Home / Travel / Menjelajah Tokushima: Keindahan Jembatan Merambat, Pusaran Air, dan Festival Awa Odori

Menjelajah Tokushima: Keindahan Jembatan Merambat, Pusaran Air, dan Festival Awa Odori

Oboke Gorge at Sunseet

Meskipun sering berada di peringkat bawah dalam hal popularitas destinasi wisata di Jepang, Prefektur Tokushima sebenarnya menyimpan berbagai keindahan alam pedesaan yang luar biasa. Dari jembatan tanaman rambat di Iya Valley hingga pusaran air di Naruto dan festival tari Awa Odori, wilayah ini menawarkan pengalaman otentik yang jauh dari hiruk-pikuk pariwisata massal.

Terletak di sisi timur Pulau Shikoku, Tokushima jarang tersentuh oleh masalah overtourism yang kerap melanda kota besar seperti Tokyo atau Kyoto. Dari segi sejarah, kawasan ini juga sangat kaya; wilayah pegunungannya pernah menjadi tempat pelarian klan Taira setelah kekalahan mereka dalam Genpei War, yang jejaknya masih bisa dirasakan hingga kini melalui tradisi pewarnaan indigo dan tarian tradisional.

Cara Menuju ke Tokushima

Tokushima Station

Bagi pelancong yang berangkat dari Tokyo, cara paling praktis adalah dengan mengambil penerbangan domestik menuju Tokushima Awaodori Airport dari Bandara Haneda. Sementara itu, jika Anda datang dari kawasan Kansai, tersedia bus jalan raya dari Osaka yang melintasi Pulau Awajishima menuju Stasiun Tokushima. Alternatif lainnya adalah menggunakan Nankai Ferry dari Wakayama yang menyeberang ke Shikoku dalam waktu sekitar dua jam.

Untuk durasi kunjungan, disiapkan setidaknya beberapa hari agar perjalanan lebih maksimal. Iya Valley, Naruto City, serta pusat kota Tokushima masing-masing memerlukan waktu eksplorasi yang cukup panjang, sehingga menghabiskan waktu sekitar seminggu di prefektur ini bukanlah ide yang buruk.

Aktivitas Menarik di Tokushima City

Downtown Tokushima City

Pusat Prefektur Tokushima berfungsi dengan sangat baik sebagai titik awal logistik. Salah satu lokasi bersejarah yang wajib dikunjungi adalah Tokushima Central Park yang berdiri di bekas tapak Kastil Tokushima, lengkap dengan museum yang mengulas sejarah klan Hachisuka pada masa Edo.

Tokushima juga terkenal dengan kerajinan pewarnaan Awa indigo. Wisatawan dapat mengunjungi bengkel lokal seperti Aizome Kobo Ruafu untuk mencoba proses pencelupan kain secara langsung dan membuat suvenir sendiri. Selain itu, Anda bisa menaiki kereta gantung menuju puncak Gunung Bizan untuk menikmati pemandangan panorama kota serta Sungai Yoshinogawa dari ketinggian.

Festival Tari Awa Odori

Tokushima Prefecture’s Awa Odori

Tarian tradisional Awa Odori adalah simbol budaya paling ikonik di wilayah ini yang telah ada selama lebih dari empat abad. Festival utamanya diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 12 hingga 15 Agustus, di mana jalan-jalan kota dipenuhi oleh kelompok penari atau ren yang diiringi tabuhan drum, suling, dan shamisen.

Bagi pelancong yang tidak datang pada bulan Agustus, pertunjukan ini tetap bisa disaksikan sepanjang tahun di Awa Odori Kaikan. Tempat ini menampilkan sejarah serta gerakan dasar tarian, bahkan pengunjung sering kali diajak untuk ikut serta mencoba menari bersama.

Pusaran Air di Naruto City

The Great Naruto Bridge & Whirlpools

Daya tarik lain yang tidak boleh dilewatkan adalah fenomena pusaran air di Selat Naruto. Pertemuan arus antara Laut Pedalaman Seto dan Saluran Kii menciptakan arus kuat yang melahirkan pusaran air raksasa di bawah Jembatan Besar Naruto.

Pengunjung dapat menyaksikan keajaiban alam ini dari dekat menggunakan kapal pesiar wisata seperti Aqua Eddy yang dilengkapi jendela bawah air, atau melalui Uzu-no-Michi Walkway, sebuah jalur pejalan kaki berlantai kaca yang berada di bawah jembatan. Jangan lupa pula untuk mampir ke Otsuka Museum of Art di dekat Taman Naruto yang memamerkan reproduksi karya seni barat berukuran aslinya.

Titik Awal Ziarah Shikoku Ohenro

Ryozen-ji in Naruto

Kota Naruto juga menjadi lokasi Ryozen-ji, kuil pertama dari rute ziarah 88 kuil di Pulau Shikoku yang berkaitan erat dengan biksu Kukai. Kompleks kuil ini menyediakan berbagai perlengkapan ziarah bagi para pejalan kaki.

Secara keseluruhan, Prefektur Tokushima menaungi 23 kuil pertama dari jalur Ohenro. Beberapa kuil unggulan seperti Tairyu-ji yang berada di pegunungan tinggi atau Yakuo-ji yang terkenal dengan tradisi penangkal nasib buruk, menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam tanpa harus merampungkan seluruh rute ziarah.

Jembatan Tanaman Rambat di Iya Valley

he-Iya-Valleys-Kazurabashi-From-Afar

Iya Valley terkenal sebagai tempat persembunyian para pelarian klan Taira di masa lalu. Kawasan terpencil ini menyuguhkan suasana pedesaan Jepang yang autentik dan belum banyak berubah.

Simbol paling terkenal dari lembah ini adalah jembatan gantung Kazurabashi yang terbuat dari tanaman rambat asli. Berjalan di atas jembatan ini memberikan sensasi mendebarkan karena celah di antara bilah kayu memperlihatkan aliran sungai di bawahnya. Selain itu, pengunjung dapat menikmati keindahan Ngarai Oboke dengan perahu wisata atau menjelajahi Desa Ochiai yang dikelilingi rumah-rumah tradisional.

Destinasi di Sekitar Tokushima

Nikobuchi

Tokushima sangat ideal sebagai titik awal perjalanan melintasi Pulau Shikoku. Selepas menjelajahi ibu kota prefektur dan Naruto, perjalanan dapat dilanjutkan ke arah barat menuju Iya Valley, lalu meneruskan perjalanan ke Prefektur Kochi di selatan yang terkenal dengan pesisir Samudra Pasifik serta keindahan Sungai Niyodo.

Alternatif lainnya adalah bergerak ke utara menuju Prefektur Kagawa untuk menikmati keindahan Taman Ritsurin di Takamatsu serta mencicipi kuliner khas Sanuki udon sebelum kembali menyeberang ke Pulau Honshu melalui Okayama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *