Suasana malam itu terasa cukup mencekam ketika Koichi, Viet, Sean, dan saya berjalan kaki dari Stasiun JR Kichijoji menuju sebuah izakaya. Berbeda dengan restoran Jepang pada umumnya yang ceria dan santai, tempat yang kami tuju adalah sebuah restoran bertema hantu bernama Kichijoji Yūrei.
Tidak butuh waktu lama untuk menemukan lokasi tersebut karena letaknya memang dekat dari stasiun. Dari luar, bangunan itu tampak mencolok dengan lampu sorot dan lentera putih besar, serta dekorasi sesosok hantu di atas tangga. Setelah memberanikan diri melangkah masuk dan membuka pintu bercahaya remang-remang, seorang pelayan menyambut kami dengan ceria.
Pelayan tersebut mengenakan kostum hantu yang imut dan memperkenalkan dirinya sebagai Dorami. Dengan nada santai, ia mengaku sudah meninggal tiga tahun lalu akibat tersedak melon pan. Dorami juga berseloroh bahwa kami kini telah berubah menjadi arwah gentayangan karena tidak ada manusia hidup yang bisa masuk ke area tersebut.


Bagian dalam restoran ini didekorasi dengan sangat total. Di atas area bar terdapat pajangan menyerupai nisan kuburan, ditemani alunan musik suram dan efek mesin asap. Saat mengantar kami ke meja, Dorami meletakkan properti tangan buntung berdarah di sebelah buku menu bernyala hijau yang tampak menyala dalam gelap.


Untuk minuman, restoran ini menyediakan sepuluh koktail unik yang masing-masing dinamai berdasarkan kisah kematian para hantunya. Namun, kami akhirnya memilih sebotol shōchū shiso bernama Tantakatan. Dorami kemudian kembali membawakan botol tersebut beserta papan memorial Buddha (ihai) bertuliskan nama tiruan untuk kelompok kami.


Soal makanan, menu yang ditawarkan tidak kalah unik. Mulai dari iga panggang yang dikremasi langsung di meja oleh figur Raja Akhirat Enma, camilan berbentuk bola mata keju, hingga tofu goreng berbentuk batu nisan yang diberi saus layaknya ritual membersihkan makam (ohakamairi). Kami juga memesan menu tantangan Russian Roulette berupa tusukan kushikatsu, di mana salah satu tusukannya berisi saus pedas ekstrem.

Setelah mencoba makanan yang ternyata terasa sangat lezat, Sean sempat penasaran dan membuktikan sendiri keangkeran toilet di restoran tersebut. Tak lama kemudian, tibalah saatnya memainkan permainan Russian Roulette. Sial bagi Viet, dialah yang mendapatkan tusukan dengan saus neraka. Sesuai aturan, ia dikanankan mengenakan kostum hantu dan dibaringkan ke dalam peti mati di sudut ruangan sebelum akhirnya bangkit kembali karena masih memiliki urusan pekerjaan di dunia nyata.

Menjelang akhir kunjungan, kami meminta tagihan dan membayar hidangan yang telah disantap. Sisa botol shōchū yang belum habis disimpan di tempat tersebut untuk kunjungan kami berikutnya. Kichijoji Yūrei terbukti memberikan pengalaman bersantap yang unik, seru, dan berkesan bersama staf yang ramah meskipun berbalut nuansa horor.

Ulasan Koichi
Sebaiknya kunjungi tempat ini bersama grup agar suasananya semakin meriah. Tambahan 1 poin karena Viet sempat “mati” di sini.
Ulasan Viet
Saya benar-benar mati dan disemayamkan di tempat ini.
Ulasan Mami
Izakaya bertema hantu yang menyenangkan dengan staf yang ramah. Desain makanannya kreatif, rasanya enak, dan harganya cukup masuk akal.
Kichijoji Yūrei
Informasi Tambahan
1 Chome-8-11 Kichijōji Minamichō
Musashino, Tokyo 180-0003
Jepang
Telepon: 0422-41-0194








