Home / Travel / Kisah Shimoda: Bagaimana Jepang Dipaksa Membuka Negaranya

Kisah Shimoda: Bagaimana Jepang Dipaksa Membuka Negaranya

A Print of Commodore Matthew C. Perrys Infamous Black Ships

Pada 8 Juli 1853, Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan empat kapal perang perkasa ke teluk ibu kota Keshogunan. Kru kapal membawa ultimatum agar Jepang membuka diri untuk perdagangan luar negeri. Meskipun bukan kapal asing pertama yang muncul di perairan Jepang, negara tersebut saat itu telah menutup diri dari pengaruh luar selama lebih dari dua abad. Dipimpin oleh Komodor Matthew C. Perry, kedatangan armada yang dijuluki kapal hitam atau kurofune ini menjadi titik balik besar dalam sejarah Jepang. Keshogunan yang mulai melemah tidak lagi mampu mempertahankan isolasi diri di tengah gempuran kekuatan militer yang jauh lebih superior.

Bagi siapa pun yang mempelajari sejarah Jepang, kemunculan empat monster bertenaga uap tersebut tentu menebarkan ketakutan bagi yang menyaksikannya. Akibat kebijakan isolasi ketat yang diterapkan keshogunan, kapal-kapal maritim lokal saat itu berukuran sangat kecil jika dibandingkan dengan raksasa modern milik Amerika. Tidak memiliki banyak pilihan, otoritas setempat terpaksa mengalah pada diplomasi kapal meriam Komodor Perry dan mengizinkan pasukan Amerika mendarat. Walaupun konsesi ini menyelamatkan ibu kota Edo—yang kini dikenal sebagai Tokyo—dari kehancuran, kedatangan Perry menandakan perlunya negosiasi ulang atas keseimbangan kekuasaan.

Setelah mengirimkan tuntutan perdagangan pada tahun 1853, pihak Amerika sempat kembali pulang. Namun, pada tahun berikutnya, Komodor Perry kembali berlayar ke Jepang dengan membawa delapan kapal perang untuk memberikan “pendorong” tambahan jika diperlukan. Ternyata, tindakan tersebut tidak perlu dilakukan karena pihak keshogunan menyadari bahwa kekuatan militer mereka kalah telak dari dunia Barat. Setelah berunding selama sekitar sebulan, para pejabat yang mewakili Tokugawa Shogun menyerahkan draf perjanjian yang dapat diterima oleh pihak Amerika, dan Komodor Perry pun segera bertolak pulang.

Meskipun pendaratan perdana kapal-kapal hitam tersebut sebenarnya terjadi di dekat Kurihama, lokasi yang paling melekat dengan nama sang komodor adalah Shimoda. Terletak di ujung Semenanjung Izu, Shimoda menjadi tempat Komodor Perry menjejakkan kaki saat kunjungan keduanya ke Jepang. Selain itu, setelah negosiasi alot tersebut rampung, Komodor Perry juga mendirikan konsulat Amerika Serikat yang pertama di tempat ini. Berkat signifikansi sejarah tersebut, Shimoda kini dipenuhi dengan berbagai jejak dan referensi dari masa krusial dalam sejarah Jepang ini.

Cara Menuju ke Sana

The town of Shimoda on the Izu Peninsula at dusk as seen from Shimoda Park

Jika dilihat melalui peta, Shimoda mungkin tampak tidak terlalu jauh dari Tokyo, namun perjalanan ke sana memakan waktu yang cukup lama. Cara tercepat untuk mencapainya adalah dengan menumpang kereta limited express Odoriko. Alternatif lainnya, wisatawan dapat naik kereta Shinkansen menuju kota pemandian air panas Atami, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta lokal JR Ito Line hingga pemberhentian terakhir. Anda dapat memanfaatkan layanan perencana rute seperti Jorudan untuk memudahkan perhitungan jadwal kereta. Perjalanan Anda akan berakhir di Stasiun Izukyu Shimoda.

Setibanya di Stasiun Izukyu Shimoda, Anda bisa memilih untuk berjalan kaki atau menggunakan bus lokal. Bagi pelancong yang ingin praktis, tersedia tiket terusan bus sepuasnya bernama Minami Izu Free Pass seharga 2.790 yen. Kendati demikian, sebagian besar objek wisata utama di Shimoda dapat dicapai dalam waktu 20 hingga 30 menit, sehingga berjalan kaki tetap menjadi opsi yang sangat rasional.

Meskipun perjalanan menuju Shimoda memakan waktu lebih dari dua jam, pemandangan Semenanjung Izu di sepanjang jalur kereta akan memanjakan mata Anda. Selepas wilayah Atami, kawasan pedesaan ini menyajikan panorama garis pantai yang luar biasa indah dengan formasi batuan karangnya yang terjal. Sesi akhir perjalanan kereta menuju Stasiun Izukyu Shimoda menawarkan pemandangan paling memukau, jadi pastikan untuk menyempatkan diri menikmati pemandangan di luar jendela.

Kota Shimoda Saat Ini

Hydrangeas line the canal that passes through Perry Road in central Shimoda

Mengingat aksesnya yang agak menantang, disarankan untuk merencanakan menginap semalam di Shimoda. Daya tarik kota ini tidak hanya terletak pada nilai sejarahnya semata, melainkan pada suasana santai khas kota pantai yang sangat menyenangkan. Walaupun banyak objek wisata berhubungan dengan peristiwa kapal hitam, gaya hidup santai di Shimoda justru menjadi daya pikat utama bagi para pelancong.

Bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kawasan ini, berikut adalah beberapa lokasi menarik yang patut disinggahi:

  • Ryosen-ji
    Meskipun bangunannya tergolong kecil, kuil inilah tempat Perjanjian Shimoda ditandatangani pada tahun 1854. Peristiwa ini menandai dimulainya era baru bagi Jepang dan dibukanya kembali perdagangan luar negeri setelah hampir tiga abad mengisolasi diri. Anda juga dapat mengunjungi MoBS Kurofune Museum dan Shimoda Kaikoku Museum yang berada di dekatnya untuk melihat berbagai artefak sejarah terkait Komodor Perry.
  • Perry Road
    Jalan yang sangat fotogenik ini membentang sejajar dengan sebuah kanal di pusat kota Shimoda, menghubungkan Ryosen-ji dengan Taman Shimoda. Di sepanjang tepi saluran air yang asri ini, terdapat kafe, butik, serta pohon-pohon willow. Berbagai toko di sini juga menjajakan cinderamata dan makanan ringan yang berkaitan dengan sejarah Komodor Perry.
  • Shimoda Park
    Terletak di atas tebing kecil di luar pusat kota, taman hijau ini dulunya merupakan lokasi benteng pertahanan militer dan kini menjadi tempat Monumen Pembukaan Hubungan Diplomatik AS-Jepang berdiri. Daya tarik utamanya adalah ribuan bunga hydrangea yang mekar memenuhi area taman. Jika menyukai kehidupan laut, Anda juga bisa mampir ke Shimoda Underwater Aquarium.
  • Berlayar dengan Kapal Hitam
    Untuk merasakan pengalaman ala Komodor Perry, Anda dapat mengikuti tur pelayaran singkat di Teluk Shimoda menggunakan kapal wisata yang dirancang menyerupai kapal hitam ikonis masa lalu. Hanya dengan biaya 1.250 yen, Anda bisa merasakan sensasi era pembukaan perbatasan Jepang.
  • Konsulat Pertama
    Berlokasi tidak jauh dari dermaga kapal wisata, kompleks Kuil Gyokusen-ji merupakan tempat Komodor Perry mendirikan konsulat resmi pertama Amerika Serikat di Jepang. Di sini, terdapat Museum Townsend Harris yang menyimpan berbagai koleksi artefak bersejarah penting.

Selain kawasan pusat sejarah Shimoda, wilayah Shirahama di sekitarnya juga sangat layak dikunjungi. Dikenal sebagai salah satu pantai berpasir putih terbaik di dekat Tokyo, Shirahama menjadi lokasi favorit untuk berjemur dan berselancar. Letaknya yang berjarak lebih dari 5 kilometer dari Stasiun Izukyu Shimoda membuat kebanyakan pengunjung memilih naik bus, meski berjalan kaki tetap bisa menjadi pilihan jika cuaca mendukung.

Jika Anda berkunjung ke Shirahama, sempatkan diri untuk mampir ke Kuil Shirahama. Kuil tepi laut yang menawan ini memiliki gerbang torii berwarna merah terang yang berdiri di atas batu karang menjorok ke laut, sangat cocok untuk latar foto Anda.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

The beautiful hydrangeas of Shimoda Park during the month of June

Bulan Juni adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Shimoda. Pada bulan keenam ini, bunga-bunga hydrangea di Taman Shimoda mencapai puncak mekarnya, mengubah lanskap taman menjadi lautan warna yang semarak. Berkunjung ke sana pada periode ini terasa seperti memasuki surga bunga.

Satu-satunya tantangan berkunjung pada bulan Juni adalah musim hujan di Jepang yang dikenal sebagai tsuyu atau “hujan plum”. Walaupun curah hujannya tidak separah monsun di Asia Tenggara, Anda tetap harus bersiap menghadapi udara lembap dan hari-hari yang basah. Sebagai kompensasinya, Anda dapat menikmati pemandangan bunga hydrangea sebelum hawa panas musim panas sepenuhnya tiba.

Selain di taman utama, tanaman hydrangea juga dapat ditemukan di berbagai sudut kota Shimoda, termasuk di sepanjang kanal di Perry Road yang tampak sangat menawan.

Atraksi Menarik Lainnya di Sekitar

Japan’s earliest blooming cherry blossoms, the Kawazu-zakura line a river near Shimoda

Kawasan Semenanjung Izu menyimpan banyak petualangan menarik di luar jalur wisata umum. Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat yang dapat menjadi inspirasi perjalanan Anda berikutnya:

  • Kawazu
    Kawasan ini terkenal sebagai rumah bagi pohon sakura yang mekar paling awal di Jepang, biasanya pada awal bulan Februari.
  • Cape Irozaki
    Terletak di ujung paling selatan Semenanjung Izu, wilayah pesisir dengan tebing-tebing terjal ini menawarkan pemandangan alam yang dramatis bagi para pencinta alam.
  • Cape Tarai & Toji
    Dekat dengan Cape Irozaki, terdapat Gua Laut Ryugu yang bentuknya menyerupai simbol hati jika dilihat dari udara.
  • Jogasaki Coast
    Bentangan pantai indah di pesisir timur Semenanjung Izu yang dapat disaksikan dalam perjalanan menuju Shimoda.
  • Mt. Omuro
    Gunung berapi mati berbentuk unik menyerupai mangkuk nasi terbalik yang terletak dekat Jogasaki Coast.
  • Shuzenji Onsen
    Salah satu resor pemandian air panas tertua dan paling terkenal di Semenanjung Izu.
  • The Inatori Hosono Highlands
    Dataran tinggi tersembunyi di pegunungan yang menyuguhkan padang rumput perak luas yang sangat indah saat musim gugur tiba.

Sampai jumpa di petualangan berikutnya, para pelancong…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *