Home / Travel / Menikmati Suasana Ryogoku: Pengalaman Sumo dan Museum Edo-Tokyo

Menikmati Suasana Ryogoku: Pengalaman Sumo dan Museum Edo-Tokyo

The Edo Tokyo Museum in Ryogoku

Ryogoku dikenal luas sebagai salah satu distrik di Tokyo yang memiliki kaitan erat dengan dunia sumo serta sejarah era feodal Jepang. Kawasan ini menyimpan berbagai daya tarik mulai dari arena pertandingan sumo utama hingga museum-museum berkelas yang menawarkan wawasan mendalam tentang masa lalu ibu kota Jepang.

Sumo wrestlers get out of a taxi in Tokyo’s Ryogoku area

Karakteristik utama yang membedakan Ryogoku dari wilayah lain di Tokyo adalah dominasi budaya sumonya. Secara historis, turnamen sumo awalnya diadakan di ruang terbuka seperti kuil-kuil. Namun, memasuki akhir era Meiji, pertandingan tersebut mulai dipindahkan ke dalam ruangan, dan arena permanen pertama pun dibangun di kawasan ini. Gedung Kokugikan yang berdiri saat ini merupakan bangunan keempat yang diresmikan pada tahun 1985, memiliki kapasitas lebih dari 10.000 penonton, dan rutin menggelar tiga dari enam turnamen sumo profesional tingkat nasional setiap tahunnya.

Selain sumo, Ryogoku juga memegang peran penting dalam sejarah Edo (nama lama Tokyo). Berkat pembangunan jembatan Ryogoku pada periode Edo, kawasan ini berkembang menjadi simpul transportasi vital yang menghubungkan pusat kota dengan Provinsi Shimosa di sekitarnya. Bahkan, penamaan “Ryogoku” sendiri secara harfiah memiliki arti “dua provinsi”.

Cara Menuju ke Sana

The Chuo Line passes though Tokyo’s Ryogoku Station

Akses menuju Ryogoku tergolong sangat mudah berkat adanya beberapa jalur kereta yang melintas. Bagi sebagian besar pelancong, Toei Oedo Line menjadi pilihan paling praktis karena terhubung langsung dari Shinjuku dan Roppongi. Sementara itu, pemegang tiket JR Pass dapat memanfaatkan Jalur Chuo untuk menghemat biaya perjalanan. Pemanfaatan aplikasi navigasi seperti Jorudan sangat dianjurkan untuk merencanakan rute perjalanan terbaik di dalam kota Tokyo yang kompleks.

Sebelum menjelajahi objek wisata utama, pengunjung disinggahi dahulu ke Ryogoku Edo Noren yang terletak di dalam area gedung stasiun JR. Kompleks kuliner ini menyajikan berbagai hidangan khas Tokyo, lengkap dengan pusat informasi turis serta replika ring sumo di bagian dalamnya.

Budaya Sumo di Ryogoku

A chanko-nabe hot pot, the favored dish of Japanese sumo wrestlers

Sebagai pusatnya sumo, Ryogoku menjadi lokasi di mana banyak asrama latihan pegulat sumo atau yang dikenal sebagai heya didirikan. Karena konsentrasi heya yang cukup tinggi di kawasan ini, bukanlah pemandangan asing jika melihat para pegulat lalu-lalang di sekitar lingkungan setempat.

Pengalaman menikmati budaya sumo di Ryogoku belum lengkap tanpa mencicipi chanko-nabe. Hidangan hot pot yang berisi campuran sayuran, makanan laut, dan daging ini merupakan makanan pokok para pegulat sumo untuk membangun fisik mereka. Terdapat banyak restoran di Ryogoku yang menyajikan menu ini, dan beberapa di antaranya bahkan dikelola langsung oleh mantan atlet sumo profesional.

Edo-Tokyo Museum

Catatan: Saat ini Edo-Tokyo Museum ditutup sementara untuk keperluan renovasi besar-besaran.

Daya tarik lain yang tidak boleh dilewatkan di Ryogoku adalah Edo-Tokyo Museum. Didirikan pada tahun 1993, museum ini merekam perjalanan sejarah Tokyo selama 400 tahun, mulai dari masa-masa awal sebagai wilayah rawa hingga bertransformasi menjadi kota metropolitan yang modern. Pameran di dalam museum ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas warga biasa hingga kisah hidup para samurai pada masa lampau.

Selain periode pra-modern, museum ini juga mendokumentasikan era modern Tokyo, termasuk masa-masa sulit setelah Perang Dunia II serta pameran kilas balik perkembangan teknologi dan budaya populer dekade-dekade belakangan. Museum ini berdampingan langsung dengan arena sumo Kokugikan dan menyediakan informasi berbahasa Inggris yang memadai bagi wisatawan mancanegara.

Atraksi Menarik Lainnya

The new Sumida Hokusai Museum in Ryogoku, Tokyo

Selain museum utama dan nuansa sumonya, Ryogoku masih menawarkan berbagai kegiatan santai, seperti menikmati suasana di tepi Sungai Sumida pada musim panas. Terdapat pula beberapa destinasi pendukung di sekitar kawasan ini:

  • Sumida Hokusai Museum
    Dibuka pada tahun 2016 di distrik kelahiran pelukis maestro Hokusai Katsushika, museum ini menampilkan koleksi karya seni ukiyo-e yang memukau dengan tiket masuk yang terjangkau.
  • Museum Pedang Jepang
    Terletak di dekat Taman Kyu-Yasuda Teien, museum ini memamerkan koleksi ekstensif pedang tradisional Jepang beserta berbagai atribut pelengkapnya.
  • Edo-yu Onsen
    Fasilitas pemandian air panas publik di Ryogoku yang menawarkan beragam jenis kolam relaksasi untuk melepas penat setelah seharian berkeliling kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *