Home / Travel / Mengenal Jenis Anjing Jepang dan Cara Memeliharanya: Shiba Inu, Akita, Hokkaido-ken, dan Lainnya

Mengenal Jenis Anjing Jepang dan Cara Memeliharanya: Shiba Inu, Akita, Hokkaido-ken, dan Lainnya

Meskipun saat ini hanya memelihara seekor kucing, saya selalu menganggap diri saya sebagai pecinta anjing, khususnya anjing ras Jepang. Anjing-anjing asli Jepang umumnya termasuk dalam jenis spitz, yang memiliki ciri fisik seperti bulu yang tebal, telinga yang tegak lancip, moncong yang menyerupai serigala, serta ekor melingkar seperti pegas. Di Jepang, banyak ras anjing asli yang dinamai berdasarkan daerah asal mereka, seperti Hokkaido-inu dan Shikoku-inu.

Ras Anjing Asli Jepang

Anjing ras Jepang termasuk yang tertua di dunia. Penampilan mereka yang mirip serigala menjadi salah satu tanda usia ras tersebut yang sudah sangat purba.

Shiba-Inu

An alert Shiba-Inu

Shiba-Inu mungkin merupakan anjing Jepang paling terkenal di dunia. Dengan ukuran sedang, bulu ganda yang tebal, serta ekor melingkar, anjing ini sangat populer. Sebagai salah satu ras tertua, mereka dikenal mandiri, sangat bersih, dan gemar merawat diri sendiri. Namun, karena sifat mandirinya, mereka membutuhkan pelatihan yang tepat dan tidak selalu mudah dikendalikan oleh anak-anak atau hewan lain.

Akita-Inu

An akita-inu taking a rest

Akita-Inu adalah jenis anjing spitz berukuran besar yang memancarkan martabat, keberanian, kewaspadaan, dan kesetiaan yang tinggi. Ras ini hampir punah selama Perang Dunia II karena diburu untuk diambil bulunya, sebelum akhirnya populasinya berhasil dipulihkan. Akita dikenal sangat menyukai anak-anak, namun mereka juga cukup teritorial dan bisa menjadi sangat waspada terhadap orang asing.

Hokkaido Ken

A trio of Hokkaido-ken puppies

Berasal dari Hokkaido, anjing berukuran sedang ini terkenal sangat setia, berani, dan memiliki bulu yang sangat tebal. Konon, anjing ini memiliki keberanian untuk menghadapi beruang cokelat Hokkaido dengan cara menyerang bagian belakang dan mencengkeram lehernya hingga beruang tersebut kabur. Mereka juga merupakan pemburu yang handal.

Kai-Ken

A trio of Hokkaido-ken puppies

Kai-ken adalah anjing berukuran sedang yang memiliki bulu kasar dengan pola garis harimau yang tampak liar. Mereka sangat cerdas, lincah, waspada, dan berani. Selain berfungsi sebagai anjing penjaga dan pemburu yang baik bagi pemiliknya, mereka cenderung lebih pendiam kepada orang asing jika tidak disosialisasikan dengan baik.

Shikoku Inu

Shikoku-inu standing on all fours

Berasal dari wilayah Shikoku, anjing ini sedikit lebih besar dari Shiba dan memiliki penampilan yang lebih menyerupai serigala. Shikoku Inu dikenal sangat setia, hati-hati, berani, dan memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi. Dulunya mereka sering digunakan untuk mengejar babi hutan, sehingga ras ini sangat cocok bagi pemilik yang aktif dan memiliki banyak ruang untuk berlari.

Kishu Inu

Two Kishu-Inus held by their owner

Kishu-inu umumnya memiliki bulu putih yang tebal dan terkenal sebagai anjing yang sangat setia kepada satu orang atau satu keluarga saja. Mereka adalah pemburu yang tangguh dan membutuhkan pemilik yang aktif agar kebutuhan olahraganya terpenuhi dengan baik.

Ras Anjing yang Diimpor ke Jepang

Selain ras asli, ada beberapa jenis anjing yang dianggap sebagai anjing Jepang meskipun awalnya dibawa dari luar negeri.

Japanese Chin

Japanese Chin licking its mouth

Anjing berukuran kecil dengan rambut panjang ini awalnya dibawa dari Tiongkok, sebelum akhirnya dikembangkan sendiri oleh bangsawan Jepang sebagai hewan peliharaan istana yang tenang.

Japanese Spitz

Dikembangkan pada tahun 1920-an melalui persilangan berbagai jenis anjing spitz, Japanese Spitz adalah anjing berukuran kecil hingga sedang yang berbulu lebat. Mereka aktif, ceria, setia, ramah terhadap anak-anak, dan memiliki umur yang tergolong panjang, yaitu sekitar 10 hingga 16 tahun.

Japanese Terrier

Anjing berukuran kecil ini memiliki karakter yang lincah dan ceria. Mereka dibawa oleh kapal pedagang Belanda ke Nagasaki dan sempat menjadi anjing pangkuan yang populer pada masanya.

Tosa Inu

An alert Tosu Inu

Tosa Inu adalah hasil persilangan antara Shikoku-inu dengan berbagai ras anjing Eropa seperti Mastiff, Bulldog, dan St. Bernard. Dulunya dibiakkan untuk keperluan adu anjing, ras ini kini dikenal sebagai anjing bertubuh besar yang membutuhkan pelatihan khusus.

Sakhalin Husky

Kerabat dekat Akita-inu ini terkenal karena perannya dalam ekspedisi penelitian Antarktika Jepang pada tahun 1958. Sayangnya, populasi anjing ini kini sangat langka di Jepang.

Mendapatkan Anjing Jepang

Richard Gere with the eponymous Akita of the movie Hachiko

Memelihara anjing ras Jepang di luar negara asalnya tentu tidak mudah. Shiba-inu adalah satu-satunya ras yang relatif mudah ditemukan di luar Jepang, sementara ras lain seperti Kai-ken atau Hokkaido Inu sangat sulit didapatkan. Mengimpor langsung dari Jepang juga menghadirkan tantangan tersendiri, mulai dari aturan ketat dari peternak lokal hingga biaya pengiriman yang sangat mahal.

Sebagai catatan tambahan, akhiran “inu” atau “ken” yang sering ditemui di belakang nama anjing-anjing tersebut sebenarnya berasal dari kanji yang sama untuk kata anjing, yaitu 犬, di mana “inu” adalah cara baca kun’yomi sedangkan “ken” adalah on’yomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *