Kawasan populer di Kyoto seperti Arashiyama dan Kiyomizu-dera kini menghadapi masalah pariwisata berlebihan atau overtourism yang cukup parah. Tempat-tempat tersebut bahkan sulit dikenali lagi karena terlalu padat, sehingga kurang ideal bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang. Kendati demikian, banyak pelancong pemula tetap mendambakan pemandangan ikonik seperti hutan bambu di Arashiyama. Sebagai solusi, Anda bisa sejenak menghindari keramaian dengan melipir ke wilayah Kameoka yang berada tak jauh dari sana.
Bagi sebagian besar orang, nama Kameoka talah asing di telinga. Padahal, kota ini terletak hanya sekitar 30 menit perjalanan dari Stasiun Kyoto, namun suasananya sangat kontras dengan hiruk-pikuk pusat pariwisata Kyoto. Terletak di balik jajaran pegunungan barat Kyoto, Kameoka adalah sebuah kawasan tersembunyi yang jarang dijamah oleh turis asing. Walaupun banyak pengunjung Arashiyama menikmati Naik Perahu Sungai Hozugawa atau menaiki Sagano Romantic Train, hanya segelintir saja yang benar-benar melanjutkan perjalanan ke dalam wilayah Kameoka.
Secara historis, letak Kameoka sangat strategis karena berada di jalur penghubung penting di sisi barat Kyoto. Pada era feodal Jepang, kawasan ini berfungsi ganda sebagai pusat transportasi yang menghubungkan ibu kota kekaisaran dengan wilayah Tamba dan daerah sekitarnya. Guna mengamankan jalur krusial ini, Kastil Tanba-Kameyama didirikan pada akhir abad ke-16. Benteng tersebut berdiri kokoh mengawasi keluar masuknya akses ke Kyoto hingga akhirnya dibongkar pada masa modernisasi Jepang.
Kini, Kameoka menjadi destinasi ideal untuk melarikan diri sejenak dari keramaian Arashiyama. Atraksi seperti Naik Perahu Sungai Hozugawa dan Sagano Romantic Train menyuguhkan alternatif pemandangan alam yang memesona di luar hutan bambu yang padat. Selain itu, pengunjung dapat berendam di pemandian air panas Yunohana Onsen yang menenangkan, menelusuri sisa-sisa reruntuhan Kastil Tanba-Kameyama, atau sekadar menikmati lanskap alam pedesaan yang asri dan budaya autentik Jepang tanpa harus pergi terlalu jauh ke pedalaman.
Kameoka juga terkenal dengan bunga higanbana atau bakung merah, yang menjadi alasan utama kunjungan pada awal Oktober. Anao-ji merupakan salah satu lokasi terbaik di Jepang untuk menikmati bunga musim gugur ini. Keindahan bunga higanbana yang tumbuh di sekitar area sawah dekat kuil menciptakan pemandangan surealis yang memukau dan mewakili pesona musim tersebut.
Cara Menuju ke Sana

Sebelum menjelajahi keindahan Kameoka City, penting untuk mengetahui rute perjalanannya. Dibandingkan destinasi terpencil lainnya, perjalanan langsung dari Stasiun Kyoto menuju Kameoka tergolong sangat mudah, menjadikannya pilihan tepat bagi pelancong pemula. Cukup menaiki Jalur JR Sagano dari pusat transportasi utama Kyoto langsung menuju Stasiun Kameoka. Waktu tempuhnya hanya sekitar 30 menit.
Sebagian pelancong memilih rute yang lebih artistik dengan menaiki Sagano Romantic Train dari Arashiyama, yang melintasi lembah ngarai Sungai Hozu. Untuk rute ini, Anda perlu mendatangi Stasiun Saga-Arashiyama terlebih dahulu untuk membeli tiketnya di luar stasiun. Kereta wisata ini akan mengantar Anda melewati pegunungan pemisah antara Arashiyama dan Kameoka. Dari sana, Anda dapat kembali dengan Naik Perahu Sungai Hozugawa selama kurang lebih dua jam atau meluangkan waktu menjelajahi Kameoka.
Perlu dicatat bahwa transportasi umum di dalam Kameoka memiliki jadwal yang cukup jarang. Sebagai alternatif, disarankan untuk menyewa sepeda bermotor di luar Stasiun Kameoka menggunakan aplikasi CogiCogi. Menyewa mobil juga menjadi opsi bijak agar lebih leluasa menjangkau berbagai objek wisata lokal.
Naik Perahu Sungai Hozugawa

Sungai Hozugawa merupakan salah satu ikon utama kawasan ini. Aliran sungai yang jernih ini membelah Lembah Hozu, dikelilingi pegunungan hijau dan tebing curam yang menampilkan panorama alam Kyoto. Tebing batu yang terjal serta hutan lebat menyajikan latar belakang pemandangan yang menakjubkan, terutama saat musim gugur tiba ketika daun-daun berganti warna. Dulu, sungai ini dimanfaatkan untuk mengangkut kayu dan barang dagangan, namun kini populer sebagai lokasi wisata penjelajahan sungai.
Perjalanan menyusuri sungai ini berangkat dari Kameoka, di mana juru mudi profesional mengemudikan perahu kayu tradisional melintasi jeram dan bagian sungai yang tenang. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dengan tarif 6.000 yen per orang. Perahu yang digunakan bersifat terbuka, memberikan pengalaman menyatu dengan alam secara langsung. Di sepanjang perjalanan, para juru mudi kerap menghibur penumpang melalui cerita lokal dan candaan yang memperkaya wawasan budaya.
Perlu diingat bahwa rute pelayaran perahu ini berakhir di Arashiyama. Karena mengikuti arus sungai ke arah hilir, perahu tidak dapat kembali ke hulu di Kameoka, sehingga aktivitas ini paling baik ditempatkan di akhir jadwal kunjungan Anda. Titik keberangkatan perahu ini terletak di dekat Kameoka, dan Anda disarankan memesan tiket lebih awal karena kuota cepat habis.
Menaiki Sagano Romantic Train

Selain perahu sungai, Sagano Romantic Train menjadi daya tarik wisata favorit berikutnya. Kereta bergaya klasik ini melintasi jalur lembah yang sama dengan Sungai Hozu, mengikuti alurnya di antara tebing-tebing terjal dan hutan lebat. Dengan durasi sekitar 25 menit, perjalanan ini menawarkan pemandangan menawan yang sama indahnya, sangat diminati pada musim gugur saat dedaunan berubah warna, maupun musim semi tatkala bunga sakura bermekaran.
Tiket untuk kereta wisata ini juga cepat terjual, khususnya pada bulan Oktober dan November. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan pemesanan sepagi mungkin. Anda bisa mendatangi Stasiun Saga Torokko di Arashiyama pada pagi hari untuk mengamankan tiket sebelum menikmati area hutan bambu sebelum dipadati pengunjung lain.
Kereta ini bertolak dari Arashiyama menuju Stasiun Torokko Kameoka, menyuguhkan pengalaman berkendara yang nyaman dan berkesan. Karena durasinya yang lebih singkat yakni sekitar 25 menit, moda transportasi ini sangat efisien bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di atas perahu air.
Reruntuhan Kastil Tanba-Kameyama

Kameoka menyimpan banyak situs bersejarah, salah satu yang paling mudah diakses adalah Reruntuhan Kastil Tanba-Kameyama. Dibangun pada akhir abad ke-16 oleh tokoh samurai terkenal Akechi Mitsuhide, kastil ini dulunya berfungsi sebagai pusat pertahanan strategis sekaligus lambang kekuasaan. Kendati bangunan utamanya telah dirobohkan pada awal periode Edo (1603–1868), sisa dinding batu dan fondasinya masih menyisakan jejak sejarah feodal Kameoka.
Situs reruntuhan ini terletak di atas bukit dekat stasiun, menawarkan pemandangan luas yang mencakup lanskap kota dan Dataran Tinggi Tamba. Pengunjung dapat menyusuri dinding batu pembatas benteng sambil meresapi suasana masa lampau para samurai. Kompleks kastil ini dikelilingi oleh hutan yang asri, menjadikannya tempat yang tenang untuk merenung sekaligus berswafoto, terutama pada musim gugur.
Melihat Higanbana di Anao-ji

Salah satu daya tarik utama di Prefektur Kyoto ini adalah bunga higanbana di Kuil Anao-ji. Sebagai salah satu dari 33 tempat suci dalam Ziarah Saigoku Kannon di Jepang barat, kuil kecil ini tampak sangat memukau dari akhir September hingga awal Oktober. Uniknya, bunga higanbana tersebut tidak hanya terpusat di area kuil, melainkan tersebar di antara petak-petak sawah milik warga lokal di sekitarnya.
Susunan bunga yang tersebar alami di area persawahan ini memberikan estetika yang berbeda dibandingkan hamparan merah masif di tempat lain. Selain mempercantik lanskap, tanaman higanbana ini memiliki fungsi praktis. Bunga ini dikenal sangat beracun, yang selain melambangkan kematian dalam ajaran Buddha, juga ampuh untuk mencegah hama merusak tanaman padi. Waktu mekarnya pun bertepatan dengan musim panen di Jepang.
Di dekat Anao-ji, terdapat pula Yume Cosmos Garden yang dipenuhi delapan juta bunga cosmos warna-warni yang mekar bersamaan dengan musim higanbana. Taman ini menjadi tambahan destinasi yang menarik saat berkunjung ke Kameoka. Sementara itu, Kuil Anao-ji sendiri merupakan salah satu dari sedikit kuil di Jepang barat yang diizinkan menerbitkan jimat atas nama Bodhisattva Kannon.
Atraksi Menarik Lainnya

Selain Lembah Hozu, Kameoka dan sekitarnya masih menyimpan berbagai destinasi petualangan lain yang patut dieksplorasi sebelum Anda kembali ke pusat kota Kyoto atau Osaka.
- Kuwayama Shrine: Didirikan pada tahun 709, kuil bersejarah di lembah Kameoka ini memuja dewa Takamitsu Omi. Dikenal memiliki lebih dari 1.000 pohon mapel, kuil ini menjadi spot populer untuk menikmati warna-warni daun musim gugur.
- Yunohana Onsen: Kawasan pemandian air panas alami di pegunungan Kameoka yang terkenal dengan khasiat airnya yang menyembuhkan. Area ini menyediakan berbagai penginapan tradisional ryokan lengkap dengan fasilitas onsen dan hidangan khas.
- Jinzo-ji: Kuil Buddha bersejarah yang terletak dekat Yunohana Onsen. Didirikan pada awal periode Heian (794–1185), kuil ini menawarkan suasana tenang dengan lanskap alam yang memukau saat musim gugur serta menyimpan sejumlah patung Buddha penting.
- Kameoka Mitsuhide Festival: Festival tahunan yang merayakan sejarah Akechi Mitsuhide melalui pawai tradisional berbusana samurai, pertunjukan tabuh drum taiko, upacara minum teh, dan pameran seni tradisional.
Anda juga dapat melanjutkan perjalanan ke wilayah utara menuju kawasan “Kyoto by the Sea” untuk mengunjungi Amanohashidate dan Ine, atau mendatangi Gunung Oe yang lekat dengan legenda makhluk mitologi yokai Shuten Doji. Bagi para pecinta kuliner, tersedia pula restoran lokal di dekat stasiun yang menyajikan olahan daging sapi lokal berkualitas tinggi dari peternakan setempat.








