Home / Travel / Kuil Iwakiyama: Menengok Kemegahan di Bayang-Bayang Gunung Iwaki Aomori

Kuil Iwakiyama: Menengok Kemegahan di Bayang-Bayang Gunung Iwaki Aomori

Komainu at Iwakiyama Shrine

Perjalanan kilat sehari penuh ke Prefektur Aomori dimulai saat jarum jam baru menunjukkan pukul 08.00 pagi. Kereta peluru yang dinaiki sudah melaju ke arah utara selama lebih dari 90 menit. Keputusan ini sempat dipertanyakan dalam hati karena dilakukan tepat setelah pemerintah Jepang melarang pembatasan perjalanan antarprefektur. Sebagai warga Tokyo yang menjadi pusat kasus infeksi, perjalanan malam hari sengaja dihindari untuk menjaga kenyamanan warga lokal.

Alasan di balik perjalanan panjang dan melelahkan ini adalah sebuah destinasi impian yang telah lama masuk dalam daftar kunjungan. Sebagian besar wilayah di Aomori sudah pernah dieksplorasi sebelumnya, sehingga tempat tersembunyi terakhir ini terasa sangat mengganjal jika tidak segera dikunjungi.

Fokus utama dari kunjungan ini adalah sebuah tempat suci kuno yang mengabadikan Mt. Iwaki. Didirikan lebih dari 1.200 tahun yang lalu, kompleks bangunan suci ini secara historis menaungi seluruh area gunung setinggi 1.627 meter tersebut. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai Iwakiyama-jinya, atau yang lebih sering disebut sebagai Iwakiyama Shrine.

Mt. Iwaki sendiri merupakan gunung berapi dengan bentuk simetris yang menjadi ikon Prefektur Aomori. Berdiri sendiri di tengah dataran rendah tanpa ada bukit lain di sekitarnya, penampakan gunung ini sangat mirip dengan Mt. Fuji. Kemiripan tersebut membuat masyarakat masa lampau menjulukinya sebagai “Mt. Fuji dari Tsugaru” dan menjadikannya sebagai lokasi yang disucikan.

Cara Menuju ke Sana

Bus stop number 6 at Hirosaki Station in Aomori Prefecture

Perjalanan menuju Iwakiyama Shrine tentu mengharuskan pengunjung untuk mendatangi wilayah Aomori terlebih dahulu. Transportasi paling praktis adalah menggunakan pesawat atau kereta peluru ke arah utara. Setibanya di prefektur tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju kota kastil bersejarah Hirosaki dengan menaiki jalur kereta JR Ou Line dari Stasiun Shin-Aomori.

Karena tidak ada jalur kereta api yang beroperasi langsung ke kawasan Mt. Iwaki, moda transportasi umum yang tersedia dari Stasiun Hirosaki adalah bus bus menuju Iwakiyama Shrine. Calon penumpangnya dapat langsung menuju halte nomor enam yang berada di luar stasiun. Bagi yang merasa bingung, pusat informasi pariwisata di dalam Stasiun Hirosaki siap membantu memberikan petunjuk dengan menyebutkan nama tujuan tersebut.

Bagi yang ingin lebih leluasa menjelajahi Aomori, menyewa mobil pribadi adalah pilihan terbaik mengingat jadwal transportasi umum yang cukup terbatas. Namun, bagi yang tidak bisa mengendarai kendaraan bermotor, bus umum tetap bisa diandalkan.

Menjelajahi Iwakiyama Shrine

A baku ornament on Aomori Prefecture’s Iwakiyama Shrine

Iwakiyama Shrine merupakan salah satu titik paling penting secara spiritual di Aomori. Masyarakat telah memuja kompleks suci ini sejak sekitar tahun 780, bahkan jauh sebelumnya oleh suku Emishi setempat. Berdasarkan catatan mitologi sejarah, tempat ini awalnya didirikan oleh tokoh rakyat Sakanoue-no-Tamuramaro untuk menghormati ayahnya.

Kawasan ini memamerkan perpaduan unik antara ajaran Shinto dan Buddha atau yang dikenal sebagai Shinbutsu Shugo. Ketiga puncak Mt. Iwaki diyakini berkaitan dengan Amida Buddha, Buddha Pengobatan, dan Kannon sang dewi belas kasih. Kompleks kuil ini dulunya merupakan bagian dari kuil Buddha bernama Hyakutaku-ji sebelum bertransformasi menjadi tempat suci seperti sekarang.

Nuansa kuil Buddha sangat terasa ketika menyusuri area ini, berdampingan dengan gerbang torii dan atribut khas Shinto lainnya. Salah satu daya utamanya adalah gerbang Romon dua tingkat berukuran besar yang berasal dari awal periode Edo (1603–1868). Seluruh struktur bangunan utamanya dihiasi ukiran kayu rumit yang mirip dengan gaya Toshogu Shrine di Nikko dan telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting Nasional.

Pengunjung akan disambut oleh jalur pendakian panjang yang dipenuhi pepohonan cedar dan gerbang torii kuno. Di ujung jalur tersebut, berdiri megah gerbang Romon berwarna merah vermilion. Tepat di sebelah kanannya terdapat kolam pemurnian air dengan pancuran berbentuk naga berkepala tiga yang airnya berasal langsung dari mata air suci Mt. Iwaki.

The honden of Iwakiyama Shrine in Aomori Prefecture

Setelah membersihkan diri, perjalanan dilanjutkan melewati gerbang Romon menuju area terdalam kuil untuk mengagumi detail ukiran kayu di sekitar Oku-no-In. Bagi pendaki berpengalaman yang berniat menaklukkan Mt. Iwaki secara langsung, jalur pendakian tersedia di sisi kiri gerbang Romon dengan waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan setiap arahnya.

Menuju Puncak Mt. Iwaki

An aerial view of the hairpin turns that lead up Aomori Prefecture’s Mt. Iwaki

Tersedia pula cara yang jauh lebih mudah untuk mencapai puncak gunung melalui jalur Tsugaru Iwaki Skyline. Jalur beraspal panjang ini membawa pengunjung dari kaki gunung hingga stasiun kedelapan. Jalan raya ini terkenal sangat ekstrem karena memiliki 60 tikungan tajam dengan tingkat kemiringan mencapai 10 persen.

Perjalanan tidak berhenti sampai di situ, pengunjung harus melanjutkan perjalanan ke stasiun kesembilan menggunakan kereta gantung (chairlift). Dari titik pemberhentian terakhir kereta gantung, pendakian kaki selama kurang lebih tiga puluh menit masih diperlukan untuk benar-benar tiba di puncak gunung.

Destinasi Menarik Lainnya

A solemn Buddhist statue sits against a bleak background at Aomori Prefecture’s Mt. Osore (Osorezan)

Bagi para pelancong yang memiliki waktu lebih luang di wilayah utara Jepang ini, terdapat beberapa lokasi menarik lain yang sangat sayang untuk dilewatkan:

  • Mt. Osore (Osorezan): Menjelajahi kawasan spiritual Buddha yang dikenal dengan lanskap uniknya.
  • Autumn in Aomori: Menikmati pemandangan daun musim gugur yang memukau di wilayah utara.
  • Hungover in Hachinohe: Menelusuri lorong-lorong kedai tradisional dan pasar pagi yang meriah.

Kawasan Mt. Osore atau yang berarti “Gunung Ketakutan” menawarkan pengalaman wisata yang luar biasa bagi pencari permata tersembunyi di Jepang. Selain itu, Taman Kastil Hirosaki juga menjadi destinasi wajib dikunjungi pada musim semi untuk menikmati keindahan bunga sakura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *