Melihat kembali berbagai destinasi yang pernah dibahas sebelumnya, tersadar sebuah kekurangan besar: kota pelabuhan Nagahama di Prefektur Shiga sempat terlewatkan. Meskipun pernah tinggal di dekat Hikone dan beberapa kali melewati wilayah ini menuju Chikubushima, Nagahama belum pernah mendapat sorotan yang layak. Saatnya memperbaiki hal tersebut.
Bagi pelancong mancanegara, Nagahama mungkin jarang terdengar. Terletak di sisi timur laut Danau Biwa, kota ini merupakan definisi sejati dari permata tersembunyi atau hidden gem. Menyuguhkan perpaduan daya tarik sejarah dan budaya, Nagahama sangat cocok bagi wisatawan yang ingin keluar dari jalur wisata umum, baik bagi pecinta sejarah maupun penikmat seni.

Secara historis, Nagahama bermula dari desa nelayan kecil bernama Imahama di tepi Danau Biwa. Wilayah ini berkembang menjadi kota kastil menjelang akhir periode Sengoku yang penuh gejolak. Perubahan besar ini dipicu oleh kepindahan basis kekuasaan panglima perang Toyotomi Hideyoshi ke lokasi Nagahama saat ini. Menariknya, nama Nagahama diambil sebagai penghormatan kepada sang pemimpin besar, Oda Nobunaga.
Kendati demikian, berkunjung ke Nagahama saja mungkin belum cukup jika berdiri sendiri. Perjalanan ke kawasan Prefektur Shiga biasanya berpusat pada dua destinasi utama: Kastil Hikone dan pulau suci Chikubushima. Namun, Nagahama menawarkan berbagai daya tarik yang melengkapi celah dari kedua tempat tersebut, layaknya mangkuk ramen lengkap dengan kuah yang menyatukan seluruh hidangan.
Cara Menuju ke Sana
Akses menuju Nagahama tergolong sangat mudah jika Anda berangkat dari Kyoto atau Osaka. Anda cukup menaikkan kereta limited express di jalur JR Biwako Line menuju arah utara dengan durasi perjalanan sekitar satu jam lebih sedikit. Pastikan untuk memeriksa jadwal kereta terlebih dahulu, dan perhatikan bahwa beberapa kereta mungkin berhenti atau memisahkan rangkaian gerbong di Stasiun Maibara.
Bagi pelancong dari Tokyo, naiklah kereta Shinkansen Hikari menuju Stasiun Maibara, kemudian lanjutkan dengan kereta lokal ke Nagahama. Perlu diingat bahwa layanan Nozomi tidak berhenti di Stasiun Maibara, sehingga kereta Hikari menjadi pilihan paling efisien tanpa harus memutar balik.
Sebagian besar objek wisata di Nagahama berada dalam jarak jalan kaki dari stasiun, sehingga Anda tidak perlu repot menggunakan bus atau kereta lanjutan selama berada di pusat kota. Pengecualian berlaku jika Anda ingin menyeberak ke Pulau Chikubushima, yang mengharuskan penggunaan kapal feri dengan jadwal keberangkatan yang perlu direncanakan dengan cermat.
Pulau Chikubushima

Pulau Chikubushima yang terletak di tengah Danau Biwa merupakan tanah yang disucikan dan dipenuhi kuil-kuil kuno. Pemerintah Jepang bahkan telah menetapkan pulau ini sebagai Situs Bersejarah sekaligus Tempat Pemandangan Indah.
Kendala utama berkunjung ke Chikubushima adalah keterbatasan jadwal kapal feri yang berangkat dari pelabuhan Nagahama setiap 75 menit sekali. Karena durasi penyeberangan memakan waktu sekitar setengah jam, pengelolaan waktu menjadi sangat penting.
Saran terbaik adalah menginap semalam di dekat pelabuhan agar bisa mengejar kapal feri pertama di pagi hari. Menjelajahi seluruh area Chikubushima hanya butuh waktu satu hingga dua jam, sehingga Anda masih memiliki sisa waktu yang longgar untuk menikmati Nagahama pada siang harinya. Hotel & Resorts Nagahama yang berlokasi dekat pelabuhan dan dilengkapi fasilitas onsen menjadi salah satu tempat menginap yang sangat direkomendasikan.
Tempat Menarik di Nagahama

Nagahama menyimpan beragam destinasi wisata menarik yang cocok bagi berbagai kalangan, mulai dari penggemar sejarah hingga pencinta seni kriya:
- Nagahama Castle: Benteng yang awalnya dibangun oleh Toyotomi Hideyoshi pada tahun 1575 sebelum akhirnya dibongkar. Benteng utama direkonstruksi ulang dengan beton pada tahun 1983 dan kini berfungsi sebagai museum sejarah lokal.
- Kurokabe Square: Kompleks bangunan berusia seabad yang dulunya merupakan bank, kini bertransformasi menjadi galeri seni kerajinan tangan, aksesori kaca, kotak musik, lengkap dengan studio pembuatan kaca.
- The Kaiyodo Figure Museum: Museum pertama di Jepang yang sepenuhnya mendedikasikan ruangannya untuk koleksi figur mainan, lengkap dengan toko dan area lokakarya untuk anak-anak.
- Nagahama Tetsudo Square: Kompleks museum kereta api yang menempati bangunan stasiun asli tertua di Jepang yang berdiri sejak tahun 1882.
- Hokkoku Gama: Tempat pembakaran keramik di mana pengunjung dapat mencoba pengalaman membuat tembikar sendiri.
- Daitsu-ji: Kompleks kuil Buddha utama di Nagahama yang membawa pengunjung merasakan suasana abad ke-16 dengan berbagai bangunan berstatus Properti Budaya Penting.
- Nagahama Hachimangu: Kuil Shinto bergaya Hachiman yang terletak tidak jauh dari kompleks Daitsu-ji.
- The Kunitomo Matchlock Museum: Museum yang memamerkan koleksi senjata api historis buatan para pembuat senjata di Nagahama pada akhir tahun 1500-an.
- Nagahama Biwako Daibutsu: Patung Buddha setinggi 28 meter yang selesai dibangun pada tahun 1994 dan terlihat jelas dari jalur feri menuju Chikubushima.
- Yanmar Museum: Museum anak interaktif yang menampilkan pameran seputar praktik ramah lingkungan, mesin pertanian, hingga teknik menanam padi.
Destinasi di Sekitar Nagahama

Perjalanan ke Nagahama belum lengkap tanpa mampir ke Kastil Hikone, salah satu dari sedikit benteng asli yang tersisa di Jepang dengan arsitektur pertahanan yang luar biasa megah. Maskot populer Hikonyan juga menjadi daya tarik tersendiri di sini.
Bagi yang ingin memperluas rute perjalanan, Prefektur Fukui di sebelah utara, situs bersejarah Pertempuran Sekigahara, serta Gunung Ibuki yang dijuluki sebagai “Gunung Fuji dari Omi” merupakan pilihan destinasi tambahan yang sangat ideal untuk dijelajahi.








