Kurokawa Onsen berada di daftar teratas tempat yang ingin saya kunjungi kembali saat bertandang ke Jepang. Kota kecil di tengah pulau Kyushu ini menawarkan pengalaman onsen yang luar biasa. Berkat asosiasi hotel lokal yang kuat, Kurokawa berhasil mempertahankan keasliannya dan terhindar dari maraknya pembangunan hotel beton bertingkat besar yang kerap mengubah wajah kota pemandian air panas lainnya. Meskipun tradisi onsen di sini telah ada sejak ratusan tahun lalu, popularitas Kurokawa sebagai destinasi wisata baru mulai menanjak pada dekade 1960-an.

Perjalanan menuju Kurokawa cukup mudah jika Anda menggunakan bus dari Hakata Bus Terminal atau dari arah berlawanan di Kumamoto. Bagi pemegang JR Pass, moda transportasi bus mungkin kurang begitu diminati, tetapi pemandangan dan suasananya sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Bagi yang membawa kendaraan pribadi, tersedia area parkir gratis di kawasan Kurokawa.

Setibanya di lokasi, pengunjung langsung dihadapkan pada 24 pilihan onsen yang tersebar. Wilayah kota ini dilengkapi dengan penunjuk arah yang jelas, serta bus antar-jemput gratis yang siap mengantar ke pemandian yang letaknya agak terpencil.

Hal paling penting yang wajib dimiliki saat berkunjung ke sini adalah nyuutou tegata, sebuah token kayu khusus untuk program Rotemburo Meguri. Istilah ini merujuk pada aktivitas berkeliling menikmati pemandian air panas luar ruangan (rotenburo) yang menjadi daya utama Kurokawa. Dengan harga 1300 yen, token ini memberikan akses ke tiga pemandian pilihan dan jauh lebih hemat dibanding membayar tarif reguler sekitar 500 yen per kunjungan. Token ini bisa dibeli di pusat informasi wisata atau di setiap onsen, dan masa berlakunya mencapai enam bulan.

Sisi depan token dihiasi dengan desain gambar yang berganti setiap tahunnya, seperti maskot populer Kumamoto, Kumamon. Terbuat dari kayu cedar Oguni lokal, token ini dilengkapi tali sehingga mudah dikalungkan di leher saat Anda berjalan dari satu pemandian ke pemandian lainnya.

Bagian belakang token memiliki tiga stiker yang nantinya akan dilepas dan diganti dengan cap stempel resmi setiap kali Anda memasuki lokasi pemandian.

Konsep ini memadukan pengalaman berendam onsen dengan tradisi pengumpulan stempel. Setelah seluruh stiker terpakai, token tersebut berubah fungsi menjadi cenderamata perjalanan yang menarik.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa membawa token yang telah selesai digunakan ke kuil Shinto di pusat kota Kurokawa.

Banyak pelancong memilih meninggalkan token mereka di kuil ini sebagai bentuk variasi dari tradisi pembuatan Ema. Apa pun pilihan Anda, membawa pulang atau meninggalkannya di kuil, token ini adalah kunci utama untuk menikmati daya tarik sejati Kurokawa.

Beberapa lokasi pemandian memiliki akses yang unik, seperti harus melewati jembatan tertutup yang curam dan dua unit elevator karena letaknya yang berada di atas tebing.

Dari 24 onsen yang tersedia, masing-masing menawarkan karakteristik serta kandungan mineral air yang berbeda. Kandungan air tersebut dipercaya berkhasiat untuk meredakan berbagai masalah kulit dan kesehatan.

Arsitektur beberapa bangunan onsen bahkan menghadirkan nuansa magis seolah membawa pengunjung masuk ke dalam negeri dongeng.

Prosedur berkunjung di sini sama seperti onsen pada umumnya di Jepang. Pengunjung diwajibkan membersihkan diri terlebih dahulu di area bilas sebelum masuk ke dalam kolam air panas.

Fasilitas shower dan perlengkapan mandi seperti sabun serta sampo umumnya sudah disediakan dengan lengkap.

Di beberapa tempat tradisional, tersedia gayung dan wadah air untuk membilas tubuh menggunakan air dari kolam.

Setelah tubuh bersih, Anda bisa langsung merendam diri dan menikmati ketenangan. Sensasi berendam di dalam gua batu tentu memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Ketersediaan loker penyimpanan barang berharga dan keranjang pakaian di ruang ganti membuat pengunjung merasa aman meninggalkan barang-barang mereka.

Meskipun beberapa onsen populer seperti Yamamizuki cukup ramai dikunjungi, suasananya tetap terasa tenang dan damai untuk menikmati pemandangan alam hutan di sekitarnya.

Selama berada di Kurokawa, para tamu umumnya mengenakan yukata sambil berjalan-jalan menyusuri jalanan kota. Yukata biasanya sudah disediakan jika Anda menginap di ryokan, atau dapat disewa terpisah.

Selain onsen, kawasan ini juga diisi oleh beberapa toko suvenir, toko madu, dan kedai yang menjual camilan lezat seperti es cokelat dingin.

Bagi yang mencari tempat makan, restoran Ufufu yang terletak di jalan utama Kurokawa sangat direkomendasikan.

Menu makan siang di tempat ini menyajikan berbagai hidangan lezat, terutama olahan tahu yang istimewa.

Menginap di ryokan tradisional memberikan pengalaman bersantap malam yang luar biasa meski dengan kisaran harga yang cukup tinggi. Alternatif yang lebih hemat adalah menginap di hostel wilayah Aso dan melanjutkan perjalanan ke Kurokawa menggunakan bus untuk kunjungan singkat seharian.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan di sini meliputi permainan tenis meja khas Kurokawa di beberapa hotel.

Pengunjung juga dapat melihat langsung sistem perpipaan dan infrastruktur yang mengalirkan air panas alami ke berbagai penjuru kota.

Jalur pejalan kaki tersedia bagi mereka yang ingin menikmati suasana hutan di perbukitan Kurokawa.

Tersedia pula fasilitas rendam kaki gratis dengan pemandangan langsung menghadap ke arah sungai.

Bahkan terdapat stasiun uap wajah gratis yang menyegarkan untuk melengkapi pengalaman relaksasi.
Kurokawa Onsen tetap menjadi destinasi utama yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin melepas penat. Baik dikunjungi seorang diri, bersama pasangan, maupun bersama keluarga, kota pemandian air panas ini menawarkan ketenangan dan pengalaman liburan yang berkesan.
Kurokawa Onsen
Informasi Tambahan
Kurokawa Sakura-dori, Minami-oguni-machi
Aso, Prefektur Kumamoto 869-2402
Jepang
View on map
Kurokawa Onsen’s website
81-967-44-0076








