Home / Travel / Gunung Tsukuba Ibaraki, Jalur Pendakian Sehari Terbaik dari Tokyo

Gunung Tsukuba Ibaraki, Jalur Pendakian Sehari Terbaik dari Tokyo

The Summit of Mt. Tsukuba in Ibaraki

Menurut sebuah legenda kuno, dahulu kala ada sesosok dewa yang turun dari kahyangan untuk mencari tempat bermalam. Sang dewa meminta tumpangan kepada dua gunung. Puncak pertama yang didatangi adalah Gunung Fuji. Sayangnya, gunung yang terkenal megah itu menolak dengan angkuh karena merasa tidak membutuhkan berkas dari sang dewa. Tak kehabisan akal, dewa tersebut kemudian mendatangi Gunung Tsukuba di Prefektur Ibaraki. Berbeda jauh dengan sikap Gunung Fuji, gunung ini menyambut sang tamu dengan sangat ramah bahkan menyediakan makanan serta air.

Masyarakat yang mempercayai mitos ini berpendapat bahwa kondisi Gunung Fuji yang gersang di masa kini adalah akibat dari penolakannya terhadap sang dewa. Sebaliknya, Gunung Tsukuba dianugerahi kesuburan yang melimpah serta keindahan alam yang memukau sepanjang tahun karena telah berbaik hati menerima kunjungan tersebut. Terlepas dari Anda percaya atau tidak pada legenda tersebut, satu hal yang pasti: keindahan Gunung Tsukuba tidak pernah mengecewakan kapan pun Anda berkunjung, baik untuk menikmati warna-warni musim gugur maupun pendakian di akhir musim dingin.

Gunung Tsukuba terkenal kaya akan keindahan alam sekaligus sejarah yang mendalam. Catatan sejarah menunjukkan bahwa gunung ini telah sering muncul dalam berbagai antologi puisi Jepang sejak tahun 710. Para pengunjung yang datang ke gunung penuh sejarah ini dapat menjumpai Kuil Tsukubasan yang terletak persis di kaki gunung. Konon, tempat suci kuno ini memuja Izanagi dan Izanami, dua dewa pencipta seluruh daratan Jepang.

Bagi para pencinta kegiatan mendaki, Gunung Tsukuba merupakan salah satu pilihan destinasi liburan satu hari terbaik dari Tokyo. Sama seperti kepopuleran Gunung Takao, lokasi ini dapat diakses dengan mudah dari ibu kota Jepang dalam kurun waktu sedikit lebih dari satu jam. Gunung Tsukuba juga sangat ramah bagi pendaki pemula yang belum siap menaklukkan gunung yang terjal. Jika Anda tidak terlalu menyukai aktivitas mendaki, tersedia pula kereta gantung yang siap membawa Anda langsung ke puncak tanpa harus menguras tenaga.

Secara keseluruhan, bagi siapa pun yang ingin menikmati alam bebas di Jepang sembari mendalami nilai-nilai sejarah serta spiritualitasnya, Gunung Tsukuba adalah destinasi yang sangat layak dipertimbangkan. Selain Gunung Mitake dan Gunung Takao di Tokyo, hanya sedikit destinasi pendakian sehari di dekat ibu kota yang menawarkan pengalaman budaya Jepang secara bersamaan.

Cara Menuju ke Sana

A bus heads towards Ibaraki Prefecture’s Mt. Tsukuba

Perjalanan menuju Gunung Tsukuba tergolong sangat praktis. Jika berangkat dari pusat Tokyo, Anda hanya perlu menuju Stasiun Akihabara. Dari sana, kawasan Tsukuba dapat dicapai dalam waktu sekitar 45 menit menggunakan jalur Tsukuba Express. Anda bisa memanfaatkan layanan seperti Jorudan untuk mengecek jadwal keberangkatan kereta. Selain itu, tersedia pula bus jalan raya dari Stasiun Tokyo yang langsung menuju area Gunung Tsukuba.

Jika Anda memilih rute menggunakan Tsukuba Express menuju Prefektur Ibaraki seperti kebanyakan pelancong, Anda harus turun di Stasiun Tsukuba yang merupakan pemberhentian terakhir, lalu berjalan menuju halte bus nomor satu. Dari titik tersebut, naiklah bus menuju kaki Gunung Tsukuba dan pastikan Anda menyiapkan kartu IC seperti Suica untuk memudahkan pembayaran ongkos. Terdapat beberapa pilihan moda transportasi lanjutan ke puncak tergantung dari rencana perjalanan Anda:

  • Tanpa Mendaki: Jika ingin bersantai, turunlah di pemberhentian Kuil Tsukubasan agar Anda bisa singgah terlebih dahulu. Setelah itu, beli tiket pulang-pergi untuk naik kereta gantung. Perlu diingat, masih ada sedikit area berjalan kaki setibanya di bagian atas gunung, namun kereta gantung sangat membantu menghemat tenaga Anda.
  • Hanya Mendaki ke Atas: Sebagian besar pendaki memilih berjalan kaki saat naik ke puncak, lalu turun menggunakan kereta gantung atau kereta gantung gantung (ropeway) demi menjaga kondisi fisik kaki. Jika memilih cara ini, mulailah pendakian dari stasiun ropeway di Tsutsujigaoka setelah melewati area kuil, sehingga Anda bisa menikmati pemandangan batuan unik di sepanjang jalur pendakian.
  • Mendaki Naik dan Turun: Opsi ini diperuntukkan bagi pendaki yang siap menanggung rasa pegal di kaki selama beberapa hari ke depan. Jika Anda ingin menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk rute naik dan turun, disarankan untuk melalui jalur yang mengarah ke Kuil Tsukubasan saat perjalanan turun agar pemandangan yang didapat lebih bervariasi.

Apapun cara yang Anda pilih untuk mencapai puncak, sangat disarankan untuk turun menggunakan kereta gantung menuju area Kuil Tsukubasan. Di sana, Anda bisa menyempatkan diri berdoa kepada leluhur pencipta Jepang atau memanjakan diri di pemandian air panas (onsen) tradisional yang tersedia di beberapa ryokan sekitar kaki gunung setelah lelah mendaki.

Menaklukkan Gunung Tsukuba

An odd rock formation on the way up to Ibaraki Prefecture’s Mt. Tsukuba

Keunikan utama Gunung Tsukuba terletak pada bentuknya yang memiliki dua puncak, yaitu Gunung Nyotai (artinya “Tubuh Wanita”) setinggi 877 meter dan Gunung Nantai (artinya “Tubuh Pria”) setinggi 871 meter. Meskipun Anda menggunakan kereta gantung atau ropeway, Anda tetap harus sedikit berjalan kaki untuk mencapai titik tertinggi di masing-masing puncak tersebut. Selama perjalanan, perhatikan beberapa hal menarik berikut ini:

  • Puncak Kembar dan Kuilnya: Kedua puncak Gunung Tsukuba masing-masing memiliki kuil kecil. Jika Anda mendaki lewat jalur reguler, Anda akan tiba di dekat kuil Gunung Nyotai. Sementara itu, pengguna kereta gantung akan tiba di titik tengah di antara kedua puncak. Gunung ini juga terkenal sebagai tempat untuk memohon jodoh bagi para pelancong yang datang.
  • Formasi Batuan Unik: Sepanjang jalur pendakian, Anda akan menemukan batu-batu dengan bentuk yang tidak biasa. Dua yang paling terkenal adalah Gama-ishi (Batu Katak)—di mana Anda dipercaya mendapat keberuntungan jika berhasil melemparkan batu kecil ke dalam mulutnya—serta Benkei-Nanamodori, gerbang batuan alami yang konon membuat biksu legendaris Benkei merasa ketakutan dan harus bolak-balik sebanyak tujuh kali sebelum berani melintasinya.
  • Pemandangan Spektakuler: Berada di titik tertinggi di wilayah sekitarnya, Gunung Tsukuba menawarkan panorama Dataran Kanto yang sangat luas tanpa terhalang apa pun. Saat cuaca cerah, Anda bahkan dapat melihat lanskap kota Tokyo, Danau Kasumigaura, hingga Gunung Fuji dari kejauhan.

Jangan lupa pula untuk mencicipi kuliner khas setempat bernama Tsukuba Udon. Hidangan mi dengan berbagai campuran bahan lokal ini sangat cocok disantap untuk memulihkan tenaga setelah pendakian yang melelahkan. Anda bisa menemukan menu ini di berbagai kedai dan toko suvenir yang berjejer di area puncak gunung.

Destinasi Wisata di Sekitar

Ibaraki Prefecture’s Tsukuba EXPO Center Planetarium

Selain mendaki gunung, kawasan di sekitar Tsukuba menawarkan banyak kegiatan menarik lainnya. Selepas berendam di onsen, Anda bisa berkunjung ke Tsukuba Space Center milik JAXA. Fasilitas yang menjadi pusat pengembangan teknologi antariksa Jepang sejak tahun 1972 ini membuat kawasan Tsukuba kental dengan nuansa penjelajahan luar angkasa. Jika memiliki waktu luang, Anda juga bisa mampir ke Tsukuba EXPO Center Planetarium.

Tidak jauh dari sana, berdiri patung Ushiku Daibutsu setinggi 120 meter yang merupakan salah satu landmark terkenal di Prefektur Ibaraki. Meski akses transportasi umumnya agak terbatas, wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi dapat mencapai patung Buddha Amitabha tersebut dalam waktu sekitar satu jam. Bagi yang tidak membawa kendaraan, Anda bisa memperlama waktu bersantai di Gunung Tsukuba atau kembali lebih awal ke Tokyo.

Prefektur Ibaraki menyimpan banyak potensi wisata yang menarik untuk dieksplorasi lebih lama dalam beberapa hari, tidak hanya terbatas pada area Gunung Tsukuba saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *