereta lokal JR Sanyo Main Line. Kota ini dikenal sebagai titik awal jalur Shimanami Kaido serta memiliki rute wisata kuil yang populer.

Selain itu, Pulau Okunoshima atau yang dikenal sebagai pulau kelinci juga berada tidak terlalu jauh dari Fukuyama, menawarkan pengalaman sehari yang menyenangkan bagi para wisatawan yang ingin berinteraksi langsung dengan ratusan kelinci yang menghuni pulau tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *