GameStop mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali beberapa gerai fisiknya di berbagai wilayah, dimulai dengan pembukaan kembali lokasi pertama pada 11 September mendatang. Pengecer perlengkapan video game yang dulunya sangat mendominasi pasar ini memang telah menghadapi berbagai tantangan finansial selama lebih dari satu dekade terakhir. Di tengah rumor kebangkrutan yang berhembus selama bertahun-tahun serta keputusan perusahaan menutup sekitar 300 lokasi pada awal 2026, langkah ini menandai secercah harapan bagi para penggemar setianya.
Bagi sebagian kalangan, penutupan ratusan gerai sebelumnya merupakan akhir dari sebuah era keemasan, terutama bagi mereka yang memiliki kenangan mengantre di tengah malam demi mendapatkan rilisan game terbaru. Terlebih lagi, majalah Game Informer yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade sempat dihentikan operasionalnya oleh GameStop pada Agustus 2024, sebelum akhirnya dihidupkan kembali oleh Gunzilla Games pada Juni 2025.
GameStop Resmi Membuka Kembali Sejumlah Gerai
Melalui pengumuman di media sosial, GameStop menyatakan bahwa pembukaan kembali gerai fisik ini akan diawali di wilayah Brooklyn, Ohio. Meskipun jumlah keseluruhan gerai yang akan dibuka kembali belum diungkapkan secara rinci, banyak pihak menanggapi kabar tersebut dengan rasa skeptis. Pasalnya, sejumlah bekas lokasi gerai GameStop kini telah beralih fungsi menjadi bisnis lain seperti restoran makanan atau toko vape, menunjukkan bahwa perjalanan perusahaan untuk kembali stabil secara finansial tidaklah mudah.
Tantangan terbesar bagi kelangsungan hidup pengecer game fisik ini adalah penurunan popularitas media fisik, terlebih setelah PlayStation mengumumkan rencana untuk menghentikan produksi media fisik mulai Januari 2028. Kendati demikian, CEO GameStop Ryan Cohen sempat menyatakan pada bulan Juli bahwa penjualan perangkat lunak—baik fisik maupun digital—sebenarnya tidak terlalu krusial bagi bisnis mereka, karena persentasenya kurang dari 12 persen dari keseluruhan perusahaan.
Fokus utama perusahaan kini bergeser pada produk barang koleksi. Para gamer yang kerap mengunjungi gerai GameStop untuk berburu kartu Pokémon atau figur Funko POP tentu memahami pergeseran strategi ini. Selain itu, GameStop juga sempat menunjukkan ketertarikannya untuk mengakuisisi eBay, meskipun tawaran awal senilai 56 juta dolar sempat ditolak oleh perusahaan e-commerce tersebut. Melalui langkah pembukaan kembali gerai fisik ini, GameStop membuktikan bahwa mereka belum menyerah menghadapi berbagai prediksi suram mengenai masa depan perusahaannya.








