Meskipun Perang Dunia II dan serangan bom atom di akhir perang sangat terkenal, hanya sedikit orang yang mengetahui tragedi pemboman masif yang melanda Tokyo. Operasi tersebut direncanakan oleh Jenderal Angkatan Udara Curtis LeMay dengan tujuan menghancurkan kota sekaligus menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin. Akibat serangan bom pembakar tersebut, sebagian besar wilayah Tokyo rata dengan tanah. Berbeda dengan Kyoto, sebagian besar bangunan yang berdiri di Tokyo saat ini merupakan hasil pembangunan era pascaperang.
Kendati demikian, masih ada beberapa sudut di Tokyo yang secara ajaib selamat dari amukan api dan mempertahankan nuansa sejarahnya. Salah satu kawasan tersebut adalah lingkungan Yanaka yang terletak di dekat Ueno. Wilayah ini berhasil menjaga atmosfer Shitamachi (kota bawah) tradisional, menciptakan kontras yang tajam dengan lanskap hutan beton yang mendominasi ibu kota. Bagi yang mendambakan perjalanan santai menyusuri jalanan kuno Tokyo tempo dulu, kawasan ini adalah destinasi yang sangat tepat.
Catatan: Kawasan Yanaka sering pula disebut sebagai “Yanasen”. Nama ini merupakan singkatan dari gabungan wilayah Yanaka, Nezu, dan Sendagi yang membentuk area tersebut. Istilah ini mungkin sedikit membingungkan, tetapi jika Anda melihat papan nama “Yanasen”, itu artinya Anda sudah berada di lokasi yang benar!
Cara Menuju ke Sana

Kawasan Yanaka diapit oleh beberapa stasiun kereta, sehingga rute terbaik bergantung pada titik awal keberangkatan Anda serta tempat yang ingin dikunjungi terlebih dahulu. Cara paling praktis adalah menggunakan jalur kereta JR Yamanote Line. Setelah melewati Akihabara dan Ueno, Anda akan segera tiba di Stasiun Nippori. Ambil Pintu Keluar Barat (West Exit), dan Anda hanya perlu berjalan kaki sebentar untuk mencapainya. Alternatif lainnya, jika posisi Anda lebih dekat dengan stasiun di jalur Chiyoda Line, Anda bisa menjelajahi rute ini secara terbalik dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Nezu.
Menjelajahi Yanaka Ginza

Sebagian besar orang mungkin familiar dengan kawasan Ginza di dekat Stasiun Tokyo yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan barang bermerek. Istilah Ginza sendiri sering digunakan oleh berbagai wilayah lokal untuk menyebut jalan perbelanjaan utama mereka. Petualangan kali ini dimulai dari Yanaka Ginza, yang dapat dicapai dalam beberapa menit saja dari Stasiun Nippori. Sebaiknya gunakan peta karena tata letak jalannya cukup membingungkan. Walaupun tidak ada titik awal yang pasti, papan penunjuk bertuliskan nama kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai gerbang permulaan penjelajahan.
Lorong-lorong yang berkelok-kelok di sekitar Yanaka Ginza sangat ideal untuk dinikmati dengan berjalan kaki santai. Sepanjang jalan, terdapat berbagai kafe independen serta restoran kecil yang menarik untuk dikunjungi. Jangan lewatkan kesempatan mencicipi berbagai jajanan yang ditawarkan oleh para pedagang di sepanjang jalan utama. Berbeda dari bagian Tokyo lainnya yang terkesan modern dan steril, kawasan ini memancarkan pesona Shitamachi autentik dari masa lampau.
Seseorang bahkan bisa menghabiskan waktu berpekan-pekan untuk menggali sejarah kaya di area ini. Terdapat banyak toko kerajinan tangan tradisional yang telah turun-temurun beroperasi, serta lebih dari seratus kuil berukuran kecil. Jika beruntung, Anda juga bisa menjumpai kucing-kucing berkeliaran tanpa perlu mendatangi kafe kucing khusus. Yanaka memang terkenal sebagai rumah bagi banyak kucing liar, dan ciri khas ini tercermin di berbagai suvenir toko. Bahkan, ada kedai taiyaki yang menyajikan kue berbentuk cetakan kucing alih-alih bentuk ikan tradisional!
Pemakaman yang Tenang

