Home / Travel / Menginap di Ryokan Jepang, Perlu atau Tidak?

Menginap di Ryokan Jepang, Perlu atau Tidak?

A Traditional Ryokan in an Onsen Town

Ryokan di Jepang sering kali dipuja-puja oleh berbagai panduan wisata sebagai pengalaman wajib yang harus dicoba. Padahal, tidak semua penginapan tradisional ini serupa, dan pengalaman menginap di sana belum tentu cocok untuk setiap pelancong. Artikel ini akan membahas berbagai fakta dan mitos seputar ryokan agar Anda dapat memutuskan sendiri apakah akomodasi ini merupakan pilihan yang tepat.

Secara sederhana, ryokan adalah penginapan bergaya tradisional Jepang. Meskipun identik dengan arsitektur kayu yang megah dan lantai tatami, saat ini banyak pula fasilitas modern yang tersedia. Berbeda dengan hotel biasa yang hanya berfungsi sebagai tempat singgah, ryokan menawarkan pengalaman tersendiri. Banyak warga lokal yang sengaja bepergian jauh ke tempat terpencil semata-mata untuk menginap di sana.

Mari kita luruskan beberapa kesalahpahaman umum mengenai ryokan melalui poin-poin berikut.

Ryokan adalah Akomodasi Kelas Atas

Someone holds out a lot of yen to pay for a ryokan in Japan

Pernyataan ini umumnya keliru. Tarif ryokan sangat bervariasi, mulai dari kelas ekonomis hingga mewah. Jika menginginkan pengalaman kelas atas, Anda harus memilihnya dengan teliti. Begitu pula sebaliknya, jika ingin berhemat, lakukan pencarian mendalam untuk menemukan penginapan yang sesuai dengan anggaran.

Perlu dicatat bahwa banyak opsi yang lebih terjangkau hanya tersedia melalui situs berbahasa Jepang seperti Jalan.net. Penginapan yang diiklankan dalam bahasa Inggris biasanya mengenakan biaya tambahan untuk pelokalan. Oleh karena itu, meminta bantuan teman atau kenalan untuk memesan bisa sangat membantu.

Ryokan Menyajikan Makanan di Dalam Kamar

A traditional and well-balanced meal at a ryokan in Japan

Hal ini hanya benar sebagian. Sebagian ryokan masih menyediakan layanan makan di kamar, namun biasanya dengan biaya yang lebih mahal. Mayoritas penginapan menawarkan berbagai paket menginap dan makan yang bisa dipilih saat reservasi. Saat ini, menyantap hidangan di restoran atau area makan bersama di dalam gedung sudah semakin lazim. Beberapa paket mencakup sarapan dan makan malam, sementara yang lain hanya menyediakan salah satunya, atau bahkan tanpa makanan sama sekali.

Tidak semua ryokan memiliki layanan makan di kamar, jadi memilih paket makan tidak selalu berarti hidangan akan diantar ke kamar Anda. Jika tersedia, fasilitas tersebut biasanya akan dicantumkan secara jelas saat pemesanan dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan area makan umum.

Anda Tidur di Atas Futon dan Lantai Tatami

A futon on the tatami mat floor of a ryokan in Japan

Pernyataan ini SEBAGIAN BESAR benar. Seiring berjalannya waktu, beberapa ryokan kini menyediakan kamar bergaya Barat atau kamar dengan gaya campuran. Jika Anda ingin merasakan tidur di atas tatami, pastikan untuk memilih kamar bergaya Jepang atau washitsu. Perlu diingat, kamar bergaya Barat di ryokan hampir selalu menyediakan tempat tidur singolo atau twin terpisah, bahkan untuk paket pasangan. Jadi, pilihlah kamar bergaya Jepang jika ingin pengalaman otentik.

Ryokan Selalu Memiliki Pemandian Air Panas

A woman tests the hot spring water at a ryokan in Japan

Hal ini sering kali benar karena ryokan biasanya dibangun di dekat sumber air panas alami. Banyak di antaranya menyediakan area pemandian umum yang menggunakan air onsen alami. Beberapa juga menawarkan pemandian privat yang dapat disewa untuk jangka waktu tertentu, yang terkadang gratis bagi tamu menginap. Di ryokan kelas atas, pemandian onsen pribadi bahkan tersedia di dalam kamar tamu.

Terdapat banyak aturan tidak tertulis mengenai penggunaan onsen di Jepang. Mempelajari panduan etiket sebelum berkunjung sangat dianjurkan agar Anda tidak merasa bingung saat harus melepas seluruh pakaian di area pemandian.

Ryokan adalah Pengalaman Terbaik di Jepang

A number of ryokan in Japan are set against snowy mountains

Pernyataan ini bisa diperdebatkan. Meskipun menawarkan pesona yang kuat, Jepang memiliki banyak alternatif akomodasi lainnya. Pengalaman terbaik tentu berbeda bagi setiap pelancong, dan menginap di ryokan lebih mirip sebagai pelengkap saja. Anda tidak wajib menginap di ryokan untuk merasakan liburan yang luar biasa di Jepang.

Perbedaan mendasar antara hotel dan ryokan terletak pada tujuannya. Orang memesan hotel karena kebutuhan praktis untuk jalan-jalan atau berbelanja. Sebaliknya, penggemar ryokan sering kali sengaja datang jauh-jauh demi menikmati suasana historis di tempat tersebut, sehingga sebagian besar waktu mereka dihabiskan di dalam ruangan.

Bagi pelancong yang gemar menjelajahi luar ruangan sepanjang hari, ryokan mungkin kurang ideal karena jam makan malam yang cenderung lebih awal membatasi waktu aktivitas siang hari. Sebagian besar tamu memang datang untuk bersantai bersama keluarga atau kerabat di area penginapan.

Ryokan Memiliki Banyak Aturan yang Harus Dipatuhi

A pair of yukata at a ryokan in Japan

Sayangnya hal ini benar, dan banyak penginapan kurang baik dalam menjelaskan aturan tersebut kepada turis asing. Contohnya, Anda dilarang keras mengenakan alas kaki—bahkan sandal kamar—di atas lantai tatami. Warga Jepang umumnya sangat toleran terhadap kesalahan turis, tetapi mereka sangat ketat mengenai aturan alas kaki.

Sebagian besar ryokan juga menyediakan yukata bagi para tamu untuk dikenakan selama berada di area penginapan. Di beberapa kawasan pemandian air panas tertentu, tamu bahkan diizinkan mengenakan yukata saat berjalan-jalan di luar bangunan. Namun, yukata umumnya tidak untuk dibawa pulang, meski beberapa tempat menyediakannya untuk dibeli.

Two girls talk to each other while laying on their futon at a ryokan in Japan

Perbedaan penting lainnya adalah tarif ryokan dihitung per orang, bukan per kamar. Hal ini membuat tarif ryokan cenderung cukup mahal meskipun untuk kategori anggaran terbatas. Banyak agen perjalanan menawarkan paket liburan yang mencakup akomodasi dan transportasi, meski navigasinya mungkin memerlukan bantuan terjemahan atau kenalan lokal.

Siapa yang Sebaiknya Menghindari Ryokan

Someone is saving up a travel fun to stay at a ryokan in Japan

Pelancong dengan anggaran ketat sebaiknya menghindari ryokan karena harganya relatif tinggi. Apabila Anda memilih tarif tanpa makan demi menghemat biaya, Anda mungkin akan kehilangan esensi utama dari pengalaman menginap di ryokan itu sendiri.

Pelancong yang memiliki jadwal padat dan lebih suka menghabiskan waktu di luar untuk berwisata juga tidak disarankan menginap di ryokan. Sebagai gantinya, mereka dapat mencicipi pengalaman onsen dengan mengunjungi pemandian umum di akhir hari.

A kid soaks in an onsen at a ryokan in Japan

Keluarga dengan anak-anak yang gaduh juga perlu mempertimbangkan kembali, karena suara bising dapat mengganggu tamu lain yang ingin beristirahat, sementara anak-anak mungkin akan merasa bosan hanya dengan berdiam di kamar. Selain itu, tamu dengan luka terbuka, penyakit menular, atau wanita yang sedang menstruasi tidak diizinkan menggunakan pemandian air panas umum.

A-Ketogenic-Diet-Infographic

Bagi mereka yang memiliki pantangan makanan ketat, ryokan mungkin bukan pilihan yang tepat. Hidangan disajikan dalam bentuk menu set yang sulit diubah, dan beberapa tren diet khusus sering kali kurang dipahami di Jepang. Terakhir, pelancong solo mungkin akan merasa bosan karena fasilitas ryokan dirancang untuk kelompok atau pasangan yang ingin bersantai bersama.

Siapa yang Akan Diuntungkan dengan Menginap di Ryokan

A family plays a game of cards while staying at a ryokan in Japan

Penginapan tradisional ini sangat ideal bagi mereka yang mencari ketenangan dan ingin melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari. Keluarga atau pasangan yang merayakan momen khusus juga akan menikmati fasilitas pemandian privat yang tersedia di beberapa tempat.

Someone with tattoos at a ryokan

Bagi pelancong yang memiliki tato atau tidak sesuai dengan batasan gender tradisional, memesan kamar ryokan dengan pemandian air panas pribadi adalah solusi terbaik untuk menikmati onsen tanpa menghadapi kendala aturan di fasilitas umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *