Meskipun bukan lagi destinasi tersembunyi sejak pariwisata Jepang mulai melonjak lebih dari satu dekade lalu, Nikko tetap menawarkan ruang bagi pelancong yang ingin menghindari kerumunan. Dibandingkan dengan Kyoto atau Senso-ji yang selalu padat, kompleks kuil di Prefektur Tochigi yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Nikko ini memang sangat populer, tetapi selalu ada sudut-sudut tenang yang jarang dijamah wisatawan, seperti Jurang Kanmangafuchi.
Jurang Kanmangafuchi sebenarnya bukan tempat yang sepenuhnya asing bagi pelancong mancanegara. Setiap kali berkunjung, selalu ada saja wisatawan lain yang datang ke sini. Kendati demikian, suasana hutan yang sejuk serta deretan patung Jizo selalu berhasil memikat untuk kembali singgah. Tempat ini menjadi pilihan ideal untuk melepas penat sejenak setelah lelah menjelajahi kuil-kuil Warisan Dunia yang jauh lebih ramai.
Keputusan untuk membahas Kanmangafuchi sempat dipertimbangkan kembali mengingat Nikko sendiri sudah cukup kewalahan menghadapi lonjakan turis. Namun, setelah kunjungan keluarga baru-baru ini yang dirangkai dengan perjalanan ke Kinugawa Onsen dan wilayah Aizu di Fukushima, tempat ini layak diangkat sebagai contoh bahwa pesona Nikko jauh melampaui Nikko Toshogu Shrine dan Jembatan Shinkyo yang ikonis.
Oleh karena itu, menyempatkan waktu mampir ke Kanmangafuchi adalah keputusan yang tepat saat berada di Nikko. Lokasinya tidak jauh dari Futarasan Shrine, Taiyuin-byo, dan Nikko Toshogu Shrine, namun menawarkan ketenangan yang kontras. Bersama Danau Chuzen-ji dan Air Terjun Kegon, destinasi seperti ini mengubah kunjungan singkat ke Nikko menjadi sebuah petualangan seru di Prefektur Tochigi.
Cara Menuju ke Sana

Bagi yang ingin berkunjung, perjalanan dari Tokyo paling mudah dimulai dengan menumpang kereta limited express dari Stasiun Asakusa menuju Stasiun Tobu-Nikko. Layanan seperti Jorudan dapat diandalkan untuk memeriksa jadwal kereta yang paling efisien.
Setibanya di Nikko, akses menuju Kanmangafuchi tergolong mudah karena jurang ini berada di tebing Sungai Daiyagawa. Jalur favorit yang sering digunakan adalah berjalan turun dari Futarasan Shrine lalu melintasi kawasan pemukiman penduduk yang asri. Terutama di tengah teriknya musim panas, rute ini jauh lebih nyaman dibandingkan harus menanjak kembali setelah mengunjungi kompleks kuil utama.
Bagi pejalan kaki, menikmati Nikko dengan berjalan kaki memberikan pengalaman tersendiri yang sering terlewatkan jika menggunakan bus. Kendati demikian, jaringan bus Tobu juga tersedia bagi yang ingin langsung menuju ke sana. Berdasarkan rute bus lokal, wisatawan dapat naik bus jurusan Chuzen-ji Onsen atau Yumoto Onsen dan turun di halte Tamozawa, meski berjalan kaki dari Futarasan Shrine sebenarnya sama praktisnya.
Menjelajahi Lebih Jauh dari Toshogu Shrine

Daya tarik utama yang membuat wisatawan rela berjalan kaki ke Kanmangafuchi adalah deretan patung batu Bake Jizo, atau yang sering disebut sebagai “Jizo Hantu”. Menurut legenda setempat, siapa pun yang mencoba menghitung patung-patung ini dua kali tidak akan pernah mendapatkan angka yang sama. Entah karena faktor mistis atau karena patung-patung tua tersebut tampak begitu menyatu dengan alam, deretan Jizo berbibi dan bertopi merah ini memberikan pemandangan yang sangat ikonik di Nikko.
Patung-patung yang ada saat ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari koleksi aslinya. Sekitar 100 patung Jizo disumbangkan pada abad ke-17 oleh pengikut biksu Tenkai untuk mendoakan arwah orang yang telah meninggal. Namun, banjir bandang besar yang menerjang jurang ini pada tahun 1902 menghancurkan bangunan kuil aslinya, menghanyutkan banyak patung, termasuk sebuah arca batu Fudo Myoo.
Saat ini, tersisa sekitar 70 patung Jizo yang berbaris rapi di tepi sungai. Kompleks kuil Jiun-ji dan paviliun Reihikaku yang sempat hancur juga telah direkonstruksi pada abad ke-20 untuk melindungi altar batu yang dulunya digunakan dalam ritual api suci Buddhis. Selain nilai sejarahnya, jalur di Kanmangafuchi menawarkan keindahan alam berupa ngarai sempit yang terbentuk dari lahar Gunung Nantai, lengkap dengan bebatuan berlumut dan hutan lebat yang memberikan kesejukan di musim panas serta keindahan warna-warni daun musim gugur.
Aliran Air dari Air Terjun Kegon

Sungai Daiyagawa yang mengalir di sisi Kanmangafuchi ternyata terhubung langsung dengan sistem perairan di pegunungan Oku-Nikko. Jika ditelusuri ke hulu, airnya berasal dari Danau Chuzen-ji sebelum jatuh menerpa tebing setinggi 97 meter di Air Terjun Kegon. Air yang sama kemudian mengalir melewati barisan patung Jizo bermarmer merah dan mengalir di bawah Jembatan Shinkyo.
Setibanya di Kanmangafuchi, arus sungai menyempit di antara bebatuan vulkanik besar, menciptakan kolam-kolam air yang memperkuat kesan terasing dari pusat kota Nikko. Jika Toshogu Shrine menawarkan kemegahan ukiran berlapis emas dan kerumunan pengunjung, Kanmangafuchi menyuguhkan ketenangan melalui gemercik air dan pahatan batu alami.
Destinasi Menarik Lainnya di Sekitar Nikko

Berada di dekat jurang ini, terdapat Kebun Raya Nikko dan Taman Peninggalan Vila Kekaisaran Nikko Tamozawa yang dapat dicapai dengan berjalan kaki singkat. Keduanya menawarkan alternatif tempat bersantai yang jauh dari hiruk-pikuk pusat wisata utama.
Bagi yang ingin menjelajah lebih jauh ke pegunungan, kawasan Danau Chuzen-ji menawarkan pemandangan spektakuler melalui jalan berliku Irohazaka. Di sana, pengunjung dapat menikmati Air Terjun Kegon, kuil Futarasan cabang pegunungan, serta panorama dari Dataran Tinggi Akechidaira.
Pilihan lainnya adalah membagi perjalanan menjadi dua hari dengan mengunjungi Kinugawa Onsen pada hari kedua. Kota pemandian air panas ini terkenal dengan jejeran ryokan tradisional serta Edo Wonderland, taman hiburan sejarah yang menampilkan atraksi ninja dan samurai era Edo. Wilayah pemandian air panas lain seperti Yunishigawa Onsen dan Kawaji Onsen yang berdampingan dengan jurang Ryuokyo juga sangat layak dikunjungi, terutama saat musim gugur tiba.
Bahkan, bagi pelancong berjiwa petualang, Nikko dapat dijadikan gerbang awal untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah Aizu di Prefektur Fukushima, melewati jalur kereta Yagan menuju Ouchijuku dan Kastil Tsuruga. Perjalanan semacam ini membuktikan bahwa Nikko menyimpan jauh lebih banyak keajaiban daripada sekadar kunjungan satu hari singkat.