Perjalanan ke Yanaka terasa belum lengkap tanpa singgah di area luas Pemakaman Yanaka. Jalur setapak yang tertata rapi di antara jajaran makam megah menawarkan suasana damai yang jarang ditemukan di tengah hiruk-pikuk Tokyo. Ketika musim semi tiba, pemakaman ini tampak sangat memukau berkat deretan pohon bunga sakura yang mekar di sepanjang Jalan Sakura-dori.
Di kompleks pemakaman ini, pengunjung dapat menemukan makam Tokugawa Yoshinobu, shogun terakhir dari periode Edo (1603–1868) yang menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintahan baru Meiji. Bagi para pecinta sejarah, lokasi ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir sejumlah tokoh penting lainnya. Salah satu titik menarik yang patut dikunjungi adalah Kuil Tenno-ji, yang dahulunya merupakan bagian dari area pemakaman asli dan memiliki patung Buddha perunggu berukuran besar.
Mengunjungi Kuil Nezu

Dari pemakaman, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sebentar menuju Kuil Nezu. Tempat suci ini merupakan salah satu kuil tertua di Tokyo, dengan catatan legenda yang menyebutkan keberadaannya sejak abad pertama. Dikelilingi oleh lanskap hijau yang rimbun, Kuil Nezu dulunya sering dikunjungi oleh para pemikir ternama seperti Natsume Soseki dan Ogai Mori untuk mencari ketenangan dan inspirasi. Arsitektur bangunan yang ada saat ini berasal dari tahun 1704 ketika kuil tersebut direkonstruksi, menampilkan corak desain yang menyerupai Kuil Toshogu.
Kuil ini memegang peranan penting baik bagi para shogun dari klan Tokugawa maupun keluarga kekaisaran. Di kompleks kuil terdapat gundukan batu bernama Enazuka yang menyimpan ari-ari shogun keenam, Tokugawa Ienobu. Selain itu, ketika Kaisar Meiji pindah dari Kyoto ke Tokyo pada akhir abad kesembilanbelas, beliau mengirimkan utusan kekaisaran secara khusus ke kuil ini mengingat signifikansi historisnya.

Kuil Nezu juga memiliki kuil Inari serta deretan gerbang torii berwarna merah terang yang mengingatkan kita pada Fushimi Inari Taisha di Kyoto. Jalur berpagar torii ini mengarah ke sebuah gardu pandang yang menjadi bagian dari Kuil Otome Inari (kuil di dalam kuil). Jika Anda belum sempat berkunjung ke Kyoto, tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda. Kuil Nezu sangat terkenal berkat Festival Azalea Bunkyo yang diselenggarakan setiap bulan April. Lebih dari 3.000 bunga azalea mekar dalam berbagai warna, membuat jalur torii terlihat semakin memesona.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar

Setelah puas berkeliling Kuil Nezu, tibalah saatnya untuk kembali. Perjalanan pulang menuju Stasiun Nippori mungkin sedikit memutar, sehingga Anda bisa langsung menuju Stasiun Nezu terdekat. Berikut adalah peta panduan untuk menavigasi rute dari Kuil Nezu. Namun, jika Anda masih bersemangat untuk menjelajah, ada beberapa lokasi menarik lain di sekitar area ini yang patut disambangi:
- Kannei-ji
Dahulu merupakan kompleks kuil luas yang mencakup lebih dari 30 bangunan, sebagian besar area Kannei-ji hancur akibat Kebakaran Besar Meireki pada tahun 1657. Kompleks kuil saat ini jauh lebih kecil, namun tetap layak untuk dikunjungi. - Taman Kyu-Iwasaki-tei
Ini adalah bekas kediaman keluarga Iwasaki, pendiri konglomerat Mitsubishi. Kawasan properti ini memiliki tiga bangunan utama dan mencakup area seluas sekitar 17 hektare. Tempat ini dibuka untuk umum dengan tiket masuk seharga 400 yen. - Kuil Yushima Tenjin
Kuil ini didedikasikan untuk Tenjin, dewa Shinto bidang pendidikan, dan letaknya berdampingan dengan Universitas Tokyo yang bergengsi. Setiap bulan April, para pelajar yang ingin mendoakan keberhasilan ujian masuk berbondong-bondong datang ke sini. - Taman Ueno
Taman Ueno terdiri dari berbagai objek wisata yang menempati sebagian bekas lahan kompleks Kannei-ji yang luas. Taman ini dapat dianggap sebagai miniatur Jepang dan menawarkan pengalaman wisata sehari yang sempurna bagi pelancong dengan waktu terbatas.
Sampai jumpa pada petualangan berikutnya, para pelancong…








