Home / Travel / Menghabiskan Malam di Gunung Koya, Puncak Suci yang Penuh Ketenangan

Menghabiskan Malam di Gunung Koya, Puncak Suci yang Penuh Ketenangan

The Danjo Garan and Giant Pagoda of Mt. Koya

Bagi para pelancong yang sudah berpengalaman menjelajahi Jepang, mendengar nama Mt. Koya mungkin terdengar terlalu biasa. Kawasan suci di atas gunung yang lekat dengan ajaran Buddha ini memang sudah sangat populer. Kendati demikian, bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang, tempat ini sering kali belum banyak diketahui. Selain itu, tidak banyak yang tahu bahwa pengunjung sebenarnya bisa menginap langsung di dalam kompleks kuil.

Kawasan pegunungan ini, yang lebih dikenal sebagai Koyasan, berfungsi sebagai pusat utama bagi aliran Shingon Buddhism. Kompleks keagamaan tersebut didirikan pada abad ke-9 oleh Kukai, atau yang secara anumerta dikenal sebagai Kobo-Daishi, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Jepang yang turut berjasa memperkenalkan Buddhisme esoterik.

Daya tarik utama dari Mt. Koya bukan hanya statusnya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang disandang sejak tahun 2004, melainkan pengalaman menginap di kuil atau shukubo. Di sini, pengunjung dapat mencicipi hidangan vegetarian tradisional Buddha dan ikut serta dalam sesi meditasi bersama para biksu.

Cara Menuju ke Sana

The cable car that leads up to Wakayama Prefecture’s sacred Mt. Koya

Mt. Koya terletak di bagian selatan Prefektur Wakayama, sebelah selatan Osaka. Akses paling praktis menuju kawasan ini dimulai dari Stasiun Gokurakubashi dengan menggunakan jalur Nankai Railways dari Stasiun Namba di Osaka. Tersedia beberapa kereta limited express yang langsung menuju Stasiun Gokurakubashi, atau Anda harus melakukan transit di Stasiun Hashimoto.

Setibanya di Stasiun Gokurakubashi, perjalanan dilanjutkan dengan naik kereta gantung atau cable car menuju puncak gunung. Dari stasiun puncak, perjalanan disambung dengan naik bus selama sekitar sepuluh menit untuk mencapai area utama kuil. Panduan berbahasa Inggris tersedia secara memadai di lokasi untuk memudahkan navigasi. Biaya untuk kereta gantung adalah 500 yen, sementara tarif bus sebesar 300 yen.

Hal yang Dapat Dilihat di Mt. Koya

A statue of Jizo sits in a meditative position at Mt. Koya's Okunoin.

Selain pengalaman menginap di kuil, terdapat beberapa situs menarik yang wajib dikunjungi selama berada di Mt. Koya:

  • Okunoin: Kompleks pemakaman terbesar di Jepang yang menampung lebih dari 200.000 batu nisan serta tempat peristirahatan terakhir Kukai. Penganut Shingon Buddhism percaya bahwa Kukai tidak wafat, melainkan sedang berdiam dalam meditasi abadi menantikan kebangkitan. Mengunjungi tempat ini pada malam hari melalui tur yang dipandu oleh biksu Eko-in memberikan atmosfer spiritual yang khas.
  • Kongobu-ji: Kuil utama dari aliran Shingon Buddhism yang didirikan pada tahun 1593. Kompleks ini menampilkan pintu geser berdekorasi indah serta Banryu-tei, taman batuan terbesar di Jepang. Bagian dalam kuil juga memiliki dapur luas yang dulunya mampu menyiapkan makanan untuk ribuan biksu.
  • Danjo Garan: Kompleks kuil yang berdiri di lokasi di mana Kukai diyakini menjatuhkan alat ritual sankosho saat kembali dari menuntut ilmu di China. Area ini dihiasi oleh pagoda dua tingkat setinggi 45 meter yang menjadi salah satu landmark ikonik di kawasan tersebut.
  • Reihokan: Museum yang menyimpan berbagai koleksi artefak religius seperti patung Buddha, mandala, dan benda bersejarah lainnya dari Mt. Koya.

Destinasi di Sekitar Mt. Koya

A misty trail along the Kumano Kodo pilgrimage route in Wakayama Prefecture

Bagi pelancong yang menjelajahi Prefektur Wakayama, menyempatkan diri singgah ke jalur ziarah Kumano Kodo adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Jalur kuno di Semenanjung Kii ini telah digunakan oleh para peziarah selama lebih dari seribu tahun. Menjelajahi sebagian kecil dari rute jalur bersejarah ini menawarkan pengalaman perjalanan yang sangat berkesan di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *