Saat musim panas berakhir dan suhu udara mulai mendingin, pemandangan pedesaan di Jepang bersiap menyambut kemunculan warna-warni daun musim gugur yang memukau. Mulai bulan Oktober, fenomena alam ini menghidupkan berbagai wilayah di Jepang. Jika Anda belum pernah menikmati kuartal akhir tahun di Jepang, ada baiknya Anda merencanakan perjalanan ke sana.
Seiring pulihnya industri pariwisata internasional, destinasi populer seperti Higashiyama di Kyoto biasanya akan dipadati oleh wisatawan. Sebagai alternatif, Anda bisa mengunjungi Saruhashi yang berarti “Jembatan Monyet”, sebuah lokasi tersembunyi yang menawarkan keindahan luar biasa saat musim gugur tanpa harus berdesakan dengan banyak orang. Terbentang di atas jurang yang curam, jembatan melengkung yang unik di Prefektur Yamanashi ini sangat layak untuk dikunjungi.
Secara historis, jembatan sepanjang 30,9 meter ini berasal dari zaman Edo (1603–1868) ketika jembatan ini menjadi penghubung penting di sepanjang Koshu Kodo, salah satu jalan raya utama di Jepang. Saat ini, Saruhashi adalah salah satu contoh terbaik yang tersisa dari desain arsitektur yang disebut hanebashi. Jembatan ini ditopang oleh empat pasang balok kantilever kokoh yang tertanam di sisi tebing yang saling berhadapan. Berkat tata letak yang jenius ini, struktur tersebut mampu membentang di atas Sungai Katsura tanpa memerlukan tiang penyangga tambahan di bagian bawahnya.
Pada masa lalu, ada banyak jembatan hanebashi lain di Jepang, khususnya di bagian pegunungan Yamanashi, namun tampaknya hanya Saruhashi yang masih bertahan. Mengingat jurang di bawahnya yang sangat dalam, hanya monyet lincah yang bisa menyeberangi jurang tersebut tanpa bantuan jembatan. Nama “Jembatan Monyet” sendiri berasal dari foloklor lokal tentang sekelompok monyet yang merangkai tubuh mereka untuk membantu pasangan lansia menyeberangi jurang.
Alasan utama Saruhashi dapat bertahan hingga hari ini tampaknya adalah karena keindahannya yang terkenal. Jembatan beserta Sungai Katsura di bawahnya sering muncul dalam berbagai cetakan seni tradisional Jepang. Ditambah posisinya yang strategis di jalur Koshu Kaido yang menghubungkan Edo—yang kini dikenal sebagai Tokyo—dengan Prefektur Yamanashi, tidak heran jika Saruhashi resmi diakui sebagai Tempat Pemandangan Indah di Jepang.
Cara Menuju ke Sana

Bagian Prefektur Yamanashi ini terletak di kawasan pegunungan, tepat di antara dataran wilayah Kanto dan lembah Kofu. Secara administratif masuk dalam wilayah Kota Otsuki, perjalanan ke Saruhashi tergolong cukup mudah. Anda dapat menggunakan layanan kereta lokal untuk mencapai tempat pemandangan indah ini karena kereta ekspres terbatas yang menuju Kofu tidak berhenti di Stasiun Saruhashi.
Setibanya di stasiun kereta, Anda bisa memilih untuk naik bus atau berjalan kaki menuju Saruhashi. Jarak tempuhnya hanya sekitar 10 hingga 15 menit dengan berjalan kaki, sehingga naik bus mungkin tidak terlalu diperlukan kecuali jadwalnya sangat pas. Terlebih lagi, bus biasanya akan cukup padat saat musim puncak daun musim gugur.
Meskipun sangat memukau, perjalanan ke wilayah ini mungkin tidak perlu dilakukan semata-mata hanya untuk melihat Saruhashi, mengingat masih banyak destinasi lain di Jepang yang patut dikunjungi. Namun, jika Anda sedang berada di sekitar area tersebut pada musim puncak dedaunan musim gugur, menyempatkan diri mampir ke Saruhashi adalah pilihan yang sangat tepat.
Saruhashi, “Jembatan Monyet”

Terlepas dari legenda di balik namanya, Saruhashi telah mengalami beberapa kali renovasi dari waktu ke waktu. Melalui perbaikan tersebut, struktur papan kayu yang awalnya rapuh telah dibangun kembali dan diperkuat menggunakan material modern seperti beton. Kendati demikian, bentuk lengkungan ikonik jembatan ini tetap mempertahankan arsitektur aslinya yang membuatnya terkenal sebagai salah satu jembatan paling unik di Jepang.
Pengunjung dapat berjalan langsung di atas balok kayu Saruhashi. Perlu diingat bahwa jurang di bawahnya cukup dalam, sehingga bagi Anda yang takut akan ketinggian, berjalan dengan cepat ke sisi seberang mungkin menjadi pilihan terbaik. Di seberang jembatan, terdapat papan informasi mengenai sejarah Saruhashi.
Untuk mengabadikan foto jembatan ini, terdapat dua sudut pandang utama. Lokasi pertama berada di bagian bawah jembatan, yang dapat dicapai dengan menuruni beberapa anak tangga tanah untuk mendapatkan pemandangan dari bawah lengkungan. Lokasi kedua adalah dari jembatan modern di dekatnya yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor dan dihiasi dengan patung monyet Jepang.
Dua Jembatan Unik Lainnya di Jepang

Saruhashi merupakan bagian dari tiga jembatan legendaris di Jepang. Dua jembatan lainnya adalah Shinkyo di Nikko serta Kintaikyo yang terletak di Iwakuni. Ketiganya membentuk trio jembatan melengkung yang sangat spektakuler di Jepang.
Lingkungan sekitar jembatan Shinkyo dan Saruhashi paling indah dinikmati pada musim gugur saat daun-daun berubah warna. Sebaliknya, Kintaikyo paling memukau dikunjungi pada musim semi, di mana pemandangan jembatan yang membentang di atas Sungai Nishiki berpadu sempurna dengan deretan bunga sakura yang bermekaran.
Atraksi Lain di Sekitar

Area sekitar jembatan Saruhashi juga dikenal dengan kebun bunga hortensia yang indah. Jika Anda berkunjung pada akhir Juni saat musim hujan di Jepang, waktu tersebut sangat ideal untuk singgah dan menikmati pemandangan jembatan ini.
Selain Saruhashi, terdapat berbagai aktivitas menarik di sekitarnya yang bergantung pada arah perjalanan Anda. Jika Anda kembali menuju Tokyo menggunakan kereta lokal dengan transit di Stasiun Takao, Anda bisa menyempatkan diri mendaki Mt. Takao apabila memulai perjalanan sejak pagi hari.
Bagi wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju Kofu atau bahkan hingga Matsumoto, terdapat berbagai destinasi menarik yang mudah diakses dari Stasiun Otsuki:
- Kawaguchiko
Destinasi Populer di Yamanashi - Hottarakashi Onsen
Menikmati Pemandian Air Panas di Prefektur Yamanashi - Hidden Yamanashi
Kisah tentang Buddhisme, Panglima Perang, dan Anggur - Aokigahara
Menghapus Stigma “Hutan Bunuh Diri” - Hidden Yamanashi
Alam, Kuliner Lokal, dan Ziarah Kuno
Kota Otsuki sendiri juga menawarkan beberapa daya tarik lain, seperti Mt. Iwadono yang menyuguhkan jalur pendakian ringan selama 45 menit bagi pecinta alam, serta Yamanashi Prefectural Maglev Exhibition Center bagi para penggemar kereta api. Namun, bagi kebanyakan wisatawan internasional, mengunjungi objek wisata lain yang telah disebutkan mungkin menjadi pilihan yang lebih utama setelah melihat kawasan jembatan Saruhashi.








